Pembenihan Ikan Hias “Kissing Gurami”

Pendahuluan
“Kissing gurami” (Helostoma temminckii) termasuk dalam famili Helostomatidae berasal dari Asia tenggara, dan banyak di temui di Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Dataran rendah Thailand serta semenanjung Malaysia. disebut “Kissing Gurami” karena tingkah lakunya seperti berciuman bila bertemu satu sama lain. Kissing Gurami merah jambu tubuhnya pendek (Perot), badan atas berwarna merah jambu sedangkan perutnya berwarna agak keputih-putihan, ikan ini dapat hidup pada suhu 24-28C dan keasaman normal sisiknya agak kasar jika diraba terasa ada durinya. Bersifat Omnivora, diduga teknik mencium digunakan untuk memakan alga yang menempel pada substrat misalnya batu-batuan, kaca, filter dan lain sebagainya. ikan hias ini mudah di pijahkan baik secara alami ataupun stimulasi hormon.

Pematangan GONAD
Calon Induk atau Induk Kissing gurami dapat di matangkan gonadnya di bak beton atau fiberglass dengan kedalaman 40 cm, kualitas air seperti Oksigen dianjurkan berkadar lebih besar 2 ppm, pH 6,0-6,7, suhu 24-28C dan bebas dari bahan cemaran.

Pakan yang diberikan berupa pakan alami (Cacing) dan pakan buatan/pelet yang diberikan 2-3 Kali sehari dengan julah tidak kurang dari 2 % bobot Ikan.

Ciri-ciri Induk matang Gonad untuk betina yaitu perut gendut apabila diraba terasa lembek dan genital berwarna merah jambu. sedangkan untuk yang jantan kalau di urut perutnya akan keluar cairan putih atau sperma.

Pemijahan
budidaya-guramiIkan Kissing Gurami dapat di pijahkan secara alami dan dapat juga distimulasi dengan hormon gonadotropin 0,4 mL/kg bobot Ikan. Tempat pemijahan dapat berupa bak beton, Fiberglass Aquarium atau bak-bak plastik berukuran diameter 60 cm dengan tinggi air 30 cm dengan sistem pasangan 1:1. jangan lupa masukkan tanaman air (Eceng gondok) atau daun pisang kering yang berfungsi sebagai pelindung (Shelter) Induk-Induk yang sudah memijah ditandai dengan bau amis dari telurnya. biasanya mereka bertelur pada pagi hari. Kissing Gurami mengapung dan bergaris tengah 1,0-1,5mm.

Inkubasi Telur dan Perawatan Larva
Telur hasil pemijahan dapat dipindah ke tempat Inkubasi dengan jalan di sipon. wadah untuk inkubasi telur dapat berupa bak beton, fiberglass Akuarium atau bak-bak plastik. pada suhu normal 24-28C telur akan menetas dalam waktu 24-36 jam. Larva mulai makan umur 4 hari, dapat diberi infusoria(Paramaeium), rotifer atau nauplii artemia dengan frekuensi 3kali/hari. dalam waktu 7 hari akan berkembang menjadi benih pasca larva.

Pemeliharaan Benih
Benih dapat dipelihara di akuarium atau Hapa, pakan berupa kutu air(Moina) yang lembut, hasil saringan sampai berumur 2,0-3,0 minggu dan setelah itu dapat di berikan pakan moina atau caing tubifex. panen dapat di lakukan setelah umur 1,5-2,0 bulan dengan ukuran 1,0-1,5 inchi.

sumber : spesiesikan