• -6.153636, 106.792756

Kembang Tahu

Kembang Tahu

Kembang Tahu tinggi kadar proteinnya. Rumah sakit memanfaatkannya untuk pemulih kesehatan pasien. Makanan ini juga dianjurkan bagi penderita diabetes dan tekanan darah tinggi, serta untuk merangsang keluarnya ASI sehingga sangat baik bagi ibu hamil dan baru melahirkan.

Konon panganan yang satu ini diadaptasi dari kuliner Cina. Biasanya kembang tahu disajikan dengan wedang yang pedas-pedas hangat atau air gula yang dingin. Saking lembutnya tahu yang teksturnya mulus ini seolah meluncur ke dalam tenggorokan. Mau hangat atau dingin keduanya sama enaknya!

Selain populer sebagai jajanan tradisional, kembang tahu juga sangat populer dalam kuliner Cina. Tak heran jika sajian ini populer di kawasan Asia. Sebenarnya apa yang dimaksud kembang tahu dan apa bedanya dengan tahu biasa?

Di Indonesia pembuatan kembang tahu masih dilakukan secara tradisional. Bahan utamanya adalah kedelai dan air yang kemudian dibuat susu kedelai. Setelah proses tersebut barulah dilakukan pembuatan lapisan tipis yang diperoleh dari permukaan susu kedelai yang dipanaskan. Sehingga kembang tahu ini sebenarnya berupa lembaran tipis protein kedelai yang telah dikeringkan.

Secara umum, kembang tahu dapat digolongkan menjadi tiga macam, yaitu kembang tahu segar, setengah kering, dan kering. Di Jepang, kembang tahu segar disebut nama yuba. Ciri-ciri kembang tahu segar yang baik adalah warna krem kekuning-kuningan, tekstur lembut, ringan, rasa sedikit manis, dan enak rasanya.

Sayangnya, kembang tahu segar ini tidak tahan disimpan lama, yaitu hanya mampu bertahan 2-4 hari pada suhu kamar atau 3-5 hari pada lemari es. Untuk mencegah serangan jamur, kembang tahu basah biasanya dibungkus dengan plastik atau karton kedap udara.

Kembang tahu setengah kering, yang disebut juga nama gawaki atau han gawaki, merupakan kembang tahu segar yang telah dikeringkan sampai kadar air tertentu, tetapi belum sampai rapuh. Kembang tahu jenis ini umumnya dibungkus plastik atau karton dan disimpan pada ruangan biasa.

Jenis ketiga adalah kembang tahu kering yang disebut kanso hashi yuba, merupakan jenis yang paling populer dan paling umum dipasarkan. Kembang tahu ini dibuat dengan cara mengeringkan kembang tahu basah hingga kadar air yang sangat rendah sehingga teksturnya menjadi sangat rapuh.

Jika di negeri Cina sana kembang tahu banyak disajikan dengan air gula, di Indonesia kembang tahu biasanya dicampurkan dengan air gula jahe alias sirop jahe. Wedang yang rasanya pedas-pedas enak ini serasi dengan lembut dan manisnya kembang tahu.

Biasanya kembang tahu dijual oleh para pedagang keliling dengan harga yang murah-meriah. Hmmm… gak cuma rasanya yang enak khasiat dari air jahenya ternyata juga bisa mengobati masuk angin. Selain itu kembang tahu juga bisa ditemui di berbagai restoran Cina yang disajikan hangat atau dingin. Variasinya memang sedikit berbeda yaitu dengan campuran air gula dan terkadang potongan buah-buahan segar. Pastinya rasanya tak kalah enak!

(Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>