• -6.153636, 106.792756

Ayam Bakar Mas Mono

Ayam Bakar Mas Mono

Berbekal ijazah SMA, Mono hijrah dari madiun ke jakarta pada tahun 1994, setamat dari sekolah menengah atas di kota brem tersebut. Mengawali perjuangannya dengan menjadi office boy dan jualan roti pisang keliling. Namun hanya berselang delapan tahun Agus Pramono mampu menjadi juragan ayam bakar yang omsetnya ratusan juta perbulan.

Urip kaya cakra manggilingan, itu ungkapan para dalang ketika mengupas filosofi hidup manusia. Artinya hidup ini ibarat roda yang berputar terkadang diatas terkadang dibawah. Filosofi hidup itulah yang dimaknai secara mendalam oleh Agus Pramono, Bos Ayam bakar Kalasan (Mas Mono) yang kini mempunyai banyak outlet dan tersebar di berbagai wilayah di jakarta.

Sejarah Berdirinya Ayam Bakar Mas Mono

Pada suatu hari di tahun 2000, Mono melihat ada lapak di depan Usahid yang tidak terpakai. Mimpinya untuk memiliki warung ayam bakar kaki lima kembali menyeruak. didukung istrinya yang jago memasak mono mulai beralih profesi menjadi penjual ayam bakar. Pertama kali jualan mono membawa 5 ekor ayam yang ia jadikan 20 potong. pada waktu itu yang laku hanya 12 potong, tetapi saya sudah sangat bersyukur. memiliki lapak saja saya merasa bermimpi, imbuhnya.

Kombinasi antara menu yang enak dan ketekunan, sedikit demi sedikit ayam bakar mas mono membuahkan hasil. hari demi hari, minggu berganti minggu, tahun beranjak tahun ayam bakarnya semakin laris. warungnya yang semula hanya menghabiskan lima ekor ayam sudah mampu menjual 80 ekor ayam per harinya. karyawan yang semula hanya satu orang bertambah menjadi beberapa orang.

“Meskipun warung saya hanya kaki lima, namun saya menerapkan standar operasional rumah makan besar. Karyawan memakai seragam, tidak memelihara kuku panjang, tidak berkumis dan tidak berjenggot,” terang mono.

Lantaran adanya standar tersebut, Warung mono menjadi terlihat berbeda dibanding warung kaki lima lain sehingga warung tersebut mengalami pertumbuhan pesat. Meski kondisi ekonomi semakin membaik, sang istri tidak tinggal diam. Sang istri berjualan nasi uduk di dekat sebuah kantor di jalan MT Haryono. warung nasi uduk yang buka antara pukul 06.00 – 10.00 pada saat itu sudah meraup omset 800 ribu perhari.

Agaknya jalan terang terus terhampar. setelah satu pelanggannya, presenter dunia lain Trans TV, menyarankan agar mono menawarkan jasa catering ke stasiun televisi tersebut. ternyata tanpa melalui peroses berliku-liku mono mendapat proyek itu, tak lama kemudian Anteve dan TV 7, memesan catering dari peria yang hobi memodifikasi sepeda motor ini.

Pada sisi lain, mono juga melakukan ekspansi warungya. Dari salah satu pelanggannya ia mendapatkan penawaran tempat di jalan Tebet raya No.57, meski hanya kecil. Di tempat ini mono hanya bisa menempatkan 2 bangku kecil, tetapi di luar dugaan pelayannya membludak sehingga mereka rela makan sambil berdiri. setelah sukses di tempat ini mono mengusung nama ayam bakar kalasan mas mono untuk jualannya. sebelumnya, ia tidak memakai merek untuk warungnya.

Untuk menampung pelanggannya Mono kembali membuka warung di jalan Tebet Timur Dalam. lagi-lagi warung ini juga dipenuhi oleh pelanggan. Bukan hanya pelanggan lama, tetapi juga pelanggan baru, tetapi juga pelanggan baru sehingga warung ini yang semula diniatkan menampung pelanggan lama, malah bisa memperluas pasar lagi.

Sukses di mata mono tidak harus memiliki rumah mentereng atau mobil keren, melainkan apa yang menjadi kebutuhannya terpenuhi. “Mungkin orang lain memiliki pengertian lain tentang sukses adalah ketika seseorang bisa memenuhi apa yang menjadi kebutuhannya,” ujarnya kalem.

Kunci sukses, kata Mono, adalah penerapan dari kata-kata mutiara yang sering diucapkan oleh banyak orang “Dimana ada kemauan di situ ada jalan. mungkin kata-kata itu sangat sederhana dan mungkin setiap orang sudah tahu tentang itu. tetapi kalau benar-benar di terapkan bisa menuntun hidup seseorang kearah yang lebih baik. saya merasakan sendiri kebenaran kata-kata itu,” Tegas Mas Mono.

Menu Ayam  Bakar Mas Mono

Outlet Ayam  Bakar Mas Mono

1.             Jl. Tebet Raya No.57 Jakarta Selatan.

2.             Jl. Tebet Timur Dalam No. 48  PSPT – Jakarta Selatan.

3.             Jl. Inspeksi Saluran No. E26 Kalimalang  (Depan RS. HARUM).

4.             Jl. Raya Jati Makmur No. 120 Pondok Gede

5.             Jl. Perintis Kemerdekaan No. 31 Pulomas – Jakarta Timur.

6.             Jl. Pejaten Raya Kav. 30 Pasar Minggu – Jakarta Selatan.

7.             Jl. Pengadegan Raya – Kalibata  (Belakang Komp. MPR – DPR).

8.             Jl. Pondok Kelapa Raya B. 1 No.3. – Jakarta Timur.

9.             Jl. Penggambiran No. 438A (Depan Rawamangun Square) Jakarta Timur.

10.          Jl. Margonda Raya No.423A  (Samping pintu masuk Univ. Gunadarma) Depok.

11.          Jl. Ir. H. Djuanda No 7 Cirendeu, Ciputat – Tangerang Selatan.

12.          Jl. Ciledug Raya No 3 Petukangan Utara – Jakarta Selatan.

13.          Jl. Cipinang Jaya Raya Blok E3 No 78C-D Jakarta Timur.

14.          Jl. Alternatif Cibubur No 9, Jakarta Timur.

15.          Jl. Raya Fatmawati no. 89B Jakarta Selatan.

16.          Jl. Raya Cinere no. 32 Depok

17.          Jl. Gandaria I No 59 Jakarta Selatan

18.          Jl. Bintaro Sektor V Utama Blok AE – 2/41 Bintaro

19.          Jl. Baru Raya Km 2. Komplek Bogor Indah Plasa no. A-6, Bogor

20.          Jl. Salemba Raya Tengah no. 21 – Jakarta Pusat

Outlet Baru

21.          Jl. Raya Condet no. 5 Balekembang, Keramat Jati

22.          Jl. Buaran Raya No.89 Jakarta Timur

23.          Jl. Blora Raya no. 89 Jakarta Timur

24.          Pasar Modern RB No.5 Jl. Jend. Sudirman Kawasan Bintaro Sek. 7

25.          Jl. Danau Sunter Utara Blok J.12 No.68 Jakarta – Utara

26.          Jl. Otista Raya No. 59A Jatinegara, Jakarta Timur

27.          Jl. Taman Galaxy Blok G No. 11 Bekasi

28.          Jl. Raya Pasar Minggu No.27 Km. 18 Jakarta Selatan

29.          Jl. Ki. Samaun No. 132/ 134. Psr Lama – Kota Tangerang

30.          Jl. Surya Kencana A11, Pamulang Barat – Tangerang Selatan

31.          Jl. Raya Tajur No. 47 Bogor Timur

32.          Jl. Raya Kelapa Dua Wetan Perum PTP Blok IIC No. 5

33.          Jl. KS Tubun 1 No. 41 Kota Bambu Utara, Palmerah

34.          Jl. Sumpah Pemuda Kampus Blok K.3 Palembang

35.          Jl. Perjuangan no. 16 Bekasi Utara

36.          Jl. Raya Serpong no. 487 Pakualam – Serpong Utara – Tangerang

37.          Jl. Kaliabang Raya No. 8 Perwira Bekasi Utara (BSI SQUARE)

38.          Jl. Taman Semanan Indah Blok D no.32B

39.          Jl. Meruya Selatan no. 18B – Jakarta Barat

40.          Ruko Perum Metland trans yougi – Cileungsi no. 17D

41.          Jl. Raya Akses UI No.88B . Cimanggis – Depok

42.          Ruko Chandra Baga Blok AS1 / 1C Kel. Bahagia Kec. Babelan – Pondok Ungu Bekasi Utara

Cabang Luar Negeri

43.          MALAYSIA, 17 Jln Plumbum P7/P Seksyen 7, 40000 Shah Alam –Selangor

Sumber : ayambakarmasmono

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>