Putu Bumbung

Putu bumbung memang menjadi salah satu makanan tradisional yang sudah jarang dijumpai. Putu berarti ketan, sedangkan bumbung berarti bambu. Disebut putu bumbung karena cetakannya dibuat dari potongan-potongan bambu bumbung dengan ukuran sekitar 3-5 cm.

Angkringan putu yang sering disebut putu bumbung memang akan berbunyi seperti anak kecil lagi nangis saat penjualnya menjajakan kue yang satu ini, tapi angkringan akan berhenti bunyi saat proses memasak putu sedang berlangsung. Bunyi “ngiiiiiiing” angkringan yang mirip anak menangis atau lebih tepatnya seperti bunyi peluit ini dihasilkan dari tungku uap yang ada ditungku pembuat kue putu.

Tungku yang dipergunakan untuk memasak putu berupa kaleng minyak yang diberi lubang. Dibawah tungku ini ada kompor dan tempat untuk memasak air, hawa panas yang berupa uap air mendidih inilah yang bisa membuat putu matang.

Cara membuat putu bumbung sederhana sekali beras yang dihaluskan dicampur sedikit tepung ketan dimasukkan dalam bumbung bambu dengan diameter 3 cm, di dalamnya diberi parutan gula merah.

Bumbung yang berisi bahan putu tersebut selanjutnya dipanaskan diatas kaleng minyak yang diberi lubang sehingga mengeluarkan hawa panas tadi. Hawa panas dari lubang itulah yang kemudian memanaskan beras dan gula, sehingga putu dalam bumbung itu bisa matang.

Selain mematangkan putu-putu dalam bumbung lubang kecil diatas kaleng yang didalamya air mendidih itu menimbulkan dengungan suara mirip kumbang yang cukup kencang.

Sehingga suara itu dapat terdengar jauh hingga puluhan meter oleh karena suaranya yang cukup khas itulah membuat para pelanggannya keluar rumah jika mendengar suara itu.

Keunikan lainnya dari putu bumbung ini yaitu saat mengeluarkan putu dari cetakannya, untuk mengeluarkannya putu ini harus didorong menggunakan alat khusus yang terbuat dari kayu yang ukurannya sebesar lubang cetakan bambu. Dalam penyajiannya, putu ini ditambahkan taburan kelapa parut agar terasa lebih nikmat dan gurih. Manis, Asin, Gurih putu bumbung ini lebih nikmat disantap selagi hangat.