Bunga Rampai

Resto yang satu ini tempatnya sangat unik sekali, dari luar gedungnya terlihat tua. Tak hanya cita rasa hidangan tradisional yang memikat selera tetapi memang resto ini menyajikan suasana kolonial yang kental dengan peninggalan bersejarah. Ditata apik dengan pilihan bahan prima, pengolahan yang cermat, membuat acara bersantap bagai jamuan internasional, bahkan pas datang ada pemain musik yang memainkan alunan klasik, menambah suasana makan terasa seperti di jaman dulu. Yang pasti tempat ini memang sulit dilupakan dengan sajian yang sungguh mempesona.

Beberapa tahun belakangan ini memang hidangan tradisional sedang naik daun. Bertebaran dari kelas kaki lima hingga resto bintang lima. Ada beberapa yang tampil dalam tatanan jamuan barat yang berkelas. Ini tentu saja membanggakan, tak sekedar makan tetapi suasana yang diberikan membingkai acara santap jadi makin sempurna. Itulah yang akan anda alami saat singgah di Bunga Rampai yang ada di kawasan Cik Ditiro, Menteng. Lokasinya berupa rumah kuno dengan gayak kolonial dan di kawasan elite Menteng. Pilar putih dengan lengkungan bergaya gothic menjadi ciri utama rumah yang dijadikan restoran ini.

Langit-langit tinggi dengan juntaian chandelieryang memendarkan cahaya lampu kemerahan memberi suasana rumah yang hangat. Ruang santap besar di tengah dipenuhi meja kursi bertaplak linen putih. Sementara di sayap kanan dan kiri juga terdapat ruang makan yang lebih kecil. Sesuai dengan namanya Bunga Rampai, maka tampilan buku menu dan nama-nama menunya juga mengikuti nama-nama bunga yang cantik. Hiasan gambar bunga soka, melati dalam nuansa lembut memenuhi buku menu yang dilengkapi dengan keterangan di tiap hidangan.

Bunga Rampai ini ada sejak bulan Juli 2007. Dulunya merupakan rumah Drg Sumardjono, dokter gigi pertama di Indonesia. Lalu dijual kepada Ibu Muslim Taher yang kemudian oleh anaknya dijadikan Restaurant Bunga Rampai ini. Selain Bunga Rampai, pemiliknya juga merupakan pemilik yang sama dari restaurant yang sama-sama mengusung tema fine dining dengan menu Indonesia : Kembang Goela (Jl. Jend. Sudirman depan Gedung Plaza Sentral) dan Merah Delima (Jl. Wijaya 2).

Menu yang menjadi favorit pengunjung diantarnya:

Makanan Pembuka :

– Otak-otak Tangkai Tebu (Rp. 47.000/ porsi)
– Kembang Pacar (Rp. 66.000/ porsi)

Makanan Utama :

– Nasi Ijo (Rp. 15.000/ porsi, Hijaunya dari daun pandan dan terasa gurihnya sekali)
– Kerapu Goreng Saus Mangga (Rp. 93.500/ porsi)
– Satay Bunga Rampai (Rp. 174.500/ porsi, yang terdiri dari masing-masing 2 tusuk satay lilit, ayam, udang bakar dan kambing)
– Tumis Asparagus (Rp. 55.000/ porsi)
– Daging Sengkel (Rp. 55.500/ porsi)
– Aneka sambal (Rp. 28.000 yang terdiri dari 3 jenis sambal, diantaranya ada sambal mangga)

Minuman :

– Juice Merah Muda (Rp. 30.000/ gelas)
– Di Tiro Punch (Rp. 40.000/ gelas, campuran Kiwi dan Melon)
– Segareku (Rp. 40.000/ gelas, campuran Melon dan Leci)
– Lemongrass Squash ( Rp. 30.000/ gelas)

Bunga Rampai Restaurant
Jl. Cik Di Tiro No. 35, Menteng
Jakarta Pusat, Indonesia
Telpon: 021-3192 6224 /25
Jam Buka : 10.00 – 22 WIB