Saltwater Fly Fishing

Di Indonesia, memancing dengan teknik fly fishing di saltwater area ternyata banyak sekali tantangannya. Memancing dengan teknik fly fishing di laut (saltwater) ternyata memang kurang efektif. Oleh sebab itu yang lebih diminati pemancing adalah mancing dengan teknik fly fhishing di air tawar (freshwater).

Memancing dengan teknik fly fishing di freshwater area pemancing-pemancing lokal tidak kalah hebat dengan fly fisherman di negara lain. Fly fisherman lokal meski jumlahnya tidak seberapa tetapi penguasaan teknik fly fishing mereka untuk di freshwater sudah sangat maju dan luar biasa. Berbagai spesies bergengsi mulai dari pacu, barramundi, milkfish, dan lain-lain telah berhasil mereka pancing dengan teknik ini. Tetapi untuk saltwater fly fishing mungkin fly fisherman kita belum semaju di Amerika. Ini bukan karena niat pemancingnya yang begitu, tetapi karena banyak faktor yang menghambat berkembangnya saltwater fly fishing di sini.

Kapal yang digunakan dalam fly fishing di laut (saltwater) haruslah kapal yang bisa maju-mundurBerbagai rintangan yang membuat fly fishing menjadi tidak efektif salah satunya adalah karena kapal yang dipakai memancing adalah kapal tidak bisa mundur ataupun off gear. Mungkin tampak sepele, tetapi ini adalah hal yang sangat mendasar yang membuat fly fishing di laut menjadi tidak efektif. Flies dan fly line menjadi tidak mampu dimainkan dengan sempurna karena keburu terseret laju kapal sehingga berada di sudut atau jalur yang tidak sempurna.

Kemudian kondisi kapal mancing yang tidak mendukung fly fisheman melakukan back cast dengan leluasa. Kapal terlalu banyak tiang yang menghalangi fly rod dan fly line. Efeknya jarak lemparan tidak pernah bisa maksimal dan menjangkau point yang diinginkan.
Strike menjadi sulit didapatkan karena flies tidak bisa jatuh di posisi yang diinginkan. Tantangan terhadap teknik saltwater fly fishing di Indonesia masih sangat banyak jika di list semuanya, tetapi dengan melihat trip dua fly fisherman Indonesia kemarin ke Laut Jawa ini memunculkan harapan di masa mendatang bahwa teknik ini sebentar lagi juga akan berjaya di saltwater area.

Tipe
Fly fishing di laut dibagi menjadi 2 bagian, yaitu: In-shore (laut dangkal dan dekat dengan pantai) membutuhkan spesifikasi teknik, tackle dan pengetahuan yang berbeda dengan offshore (laut dalam). Contohhya: depth finder (sounder) jarang sekali digunakan untuk in-shore, tetapi menjadi hal yang vital untuk pemancing offshore yang serius, tubiran/patahan menjadi tidak begitu penting untuk pemancing yang suka ngerobok (wading), di mana patahan dan tubiran seringkali menghasilkan ikan besar untuk pemancing offshore (air dalam), drifting debris (drifting di sampah-sampah laut) sangat penting untuk memancing dorado (lemadang) bagi pemancing offshore dan mungkin tidak bermakna apa-apa untuk pemancing in-shore.

Peralatan
Peralatan memancing air laut harus mendapatkan perawatan yang luar biasa. Guides harus benar-benar terpasang dengan benar, joran (rod) harus mempunyai kekuatan untuk casting (melempar) dan lifting (mengangkat). Ketika 100-plus tarpon (bulan-bulan raksasa) berada 8 ft (2 meteran) di bawah kapal, seorang pemancing harus dapat memaksa ikan tersebut terangkat dengan kekuatan ototnya dan tentu saja kekuatan rodnya. Jika rod tidak dapat merespons, pemancing tersebut akan kehilangan ikannya. Sebenarnya, ada beberapa rod yang memang didesain untuk menaklukan ikan (fighting) dengan casting menjadi nomor duanya.

Reel (penggulung) harus dapat menahan tarikan yang luar biasa kuat dan cepat, dan drag tentu saja harus halus (whisper smooth). Semua bagian-bagian logam daripada tackle harus tahan terhadap karat. Dan pembersihan yang proper (sesuai) dan pemeliharaan tackle lebih penting daripada peralatan mancing di air tawar.

Hooks (mata pancing) harus berbeda. Stainless steel (besi tahan karat) cepat sekali menjadi material yang sangat disukai dan teknik penajaman spesial (special sharpening) terus dikembangkan. Butuh hook yang sangat tajam untuk menembus mulut-mulut ikan-ikan air laut yang kuat dan tebal.

Flyfishing di laut melibatkan setiap usaha untuk benar-benar menggunakan peralatan di kapasitas maksimalnya; knots (ikatan) benar-benar sangat diperhatikan, hanya mengikatkan fly ke leader tidak cukup. Kekuatan ikatan (knots) adalah sangat krusial atau penting, tetapi jika anda ingin menggunakan 100 lbs (50 kg) shock leader, ikatan harus benar-benar diperhatikan sehingga fly dapat bergerak dengan leluas meskipun menggunakan leader yang tebal. Baik braided maupun kawat solid (solid wire) digunakan, dan ikatan spesial (special knots) harus dipelajari.

Meskipun banyak ikan air laut yang juga memakan flies kecil, tetapi banyak sekali tipe-tipe flies kecil saltwater yang tidak cukup masuk di fly box air tawar. Sebuah fly tipe streamer (ikan-ikanan) dengan 20 saddle hackles (bulu-bulu ayam yang panjang) adalah bukan suatu hal yang luar biasa, dan popping bug (popper fly) dengan permukaan yang ukurannya lebih dari 2.5 cm sering digunakan untuk flyfishing amberjack, karena ukuran yang lebih kecil daripada itu tidak akan menarik ikan-ikan tersebut untuk strike.

Perbedaan Saltwater Fly Fishing dan Freshwater Fly Fishing
Ada hal lain yang membedakan flyfishing saltwater berbeda dari flyfishing air tawar. Pemancing air tawar memancing trout yang sendirian, mungkin seekor salmon sedang bersantai di sungai yang berbatu atau bass yang menyelinap di bawah pohon tumbang yang tenggelam di danau. Memancing di laut, gerombolan ikan besar seringkali ditemukan, saya pernah melihat berhektar-hektar dari air yang tenang menjadi air yang beriak di mana gerombolan trevally yang buas sedang menyantap gerombolan sardine. Saya juga pernah melihat permukaan laut berubah warna di mana gerombolan coba muncul; mackerel dan ikan biru (bluefish), mangsa dan predator seringkali berkumpul bersama-sama menyulitkan kita untuk berpikir bagaimana mereka dapat berenang.

Fly fishing di kolam masih dominan dilakukan oleh pemancing fly fishing di Indonesia
Hal ini dikarenakan jika ingin mancing dengan teknik fly fishing di perairan publik seperti di laut, sungai, atau muara banyak hal yang menghambat aplikasi teknik fly fishing ini seperti ketiadaan kapal yang mendukung, spot yang potensial untuk fly fishing, dan lain-lain.

Untuk fly fishing saltwater misalnya. Laut kita kebanyakan adalah laut dalam yang lebih pas jika kita memancing dengan teknik jigging, trolling ataupun popping. Sangat sedikit spot saltwater berupa flats ataupun reef dangkal yang bisa dijadikan destinasi fly fishing.

Dan kalaupun ada spot yang mendukung aplikasi fly fishing masalah jarak, waktu dan biaya terkadang juga menjadi hambatan. Oleh karena beberapa hal seperti itu tak heran memancing di kolam dan juga tambak lah yang dominan dilakukan oleh pemancing fly fishing di negeri kita.

1 Response

  1. Dul Kemat bin gebleg says:

    Manthab mas bro, yg namanya mancing baik ngoncer,popping,jigging atopun flying fishing, asyik deh ,terutama kalo strike wuik,,,sensasinya pasti grenggggg,,,,,