Pisang Epe Daeng Bundu’

Pisang Epe Daeng Bundu’

Pantai Losari memiliki garis tepi laut yang termasyhur di Kota Makassar. Terbujur ruas Jalan Penghibur, yang dipotong Jalan Datu’ Musseng. Di ujung Jalan Datu’ Musseng sekira 50 meter dari tepi Pantai Losari, Daeng Bundu’ (49) menggelar gerobak dagang, menjual panganan khas lokal Pisang Epe. Seporsi dagangannya terdiri dari tiga potong pisang.

Pisang Epe terbuat dari pisang kepok yang dipanggang. Proses penyajiannya cukup cepat, tak sampai tiga menit.
Awalnya, pisang kepok dikupas kulitnya, lalu dipipihkan memakai kayu, berikutnya dipanggang. Terakhir, disajikan dengan siraman lelehan air gula merah. Ada tiga pilihan variasi pisang epe, yakni ditaburi keju serut, cokelat, dan kelapa parut.

Daeng Bundu’ sudah berjualan pisang epe sejak 1983. Sebelum berjualan di Pantai Losari, Daeng Bundu’ mengaku sudah tiga kali berpindah lokasi. Kawasan pertama tempatnya menjajakan dagangan, yakni Pantai Metro, yang kini telah tergusur. Setelah dari Pantai Metro, Daeng Bundu’ sempat berpindah ke kawasan Laguna sebelum akhirnya pindah lagi ke Pantai Losari ini.

Sehari-hari, Daeng Bundu’ menjaring pembeli dari para pejalan kaki dan pengendara bermotor yang mampir saat menikmati keindahan Pantai Losari. Sehari bisa sepuluh sisir (tandan) pisang kepok yang laku dijual bapak satu anak ini.

Pisang epe begitu enak disantap setelah makan malam sebagai hidangan pencuci mulut. Sensasinya dimulai sejak menyuapkan sesendok irisan pisang yang kenyal lantaran baru habis dipanggang, dibaluri rasa manis dari semacam saus gula merah.

Seporsi pisang epe terasa lezat menemani malam di Makassar. Sambil duduk santai di trotoar, ditemani desir angin kencang berhembus pertanda musim barat yang datang ke hilir pesisir pantai. Pisang Epe Daeng Bundu’ Buka dari jam lima sore sampai jam sembilan/ sepuluh malam.

(Berbagai Sumber)