Goyang Lidah dengan Macaroni Salsa

Macaroni dipadukan dengan daging sapi cincang yang diolah dengan bumbu Itali lalu dilapis dengan krim keju lalu ditutup dengan toping keju yang renyah. Ehm? itulah menu macaroni salsa. Salah satu menu andalan Rumah Macaroni Salsa. Tapi ini bukan pasta. Meski masih bercitarasa Itali, Rumah Macaroni Salsa meracik macaroni dengan cara berbeda. Rumah Macaroni Salsa miliki Ferry Siera (52 tahun) ini memang agak sulit ditemukan. Terletak di Jalan Culan di kawasan Jalan Anggrek dan Jalan Soka. Bisa masuk melalui Jalan Kemuning di mana toko kue Prima Rasa berada. Rumah Macaroni Salsa memang agak tersembunyi karena berada di kawasan perumahan yang agak sepi. Tapi rasa penasaran untuk mencicipi menu makaroni yang membuat para pembeli pun rela untuk sedikit berusaha mencari-cari.

Rumah Macaroni Salsa menempati sebuah rumah yang disulap jadi cafe. Di ruang dalam suasana santai menyambut. Meski ukuran ruang tidak besar, suasananya tetap membuat nyaman. Di ruang itu terdapat etalase berbagai menu macaroni terpajang dalam mangkok-mangkok steoroform. Mac ‘n cheese, macaroni salsa, mac schotel atau menu khas Itali yang sudah populer seperti lasagna.

Rumah Macaroni Salsa didirikan dua tahun yang lalu. Saat itu istri Ferry, Rinesty Panduwinata (51 tahun) memang sudah membuat macaroni untuk melayani pesanan. Melihat respon pasar yang cukup positif, tempat yang semula difungsikan Ferry sebagai butik pun diubah untuk berjualan memulai usaha macaroni.

Nama salsa yang mengikuti nama toko ini, karena Rinesty dulu sering bermain salsa maka nama yang diberikan pun Rumah Macaroni Salsa. “Tarian salsa kan pendamping makanan yang segar,” tutur Ferry. Kesegaran salsa itu diracik dalam menu makaroni yang asin, manis dan asem yang dicampurkan menjadi satu. Ukuran satu porsi yang semula besar pun diperkecil sehingga bisa dinikmati dengan lebih praktis.

Menu awalnya adalah macaroni salsa dengan toping crispinya yang unik. Karena hobi makan dan jalan-jalan maka Ferry pun mengembangkan menu-menu macaroni dengan lebih variatif. Macaroni yang digunakan dalam setiap menu tergantung dari bahan-bahan lain yang akan dicampurkan untuk menghasilkan satu keutuhan rasa. “Beda macaroni beda juga bahan bakunya,” ujar Ferry.

Ferry mengatakan rasa menunya disesuaikan dengan lidah orang Indonesia. Keju yang digunakan adalah keju lokal karena di luar negeri rasa kejunya terlalu kuat. Sehingga jangan khawatir akan merasa eneg bersantap makanan bercitarasa Itali ini. Selain macaroni salsa menu lain yang bisa dipilih misalnya macaroni schotel yaitu campuran makaroni dengan corned beef yang diolah dengan krim keju. Macaroni and cheese yaitu makaroni yang diracik dengan smoked beef dan saus Itali serta krim keju. Untuk menu macaroni schotel dan mac n cheese panggang ada topping keju mozzarella yang meleleh di lidah.

Ada lasagna dan pastel tutup berupa campuran pure kentang dengan sayur-sayuran. Selain menu macaroni, Rumah Macaroni Salsa juga menyuguhkan menu makanan dari berbagai penjuru nusantara seperti nasi tutug oncom, nasi liwet, dan nasi goreng teri. Ada juga menu baru dari Makassar, seperti, sop pindang iga dengan racikan rempah yang lebih banyak.

Ferry menuturkan, Bandung tidak kekurangan peminat kuliner. Sebab itu, Ia berencana membuka kembali Rumah Macaroni Salsa di tempat yang lebih strategis. Saat ini, Ferry sudah membuka Rumah Macaroninya di Food Market Paskal Hyper Square, Jalan Pasirkaliki, dan di Food Gallery Kopo Square.

Alamat : Jl. Culan No.1 (daerah jalan anggrek dan jalan soka)
Telepon : 022-7271718

(sumber : detikbandung)