Ayam Tangkap Atjeh Rayeuk

Ayam tangkap dikenal juga sebagai ayam sampah atau ayam tsunami. Ciri khasnya adalah dedaunan yang terserak di atas potongan kecil daging ayam. Ternyata, daging bebek bisa jadi alternatif ayam tangkap yang tak kalah lezat !

Kami membuktikan hal itu saat mampir ke Atjeh Rayeuk. Restoran ini mungil, tak seperti namanya yang berarti ‘Aceh Raya (Besar)’. Namun, suasana tamannya dengan segera memikat hati kami. Menempati sebagian halaman sebuah rumah, restoran semi terbuka ini dinaungi aneka pepohonan rindang.

Seperti papan namanya yang terbuat dari kayu, daftar menunya juga terpasang di talenan kayu. Hidangan khas Aceh seperti ayam tangkap, mie Aceh, dan es timun tampak di antara pilihannya yang tak begitu banyak.

Nasi bebek tangkap dibandrol dengan harga (Rp 40.000). Hidangan ini seperti perpaduan nasi bebek dan ayam tangkap. Bebek digoreng dan disajikan dengan nasi berbumbu kaldu di atasnya, lalu daging bebek yang dipotong-potong ‘dikubur’ dengan dedaunan yang digoreng sebentar.

Daging bebeknya renyah dengan bumbu yang terasa gurih hingga ke dalam. Apalagi kalau disantap bersama daun kari (temurui/salam koja), serai, pandan, bawang merah, dan cabai yang digoreng hingga garing. Aroma wangi daun kari dan pandan semerbak membuat makan makin lahap.

Sebenarnya nasi bebek tangkap sudah dilengkapi sambal mangga. Namun, Atjeh Rayeuk juga menyediakan sambal kecombrang (Rp 3.500) yang wangi khas serta sambal daun jeruk (Rp 3.500) yang aromatik. Kalau suka citarasa asam segar, Anda bisa mencoba sambal ganja (Rp 10.000) yang memakai udang dan belimbing wuluh.

Tak lengkap rasanya jika ke restoran Aceh tanpa mencicipi mie Acehnya. Mie Atjeh udang (Rp 25.000). Ada beberapa pilihan cita rasa Mie Atjeh, yaitu mie berkuah, kering, atau nyemek (sedikit basah).

Lokasi

Ayam Tangkap Atjeh Rayeuk 
Jl.Ciranjang No.38
Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
Tel: 0878-8484-8892

(detik)