Ayam Bakar Bagong

Belum lengkap rasanya bila datang ke Surabaya tanpa menikmati sajian sambal alias penyetan. Mencocol nasi dengan sambal pedas nyatanya masih digemari. Apalagi bila sambal dan nasi itu disajikan bareng Ayam ‘Bagong’ alias bakar godong. Tidak berbeda jauh dengan ayam bakar lain, saat membakar daging ayam diperlukan daun pisang untuk membungkus ayam. Sehingga aroma wangi yang keluar tidak hanya berasal dari bumbu rempah saja, melainkan dari daunnya.

Diberi nama Ayam Bagong, mengambil dari salah satu tokoh pewayangan yang bernama Bagong dimana ia merupakan seorang tokoh yang lucu dan menghibur dengan tubuhnya yang bulat. Hal ini juga melambangkan ciri dari Ayam Bagong yang dipersembahkan oleh Restoran Kemangi yaitu dengan bentuk ayamnya yang besar, sehingga dapat dinikmati 3 hingga 4 orang.

Selain itu, nama Bagong sendiri diambil dari singkatan Bakar Godong, yaitu teknik memasaknya dengan cara dibakar dengan godong (daun) sehingga mempunyai rasa dan ciri khas tersendiri. Umar Shaican Executive Chef, Jumat (9/3/2012), mengatakan bahwa Ayam Bagong akan menjadi ikon Restoran Kemangi Restaurant, sehingga jika ada yang menyebutkan Ayam Bagong selalu akan langsung teringat dengan Restoran Kemangi di Hotel Santika Pandegiling Surabaya.

Ayam bakar Bagong namanya. Ada makna di balik namanya. Artinya ayam bakar godong, atau daun pisang. Jadi, setelah ayam diunkep dengan bumbu kecap dan cabe rawit, ayam dibakar dengan berbalut daun pisang selama lima hingga 10 menit. Supaya muncul rasa super pedas, digunakan 10 cabe rawit dalam bumbu ukep untuk satu ekor ayam ras. “Daun pisang itu dipakai, karena memunculkan aroma yang sedap dalam masakan,” Executive Chef Umar Saichan, dari Hotel Santika Pandegiling Surabaya

Ayam Bagong dalam tiga rasa baru yang dapat dipilih sesuai selera. Varian rasa baru ini adalah bakar tidak pedas, bakar pedas sedang, dan bakar super pedas. Dan ditawarkan mulai awal 2013 ini. Perubahan ini menyesuaikan dengan banyaknya permintaan pengunjung yang ternyata lebih banyak yang suka selera sangat pedas.

Ditambahkan Lisa Lestari, Sales and Media Communications Hotel Santika Pandegiling Surabaya, ide ini bermula karena komentar beberapa pengunjung. “Mereka bilang kalau sambal terasi yang menjadi pendamping menu Ayam Bagong kurang cukup membuat hidangan terasa pedas,” tutur Lisa.

Maka, diberikanlah sentuhan baru pada Ayam Bagong yang merupakan menu paket satu ekor ayam bakar lengkap dengan satu bakul nasi putih, sambal terasi, lalapan segar, serta es teh yang dapat disantap bersama oleh tiga hingga empat orang. Pada paket ini, pembeli akan mendapatkan free flow es teh dan nasi putih. Jadi mereka bisa terus mendapat tambahan kedua jenis sajian itu sesuai kebutuhan. Harga paket sangat terjangkau, yaitu Rp 75.000 ++ untuk satu paket.

(tribunnews)