Teknik Jigging Dari Atas Kapal

Menurut para ahli, Jigging sebagai salah satu teknik mancing bukanlah sesuatu teknik yang baru muncul. Nelayan dari beberapa negara sejak ribuan tahun lalu telah mencoba ”menipu” ikan dengan menggunakan umpan palsu yang dibuat dari timah atau logam lain berbentuk ikan kecil yang dicemplungkan ke dasar laut lalu kemudian ditarik dengan cepat keatas.

Teknik jigging dari atas kapal dengan mengikuti arus biasa disebut dengan Butterfly Jigging Sistem. Butterfly Jigging Sistem merupakan teknik jigging yang dirancang agar pemancing dapat lebih merasakan sensasi getaran yang dihasilkan dari perlawanan ikan saat umpan disambar. Sensasi sambaran mirip dengan perasaan adanya listrik yang seakan-akan mengalir melalui joran di setiap gerakan ikan yang melawan, karena kepekaan dari tackle.

  1. Casting jig bawah angin, arus, atau arah drift.
  2. Biarkan jig ke bawah.
  3. Mulai putar reel dengan teknik gerak jigging.
  4. Retrieve jig beberapa meter dari dasar.
  5. Biarkan jig ke jatuh kembali ke dasar (Ulangi langkah 4 & 5 beberapa kali dengan cara casting masing-masing).
  6. Begitu sejajar dengan atau di bawah perahu, ulur kembali metal jig dan dilemparkan ke bawah arus atau arah angin untuk kembali memulai proses dari awal.

Tips Teknik Jigging Butterfly membutuhkan gerakan yang tepat untuk memberikan aksi terhadap jig tersebut. Teknik ini dapat bekerja dengan tackle konvensional maupun spinning dengan hasil yang sama.

Setelah metal jig jatuh ke kedalaman yang diinginkan, ujung joran menghadap ke bawah. Dengan gerakan melingkar ke atas, ujung joran akan diangkat ke atas dan diturunkan kebawah mengikuti rotasi reel. Gulungannya mengambil gerakan melingkar ketat yang dekat ke tubuh dengan gagang joran dijepit longgar di bawah ketiak kiri.

Jarak di mana ujung joran bergerak dari atas ke bawah adalah sekitar 10 sampai 20 inci tergantung pada aksi yang diinginkan dan kecepatan retrieve/menggulung. Teknik ini akan bekerja dengan aksi cepat dan lambat tergantung pada bagaimana ikan target bereaksi.

Butterfly – Reguler / Flat-Side
Aksi Jigging: Teknik Butterfly membutuhkan gerakan yang tepat untuk memberikan aksi terhadap jig tersebut. Teknik ini dapat bekerja dengan tackle konvensional maupun spinning dengan hasil yang sama.

Setelah jig adalah jatuh ke kedalaman yang diinginkan, ujung koran menghadap ke bawah. Dengan gerakan melingkar ke atas, ujung joran akan diangkat ke atas dan diturunkan kebawah mengikuti rotasi reel. Gulungannya mengambil gerakan melingkar ketat yang dekat ke tubuh dengan gagang joran dijepit longgar di bawah ketiak kiri. Jarak di mana ujung joran bergerak dari atas ke bawah adalah sekitar 10 sampai 20 inci tergantung pada aksi yang diinginkan dan kecepatan retrive. Teknik ini akan bekerja dgn aksi cepat dan lambat tergantung pada bagaimana ikan target bereaksi.

Butterfly – Long
Aksi: The Butterfly Long Jig sangat produktif dan bekerja dengan baik dengan teknik jigging standar seperti yang telah diuraikan sebelumnya, serta teknik Long Jig dijelaskan di bawah ini.

Teknik model Long bekerja dengan baik dengan tackle spinning maupun konvensional. Teknik ini memerlukan gagang joran dijepitkan secara longgar di bawah ketiak Anda, tergantung pada jenis reel (spinning atau konvensional). Setelah jig mencapai kedalaman yang diinginkan, ujung batang diarahkan ke bawah. Dengan gerakan menyentak ke atas, membawa ujung joran ke posisi jam 11:00. Setelah itu, gulung reel sejalan sampai ketat, yang akan menurunkan joran ke posisi awal kemudian ulangi seperti telah dijelaskan sebelumnya. Anda dapat menyesuaikan kecepatan menggulung (retrieve) tergantung pada bagaimana ikan bereaksi.

 


1 Response

  1. koko sugiantoro says:

    Trims infonya