Warung Anglo

Rumah makan bernuansa kental adat jawa ini semula bernama Warung Makan Mbah Jingkrak, tetapi sejak beberapa tahun lalu warung makan ini merubah namanya menjadi Warung Anglo. Warung makan ini kebanyakan menyediakan aneka masakan rasa pedas dengan  nama makanan  yang mudah diingat oleh penikmat makanan, seperti Makanan Ayam Rambut Setan, Ikan Teri buto Ijo, Sambal  rasa Iblis, dan lain lain. Selain  nama makanan yang unik, rumah makan ini mempunyai suatu konsep bangunan bercirikan bangunan tradisional Jawa, yaitu  rumah khas  Joglo.

Rumah Joglo yang digunakan bukanlah rumah sembarangan. Karena bahan bangunan yang digunakan memakai kayu serta bilik  yang usianya lebih dari   200 tahun, dibawa khusus dari Jawa Tengah. Konsep ini dibuat  di tengah kota nan  modern agar masyarakat melihat bahwa masih ada rumah kayu di tengah kota yang bentuknya Joglo. Bangunannya sendiri bertingkat dan berdiri di antara bangunan elit di Jakarta.

Untuk menambah khas rumah makan Jawa,  dibuatlah jendela yang terbuka  lebar-lebar. Sedangkan makanan yang disajikan adalah makanan rumahan tradisional yang  biasa dinikmati sehari-hari. Bumbunya pun diolah dari bahan alami (asli) dan segar. Sementara penyajiannya ditempatkan di gerabah keramik asli kerajinan masyarakat  Bayat, Klaten. Jadi semuanya representatif dari budaya Jawa.

Kilas Balik

Menurut sang pemilik Angraini Yunita, ide untuk mendirikan rumah makan ini adalah dulu ia sering membawa delegasi Indonesia ke luar negeri. Ketika itu ia sebagai leader  dari organisasi non profit dan non politik yang lebih  mengarah pada kegiatan pertukaran budaya. “Kita sering memperkenalkan budaya Indonesia ke negara-negara asing, seperti tariannya dan lagu. Yang menarik lagi, ia juga memperkenalkan aneka makanan Indonesia, sehingga membuat negara-negara asing  tertarik. Munculnya ketertarikan tersebut, tentunya menjadi  kebanggaan tersendiri buat Yunita. Dari kebanggaan tersebut akhirnya ia ekspresikan di Warung Anglo ini.

Di rumah makan ini, sambil menikmati makanan, pengunjung juga bisa berbincang-bincang dengan santai. Selain itu, tempat yang dipilih pun sangat strategis, yakni di tengah keramaian kota Jakarta, yang diapit oleh gedung dan rumah makan terkenal lainnya. Apalagi rumah makan ini merupakan satu-satunya yang memakai konsep rumah Joglo, sehingga mudah menjumpainya. Selain dengan khas Joglonya, warung ini juga memasang hiasan berciri khas  Jawa. Mulai patung-patung, tulisan Jawa sampai hiasan foto bangunan kuno yang diambil dari Semarang.

Soal harga, Yunita memberikan tarif  terjangkau, mulai dari harga tiga ribuan sampai  delapan belas ribuan. Makananya pun sangat bervariasi sampai lima puluh lima jenis masakan. Di Warung Anglo juga ada menu paket yang ditawarkan ( khusus untuk delivery) yaitu, Paket Sitter, Gambang, dan Gong. Untuk menu paket prasmanan, di sini pun disediakan, mulai paket dengan harga Rp 40 ribu-Rp 50 ribu-an.

Yunita memiliki 30 orang karyawan. Khusus untuk juru masak atau koki  diambil dari orang Jawa (asli). Buka mulai jam 10 pagi dan tutup jam 21.00. Jadwal kerja karyawan ada dua shif. Sementara seragam yang dipakai bernuansa Jawa, yaitu Batik. Nah, jika anda ingin menikmati selera masakan Jawa di hari kerja atau libur datang saja ke  Warung Anglo. Rumah makan ini juga cukup luas, sehingga cocok untuk dinikmati bersama keluarga atau rekanan. Soal kenikmatannya, dijamin terasa sampai suapan terakhir. (sumber : koranpagionline.com)

Warung Anglo (Jingkrak) :
Jl Bulungan No 26, Jakarta Selatan,
Telepon (021) 722 0891