Metropole XXI (Bioskop Megaria)

Bioskop Megaria adalah bioskop tertua dan merupakan satu-satunya bangunan besar bergaya arsitektur Art Deco di Jakarta yang masih bertahan. Peninggalan arsitektur ini merupakan Cagar Budaya Kelas A, mengingat usianya yang sudah lebih dari 50 tahun, berdasarkan SK Gubernur DKI Jakarta No. 475 Tahun 1993. Terletak di sudut Jalan Pegangsaan dan Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, lokasi bioskop Megaria sangat strategis, karena merupakan pertemuan dari arah Bundaran Hotel Indonesia, Cikini, Matraman, dan Manggarai.

Bioskop yang awalnya bernama Metropole ini dibangun pada 11 Agustus 1949 dan selesai pada 1951.Peresmian bioskop dihadiri oleh Rahmi Rachim, istri Wakil Presiden Mohammad Hatta; Sultan Hamengkubuwono IX (1912 – 1988), dan Haji Agus Salim (1884 – 1954),dengan menampilkan film Annie Get Your Gun (George Sidney, 1950) sebagai pemutaran perdana.

Bioskop Metropole dirancang oleh Liauw Goan Seng (sebelum dikoreksi cucunya, Ifke M. Laquais pada 2007, Liauw Goan Seng disebut Lauw Goan Sing) yang meninggalkan Indonesia pada 1958 untuk pindah ke Belanda ketika terjadi naturalisasi. Oleh Liauw Goan Seng, bioskop Metropole dirancang dengan gaya arsitektur Art Deco—dari kata Art Decorative—sebagai bagian perkembangan arsitektur dunia Art Nouveau. Tidak seperti Art Nouveau yang ditandai dengan banyaknya ornamen dekoratif, seperti kaca mozaik, gambar, serta ukiran, unsur kerumitan pada Art Deco jauh berkurang dan menjadi lebih sederhana.

Rangkaian Pergantian nama
Pada awal 2007, tersiar berita bahwa gedung bioskop ini akan dijual. Lahan dan bangunannya ditawarkan dengan harga Rp 15 juta per m² atau total sekitar Rp 151,099 milyar. Namun belum sempat hal tersebut terealisasi, bioskop Megaria 21 kini telah mengalami sejumlah pembaharuan, dan namanya diubah menjadi Metropole XXI.

Bioskop Megaria yang kini bernama Metropole XXI memang punya sejarah sendiri atas rangkaian penggantian namanya. Pada 1960, mengikuti perintah Presiden Soekarno (1901-1971), bioskop Metropole mengganti namanya yang berbau asing menjadi bioskop Megaria. Kemudian sepanjang Orde Baru sempat berganti nama menjadi Megaria Theatre. Pada 1989, ketika gedung bioskop ini disewakan pada jaringan 21 Cineplex, namanya berubah menjadi Metropole 21, sempat berganti kembali menjadi Megaria 21,sebelum kemudian pada 2008 usai berita penjualan bioskop yang menggemparkan, kembali dipugar oleh 21 Cineplex dan berganti nama menjadi Metropole XXI hingga kini. Namun sampai sekarang, orang-orang tetap akrab memanggilnya sebagai bioskop Megaria.

Kompleks Megaria
Selain sebuah bioskop, di kompleks ini juga terdapat sejumlah pertokoan dan restoran. Di belakang gedung ini terdapat pula sebuah bioskop kecil dengan dua ruang pertunjukan.

Segala fasilitas di dalam kompleks itu semakin menghidupkan aktivitas menonton film di bioskop Megaria. Lokasinya yang strategis, membuatnya tak hanya dikenang oleh orang banyak dengan segala nostalgianya, namun juga menjadikan bioskop ini saksi bisu atas banyak kejadian bersejarah. Dekat dengan kantor PDI, PPP, Golkar, dan berada di pusat kota, halaman bioskop Megaria sempat menjadi tempat berkumpulnya mahasiswa dalam gerakan reformasi menumbangkan Orde Baru. Sebelumnya, selain menjadi tempat berkumpul, halaman bioskop itu juga menjadi tempat berlindung masyarakat sewaktu terjadi penyerbuan kantor PDI pada peristiwa 27 Juli 1996.

Metropole XXI (Megaria)
Komplek Megaria
Jl. Pegangsaan No. 21
Jakarta Pusat, 10320
Indonesia
Telp. +62 21 31922249

(Berbagai Sumber)

3 Responses

  1. arman hakim says:

    Hampir setiap malam minggu Ane nonton.jadi disin,dekalian jajan pempek palembang

  2. ARDI JASIK says:

    SUMPAH NI GOKIL AMAT YA

  3. jar says:

    nnt malam mw nntn disana .. dapet voucher gratis !!
    tp blm tw nntn apa
    oia , memang pnh dgr dr dulu ttg MEGARIA oh tnyata bioskop yg bkal ane tonton (METROPOLE XXI)
    hhee.. jd penasaran !!
    n mau ambil gambar mgkn nnt , bangunan Berseni jg kn ya