Cafe Batavia

Indonesia memiliki banyak sekali tempat-tempat bersejarah, bangunan tua tersebut hingga saat ini masih berdiri kokoh contohnya bangunan yang berada di kawasan Taman Fatahillah ini. Sebuah kawasan yang memang terkenal dengan banyaknya bangunan-bangunan tua peninggalan zaman kolonial Belanda. Cerita maupun tempat bersejarah itu umumnya masih dilestarikan hingga saat ini. Sehingga kawasan tersebut bukan hanya dikenal sebagai tempat bersejarah di Jakarta tetapi juga menjadi tempat tujuan wisata yang patut dikunjungi.

Di depan Museum Fatahillah berdiri sebuah café dengan gaya vintage (kuno), nama Kafé tersebut adalah” Café Batavia”. Bangunan yang diperkirakan berdiri antara tahun 1805 dan 1850 ini dulunya adalah tempat tinggal seorang pejabat pemerintahan Belanda yang bekerja di kantor pemerintahan yang berada tepat di depan bangunan ini, kantor pemerintahan itu sekarang menjadi Museum Fatahillah.

Pada tahun 1993, bangunan ini dibeli oleh seorang warga Negara Australia yang bernama Graham James. Diskotek atau night club di lantai 1 dan fine dining di lantai 2 menjadi awal dimulainya “kehidupan baru” di tempat ini. Tentu saja, setelah bangunan mengalami sedikit renovasi. “. Baru pada sekitar tahun 1997 pemilik bangunan menjadikan tempat ini sebagai kafe, krisis moneter menjadi salah satu alasannya.

Hampir semua ruangan yang terdapat di Cafe Batavia masih menggunakan perlengkapan peninggalan pemiliknya di masa silam. Rata-rata perabot dan furniturnya terbuat dari kayu jati Jawa yang diproduksi pada akhir abad ke-19. Konsep bangunan Belanda terlihat dari lampu-lampu yang menghiasi pintu-pintu depan kafe. Satu hal lagi yang menarik dari Cafe Batavia adalah banyaknya frame foto yang tertempel di setiap dinding yang menempati lokasi di dua lantai.

Jika dihitung, terdapat sekitar seribu frame foto yang berbeda pada tiap bingkai yang terpajang dan tertata secara rapi. Desain interior yang dibuat sangat menarik ini juga terdapat dalam toilet. Foto-foto itu seakan mengajak pengunjung Cafe Batavia menjelajahi dunia lain. Semua foto yang terpasang di dinding adalah koleksi pribadi pemilik kafe ini yaitu Graham James, yang memang sangat menyukai seni.

Alunan musik jazz yang terus mengalun sendu seolah mendukung suasana klasik kafe yang khas dengan kanopi berwarna hijau ini. Khusus Kamis hingga Minggu, pengelola Cafe Batavia selalu memanjakan konsumennya dengan suguhan live music dari berbagai aliran. (okezone.com/restodb.com)

Bussines Hour
Mon – Fri (Weekdays)
08.00-01.00
Sat – Sun (Weekend)
08.00 – 02.00

Price
Appetizer Rp. 32.000 – Rp. 135.000
Dessert Rp. 25.000 – Rp. 200.000

Special Menu
-Australian Beef Tenderloin Medalion Topped with Melted Cheddar
-The Prime of Beef Back Ribs BBQ Sauce
-Lobster Thermidor
-Batavia’s Meat dan Seafood Grill
-Rock of Tender New Zealand Baby Lamb with crusted vegetables, pestro potatoes
-Tender Dutch Veal with apple flambee Brandy Sauce

Awards
– The World Best Bar from NewsWeek for our “Churchill Bar”, in Oct 31 1994, Oct 21 1996
– Best Fine Dining Restaurant (Runner Up) in Jakarta by Jakarta Java Kini Magazine (2005 – 2006)

Cafe Batavia
Pintu Besar Utara No. 14
Taman Fatahillah
Jakarta Barat
DKI Jakarta – Indonesia
PH 1: (021)691-5531
PH 2: (021)691-5534

1 Response

  1. Amrin Farikhi says:

    Saya harus memblokir rekening BNI karena kelalaian Dan ketidakprofesionalan cafe ini. Kartu debit BNI milik saya setelah digesek diserahkan ke tamu lain. Hal gila yg baru saya alami ya di cafe ini. Untuk menghindari hal hal yg tidak diinginkan maka dengan terpaksa saya blokir rekening BNI saya agar tidak dimanfaatkan pihak yg tidak bertanggungjawab. Tidak ada kompensasi apapun dari manajemen cafe batavia. Saya sangat kecewa dengan pelayanannya.