Bebek Goreng Yogi

Menemukan Warung Nasi Bebek Yogi tidaklah sulit. Bila Anda dari arah Jalan Daan Mogot, posisinya ada di sebelah kiri jalan setelah perempatan Kebon Jeruk. Namun, bila Anda dari arah Permata Hijau, letaknya di sisi kanan kurang, lebih 50 meter sebelum perempatan Kebon Jeruk.

Sebenarnya, Yogi belum lama membuka warung di sana, tepatnya pertengahan Januari 2006. Namun, dengan cepat warungnya dibanjiri pencinta makanan. Awalnya, hanya menempati emperan showroom motor di sebelah warung yang sekarang ditempati dan menggunakan mobil pick up. Pada awalnya saat yogi servis motor di kawasan Kebon Jeruk tersebut ia iseng-iseng mengatakan keinginannya untuk membuka warung mobil di emperan showroom tersebut, tak disangka-sangka sang pemilik memberikan ijin. Yogi dan isterinya pun segera berkemas dan mulai bekerja keras memasak daging bebek.

Hari pertama jualan Yogi tidak tanggung-tanggung memasak 20 ekor bebek, hal ini membuktikan keseriusannya dalam berdagang. Tapi sangat disayangkan, karena hari pertama jualan mendapatkan keuntungan yang jauh dari harapan semula. Dari situlah Yogi memutar otak untuk memajukan dagangannya ini. Akhirnya timbulah ide untuk mengajak teman-teman kantor Yogi  makan gratis di warungnya, dengan syarat harus membawa mobil dan memarkirnya di dekat warung. Sehingga orang beranggapan apabila ada warung dikerubuti pembeli sudah pasti makanan yang disajikan enak.

Strategi dagang ini berjalan dengan lancar, para pembeli datang satu persatu untuk mencoba masakan daging bebek Yogi. Promosi dari mulut ke mulut oleh pelanggan membuat warung bebek Yogi semakin dikenal para pecinta kuliner, khususnya penggemar daging bebek.  Bukan hanya itu, tentu saja syarat utama adalah cara pengolahan daging bebek. Kebanyakan orang menganggap daging bebek itu amis dan agak alot, hal itulah yang menjadi target Yogi untuk membuat masakan daging bebeknya disukai oleh para pelanggan.

Kurang lebih sebulan berjualan dengan menggunakan mobil  sebagai warung, pedagang martabak disebelah mengatakan ada bangunan yang ingin dikontrakkan letaknya tepat disebelah showroom tempat Yogi berdagang. Tanpa menunggu lama, Yogi langsung kontrak selama 2 tahun. Dengan harapan pembeli akan merasa lebih nyaman ditempat yang permanen. Hal itu terbukti, semula Yogi hanya menyiapkan 3 bangku panjang tetapi kini sudah lebih dari 40 bangku.

Menu bebek yang dapat Anda pilih adalah bebek goreng, bebek sambal rica, bebek goreng mercon yang sangat pedas, bebek sambal hijau, bebek bakar, bebek oseng, dan bebek lada hitam.  Selain itu ada juga “Lumpia Bebek” dimana potongan daging bebek dicampur bahan lainnya dibungkus dengan kulit lumpia. Kurang lengkap rasanya bila makanan-makanan diatas disantap tanpa menggunakan sambal, tetapi anda tidak perlu khawatir karena disetiap meja telah disediakan beberapa macam sambal dari mulai sambal hijau dan sambal terasi yang cukup pedas karena terdiri dari cabe merah dicampur dengan terasi dan tomat, hingga sambal favorit di warung bebek Yogi ini yaitu “sambal mangga”.

Dengan kreatifitas pengolahan daging bebek, Yogi akhirnya berhasil menciptakan menu-menu yang lebih bervariatif dengan bahan dasar daging bebek, hingga tercipta menu-menu yang ada sekarang ini. Daging bebek direbus terlebih dahulu supaya empuk, sedangkan bau amis daging bebek dihilangkan dengan jahe, serai, dan daun jeruk. Sehingga rasa dan tekstur daging bebek Yogi terasa lembut, empuk dan tidak amis, oleh karena itu dalam resep dan sajian apapun daging bebek tersebut tetap disukai.

Dinding-dinding di dalam warung bebek Yogi penuh dengan bingkai yang berisi potongan artikel yang membahas bebek goreng Yogi dan juga testimonya dari artis-artis yang telah mencoba bebek goreng Yogi lengkap dengan foto dan tanda tangan dari artis tersebut. Komentar dari artis dan media cetak ini jumlahnya sudah banyak sehingga hampir sekeliling tembok bagian atas tertutup oleh bingkai-bingkai tersebut. (Berbagai sumber)

Bebek Goreng Yogi
Jl. Raya panjang No.4 Kebon Jeruk
Telp. (021) 532 5462