• -6.153636, 106.792756

Tips Casting di Permukaan Laut

Tips Casting di Permukaan Laut

Tips Casting di Permukaan Laut

Casting merupakan salah satu teknik memancing dengan cara melempar dan menarik kembali, dimulai dengan melempar lure, retrieving atau menggulungnya dengan reel sambil memainkannya sesuai dengan tipe lure yang digunakan. Ini dilakukan terus menerus hingga lure tersebut disambar oleh sang predator air.  Peralatan yang digunakan untuk casting adalah, Joran casting (memiliki tingkat kelenturan yang sangat tinggi), reel baitcasting (bisa mengatur kecepatan retrieving dan spool saat melempar dan menarik lure), dan otomatis yang terakhir adalah lure itu sendiri.

Casting, biasanya dilakukan dari pinggiran laut, seperti dermaga, batuan, pantai, bahkan diatas kapal yang sedang berhenti / jalan dengan pelan. Joran yang digunakan adalah joran khusus yang bersifat lentur (tidak kaku) dan panjangnya antara 150 sampai 172 cm cm karena berbeda dengan Popping, lontaran umpan biasanya tidak perlu terlalu jauh (antara 20 sampai 30 m). Reel yang digunakan bisa spinning bisa juga reel khusus (baitcasting). Umpan yang digunakan biasanya umpan tiruan (lure) yang berbentuk ikan ikanan, serangga atau binatang laut lain dengan berat sekitar 7 sampai 20 gram. Caranya adalah umpan dilempar sejauh mungkin, kemudian reel digulung dengan cepat. Hal ini harus dilakukan terus menerus sampai ikan menyambar atau sampai pemancing merasa lelah dan menyerah.

Saat ini untuk mendapatkan ikan besar pada saat casting di permukaan laut, kita bisa mendeteksi di mana lokasi yang terdapat ikan besar dengan menggunakan alat Fish Finder. Perkembangan teknologi saat ini sudah mampu menciptakan alat untuk mendeteksi di mana ikan berada. Namun dengan harga yang relatif mahal, masih banyak para pemancing yang menggunakan tanda-tanda alam untuk mengetahui di mana posisi ikan-ikan besar berada.

Pertama yang perlu diperhatikan ketika kita akan melakukan casting di permukaan laut ialah dengan mengetahui cuaca dan kondisi angin laut. Pilihlah cuaca yang cerah, selain lebih berpotensi mendapatkan ikan besar, juga untuk keselamatan anda sendiri. Untuk Kondisi angin laut, akan sangat berpotensi jika sedang musim angin timur. Karena ketika musim angin timur adalah musim di mana munculnya banyak ikan di laut.

Setelah memahami dua kondisi alam di atas, satu hal lagi tanda–tanda alam yang perlu diperhatikan agar bisa kita gunakan untuk menentukan dimana lokasi ikan–ikan berada dan mulai menghentikan kapal untuk bercasting ria, yaitu burung–burung laut. Jika kita melihat ada segerombolan burung laut mengitari satu daerah tertentu di atas permukaan laut, maka di situlah terdapat banyak ikan. Burung–burung tersebut menandakan bahwa mereka sedang berburu ikan di bawahnya. Dan potensi ikan besar pun ada di lokasi tersebut.

Setelah peralatan mancing sudah siap dan spot yang berpotensi bagus sudah diketahui barulah kita memulai casting. Lemparkan umpan ke arah target yang diinginkan kemudian retrieve secara perlahan-lahan hingga membuat ikan target tergoda. Selain jenis, warna dan ukuran lure yang mempengaruhi tergoda atau tidaknya ikan target juga tergantung dari kemahiran kita dalam memainkan umpan tersebut. Jika pada lemparan pertama belum mendapatkan strike, ulangi terus sampai anda mendapatkan strike ikan yang anda inginkan.

Casting adalah teknik mancing menggunakan umpan palsu (lure) dengan cara melempar umpan ke daerah target yang kita inginkan, kemudian retrieve perlahan-lahan sehingga umpan yang dirancang sedemikian rupa bergerak menyerupai ikan kecil sungguhan sehingga menarik ikan-ikan predator. Target ikan dengan teknik mancing casting ini adalah hampala, bawal,toman, barramundi, barracuda, kuwe dll.

2 thoughts on “Tips Casting di Permukaan Laut

  1. levi paker

    tidak cuma di laut.. di sungai jg ok..n di canal(parit) lagi jos..
    Saya selalu Casting Gabus atau Toman… klu di sungai Tapah atau Tebiring..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>