Mancing Ngobor Tradisi Mayarakat Pulau Seribu

Mancing Ngobor Tradisi Mayarakat Pulau Seribu

Mancing Ngobor Tradisi Mayarakat Pulau Seribu

Mancing Ngobor adalah tradisi kaum nelayan di Kepulauan Seribu dan kerap dilakukan oleh nelayan di Kepulauan Seribu. Menangkap ikan dengan cara ini cukup mudah, hanya menggunakan lampu Patromak sebagai alat penerang serta Tombak untuk menangkap ikan. Kegaiatan menagkap ikan seperti ini biasanya dilakukan pada malam hari dan ketika air laut sedang surut (kering).

Trik menagkap ikan pada malam hari yang di lakukan oleh masyarakat Kepulauan Seribu, cukup ampuh. Dimana mereka percaya pada malam hari Ikan biasanya tertidur dan bersembunyi di karang.

Kesempatan ini yang di ambil untuk menangkap ikan dengan cara menombak ikan dengan Tombak yang sudah di kemas sedemikian rupa sehingga ketika ikan yang mereka tangkap tidak bisa lepas dari tombakannya.

Menagkap ikan seperti ini pun biasanya dilakukan lebih dari 1 orang. Biasanya mereka membuat kelompok, setiap kelompok terdiri dari 3 orang, satu orang untuk memegang bahan penerang (Patromak), Tombak dan tempat Penampung ikan.

Hasilnya cukup menjanjikan dan jenis ikannya pun beragam, mulai dari Ikan Baronang, Ikan Kerapu, Kepiting dan Gurita. Biasaya mereka bisa membawa pulang hasil tangkapannya 5 hingga 10 kilo tiap malamnya. Biasanya mereka berangkat pada jam 12 malam dan pulang pagi hari, ketika ikan suadah sulit mereka tangkap lagi.

Namun sayangnya menagkap ikan cara ini (Ngobor) sudah mulai di tinggalkan. Karena masyarakat banyak yang lebih memilih menagkap ikan menggunakan perahu (motor laut) yang penghasilan jauh lebih banyak. Serta banyak juga yang sudah beralih dari nelayan tangkap menjadi nelayan budidaya.

(pulauseribu)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>