Teknik Dasar Mancing Galatama

Memancing ikan mas mungkin sudah sering dilakukan tetapi apakah sudah benar cara-cara yang digunakannya?. Di sini kami akan mencoba memberikan sedikit ulasan dasar-dasar mancing galatama diantaranya ; Meramu umpan, Melontar umpan, Deteksi sambaran ikan, Menaklukan ikan dan Melepaskan kail.

Dalam mancing galatama biasanya pemancing tidak sendiri, ada satu atau dua orang kenek mancing yang biasa disebut dengan “Kedi”. Kerjasama antara pemancing dengan kedi merupakan salah satu faktor pendukung sukses atau tidaknya mancing. Akan tetapi ada baiknya apabila pemancing juga menguasai pengetahuan tentang mancing galatama, sehingga pada saat lomba pemancing dapat mengatur atau mengawasi kedi dengan baik.

Meramu Umpan
Ini merupakan bagian terpenting dalam memancing, menyiapkan umpan yang tepat dan sesuai dengan kondisi kolam pada saat lomba. Bahkan tidak jarang ditemukan dalam lomba mancing galatama pemancing menyiapkan lebih dari satu umpan untuk mengantisipasi jika salah satu umpan tidak dimakan ikan.

Sebaiknya sebelum meramu umpan, tanyakan dulu kedi atau kenek mengenai umpan yang baik di kolam saat itu, sehingga dapat menghemat waktu dan biaya dalam pembuatan umpan. Secara umum ada dua jenis umpan yang digunakan pada saat lomba yaitu, umpan utama dan umpan tabur atau biasa disebut dengan “Bom”. Dalam hal meramu umpan sebagian besar dilakukan oleh kenek mancing , namun untuk resepnya pemancing sendirilah yang menentukan bahan dan takarannya. Untuk umpan tabur (bom) sediakan pelet yang agak kasar, dapat dibeli di arena pemancingan, cukup diberi sedikit air aduk dengan tangan sampai merata hingga umpan sudah dapat dikepal-kepal tetapi masih dapat hancur di air.

Melontar Umpan
Kesulitan melontar umpan adalah meletakkannya pada suatu titik tertentu yang diyakini banyak terdapat ikan (hotspot). Titik potensial dapat dengan mudah dikenali karena terletak di tengah empang dimana air sirkulasi mengalir. Sesungguhnya semua bagian air di muka lapak dapat menjadi tempat yang baik karena banyak ikan yang ditebar.

Cara melontar umpan tentu sudah dikuasai , mula-mula arahkan pandangan ke tempat yang menjadi hotspot lalu ayunkan umpan ke depan hingga joran mengarah ke tempat itu. Gerakan joran ke arah belakang dan dengan cepat lontar umpan ke tujuan. Banyak latihan akan memperbaiki arah lontaran anda. Sebelum melontarkan umpan sebenarnya sebaiknya lontarkan dulu umpan taburnya (bom), hal tersebut bertujuan untuk mengundang ikan agar berkumpul.

Deteksi Sambaran
Rangkaian pancing yang digunakan dalam mancing galatama biasanya adalah rangkaian langsung atau glosor oleh sebab itu deteksi sambaran ikan dapat dilihat dan dirasakan pada kenur. Setelah melontar umpan taruhlah joran pada cagaknya (rod rest) kemudian kencangkan kenur dengan memutar engkol penggulung. Perhatikan kemana kenur itu masuk ke air, lihat titik tersebut baik-baik. Bila titik pertemuan itu tiba-tiba menjauh dan benang tampak terangkat saat itulah gentak joran jauh ke belakang.

Kondisi lainnya yang mengisyaratkan pemancing bahwa umpan sedang dimakan yaitu kenur yang kencang tadi tiba-tiba mengendur atau titik masuk kenur ke air bergerak-gerak menjauh dan mengendur. Bila lontaran umpan sekitar satu atau dua meter di depan lapak maka ikan yang makan umpan juga dapat ditandai dengan bergeraknya ujung joran secara perlahan terkadang sampai melengkung.

Untuk yang menggunakan pelampung, deteksi pelampung yaitu tampak pelampung bergerak turun naik, tenggelam atau pelampungnya tergeletak rebah di permukaan air.  rata-rata mancing galatama ikan mas di Jakarta dan Bandung melarang penggunaan pelampung kecuali pada beberapa daerah tertentu.

Menaklukkan Ikan
Setelah joran digentak dan ikannya terkena pancing, dimulailah pertarungan antara pemancing dengan ikan yang terpancing. Bila joran saat digentak tadi berada pada posisi di atas kepala atau menjauh di belakang. Maka pertahankan posisi itu dan untuk menggerakkan joran ke arah depan lakukan dengan menggulung segera engkol ril. Hal ini dimaksudkan agar kenur tetap dalam keadaan tegang.

Arahkan joran berlawanan dengan arah larinya ikan, gulung kenur dengan cepat sambil merendahkan joran lalu tarik joran ke belakang, gerakan bertumpu hanya pada siku, dan turunkan joran sambil menggulung ril dengan cepat lakukan gerakan ini berulang-ulang, teknik ini dinamakan pemompaan, setelah dekat buatlah agar ikan segera menyerah. Bila ikan yang terpancing itu cukup besar, biasanya ikan tersebut masih menyimpan tenaganya dan akan berontak untuk berusaha menjauh, kendurkan setelan drag biarkan ikan melarikan kembali kenur dari penggulungnya. Mainkan ikan secara sabar tak usah terburu-buru, posisikan joran tetap pada arah yang berlawanan bila ikan tiba-tiba merubah arah larinya.

Lakukan lagi teknik pemompaan tadi bila perlu, dan saat ikan telah mendekat lagi harap berhati-hati kemungkinan masih ada gerak ikan yang meronta. Bila Ikan telah menyerah, ditandai dengan bergulingnya tubuh ikan atau kepalanya yang mendongak di atas permukaan air, segeralah untuk menyerok ikan. Namun bila ikan menyerah pada jarak yang belum dapat diserok jangan gulung kenur karena akan menyebabkan ikan tenggelam lagi kepalanya ke air dan kembali melakukan perlawanan, untuk mendekatkan ikan yang menyerah itu lakukan dengan mundur beberapa langkah ke belakang sehingga aman untuk diserok.

Melepas Kail
Menyerok dan melepas kail sepenuhnya menjadi tugas kenek atau kedi yang menemani pemancing. Tetapi jika terpaksa untuk melepaskannya sendiri maka biarkan ikan hingga tak lagi menggelepar . Pegang ikan dengan tangan kiri posisikan ibu jari pada begian perutnya dan tekan agak keras pada bagian itu agar ikan benar-benar tak bergerak. Kemudian lepaskan mata kail, hati-hati terhadap kail yang tak menancap yang bisa membahayakan tangan bila ikan berontak menggelepar.

Sumber : Galapancing

5 Responses

  1. aang kusnama says:

    gan… ada yang pernah pakai sabpolo fish oil, bagaimana takaran dan tambahan esen lain?

  2. herman says:

    daerah mana gan

  3. dono says:

    siang gan..maaf gan ane mau minta diajarin cara bikin umpan aci/onggol..karna tiap ane buat selalu aja pecah dan kadang lembek bahkan keras..klw bisa minta petunjuk komposisinya sm lama memasaknya…terima kasih

    • ferdy says:

      sagu 3 sendok makan penuh(sampai keatas)
      air 100ml (air kemasan/a*ua)
      essent secukupnya

      dari pengalaman sendiri:
      essen juga kayanya mempengaruhi komposisi pembuatan sagu tersebut,kalau pakai essen yg bahan dasarnya minyak(oil) sepertinya agak sedikit airnya.tapi klo bahan dasar essen nya air/tidak berminyak maka 100ml sudah cukup untuk membuat cendil

      mohon koreksi jika ada yg lebih tau lagi yaaa gan

  4. ari pst says:

    pake pasta n roti buatku jga jalan ko umpannya