RS Husada

Rumah Sakit Husada didirikan oleh Dr. Kwa Tjoan Sioe pada tanggal 28 Desember 1924. Sebelum menjadi rumah sakit yang besar dan megah, Husada bermula dari sebuah poliklinik sederhana yang dibentuk oleh perkumpulan Jang Seng Ie dan diresmikan penggunaannya pada tanggal 11 Maret 1925. Berdirinya poliklinik sederhana tersebut telah membangkitkan upaya Dr. Kwa dan kawan-kawannya untuk meningkatkan kesadaran akan lingkungan hidup sehat di kalangan warga Jakarta pada saat itu.

Kisah selanjutnya membuahkan hasil yang terus berkembang secara nyata, seperti terbukti dari sambutan masyarakat yang semakin meningkat. Catatan statistik menunjukkan bahwa pada bulan Mei 1925 sebanyak 281 pasien telah berkunjung ke poliklinik Jang Seng Ie, meningkat menjadi 556 pasien pada bulan Juni 1925. Kompetensinya pun terus meningkat, bahkan membukukan prestasi sebagai rumah sakit pertama di Asia yang mempunyai unit perwatan anak, yang didirikan pada tahun 1929.

Kemudian pada tahun 1965 atas usulan Menteri Kesehatan waktu itu yaitu Prof Dr Satrio, nama rumah sakit ini di ubah menjadi RS Husada. Kemampuan RS Husada semakin diakui, seperti yang terjadi pada tahun 1971 dengan ditetapkannya rumah sakit tersebut oleh pemerintah sebagi Rumah Sakit Pusat II Wilayah Jakarta Utara. Kepercayaan pun semakin bertambah dan pada tahun1997 mendapatkan akreditasi penuh dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Kini, RS Husada telah memiliki sekitar 170 tenaga medis professional yang mencakup dokter umum, dokter spesialis dan dokter super spesialis. Dukungan sarana canggih, fasilitas mutakhir serta sumber daya manusia yang bisa diandalkan, semakin memantapkan keunggulan RS Husada dalam memberikan pelayanan kesehatan yang prima.

Sejarah Singkat
Pada tahun 1924 banyak rakyat jelata sangat kurang mendapat perhatian penguasa kolonial Belanda Khususnya dalam bidang kesehatan. Saat itu seorang dokter keturunan Tionghoa bernama Dr. Kwa Tjoan Sioe baru menyelesaikan studinya di Belanda. Keadaan tersebut membuat Dr. Kwa Tjoan Sioe terobsesi untuk mendirikan sebuah rumah sakit. Tujuannya bukan hanya untuk mendirikan sebuah rumah sakit sebagai tempat pengobatan tetapi juga untuk menyebarluaskan pengetahuan tentang cara hidup secara hiegenis dan sehat kepada masyarakat, serta  kesehatan ibu dan  anak. Untuk itu  beliau menghimpun kawan-kawannya untuk mendirikan perkumpulan Jang Seng Ie. Pada tanggal 23 Desember 1924 badan sosial Jang Seng Ie didirikan.

Jang Seng Ie sendiri mengandung arti menjaga kesehatan dan merawat kehidupan. Pada  tanggal 28 Desember 1924 diadakan upacara peresmian yang bertempat di Jalan Raya Mangga Besar (saat itu bernama Prinsenlaan) No. 40. Peresmian pembukaan dilaksanakan pada tanggal 11 Maret 1925, di mulai dengan Poliklinik yang dipimpin Dr. Kwa di bantu oleh 3 (tiga) orang tenaga Perawat dan 1 (satu) orang tenaga bidan yang dikhususkan bagi orang-orang miskin. Pada pertengahan tahun 1931, atas bantuan seorang pengusaha yaitu Aw Boon Haw menyumbang untuk membangun pavilion yang nantinya akan digunakan untuk merawat orang orang dari golongan mampu, dengan tujuan sebagai subsidi silang bagi orang  yang tidak mampu. Di tengah kegigihannya untuk membangun sebuah rumah sakit Dr. Kwa Tjoan Sioe meninggal dunia diusia 55 tahun.

Setelah wafat Dr. Kwa pembagunan dan pengembangan RS Jang Seng Ie tetap dilanjutkan. Pada tanggal  1 Juni 1965 nama Jang Seng Ie resmi diganti menjadi RS Husada yang diresmikan oleh Menteri Kesehatan saat itu (Mayjen. Prof. Dr. Satrio). Pada tanggal 25 Juni 1971 ditandatangani piagam kerjasama antara Pemerintah DKI sat itu Bapak Ali Sadikin dimana RS Husada ditetapkan sebagai RSUP di wilayah Jakarta Pusat bagian Utara.

Fasilitas Unggulan:MRI_MSCT
  • Diagnostic Imaging
    • CT Scan Multislice 16
    • Magnetic Resonance Imaging 1.5  Tesla
  • Unit Hepatobilier – Endoskopi Saluran Cerna
  • Diabetes Care Unit
  • Stroke Center
Fasilitas:Unit Stroke
  1. Unit Gawat Darurat 24 jam
  2. Rawat jalan
  3. Rawat Inap Super VIP s/d Kelas III
  4. Medical Chek Up
  5. Apotik 24 Jam
  6. Praktek Dokter Spesialis dan Sub Spesialis
  7. Klinik Perkembangan dan Bimbingan Anak (KPBA)
  8. Unit Pelayanan Diabetes Terpadu
  9. Unit Stroke
  10. Radiologi
  11. Husada Heart Center

Tindakan Khusus:Bedah

  1. URS+ Litoreipsi (Menghancurkan saluran kemih dengan laser Holmium)
  2. ESWL External Shockwave Lithotripsi (Pemecahan/Penghacuran batu saluran kemih dengan gelombang kejut dari luar tubuh)
  3. Tuna (Pengobatan prostat tanpa operasi dengan pemanasan menggunakan radio frekwensi)
  4. Bedah Pembuluh Darah
  5. Bedah Jantung
  6. Bedah Torak
  7. Torakoskopi Simpatektoni pada Hiperhidrosis Palmaris (Keringat berlebihan pada telapak tangan)
  8. Atroskopi lutut dengan coblation technology
  9. Hemadialise (Cuci darah)
  10. PTCA (Melebarkan pembuluh darah jantung dengan peniupan)
  11. Valvuloplasti (Melebarkan katub jantung dengan balon)
  12. Pemasangan Paju Jantung
  13. Klinik Interfilitas
  14. Laser Mata (Untuk menghambat kerusakan mata akibat penyakit diabetes mellitus)
  15. Laparoskopik Ginekoligi (Teropong)

Penunjang Diagnostik: Cath Lab Radiologi

  1. MRI 1. 5 Tesla
  2. Brainmapping (Pemetaan otak)
  3. Radiologi
  4. 16- Multi Slice CT Scan
  5. Mamografi
  6. Endoskopi, Endosonografi
  7. ERCP
  8. EEG, EMG
  9. Bronkoskopi
  10. Ekokardiografi
  11. Laboratorium dilengkapi dengan “Autoanaliser”
  12. Treadmill
  13. Kateterisasi Jantung
  14. Arteriografi / DSA
  15. Kampimetri / Octopus, USG Mata
  16. USG3 Dimensi dan 4 Dimensi
Rumah Sakit Husada
RSUP Wilayah Jakarta Pusat Bagian Utara
Jl. Raya Mangga Besar 137-139
Jakarta 10730
Telp.:021-6260108, 6490090, 6010500
Fax.:021-6497494
Kotak Pos: 2165/JKT 10001

2 Responses

  1. imanuel bs says:

    Mohon info :
    1. apakah rs husada melayani peserta askes sosial (PNS) ?.
    2. Berapa biaya penanganan/tindakan/pengobatan pembengkakan prostat dengan cara TUNA bagi peserta ASKES Sosial ?

  2. annisa says:

    mohon maaf…. ada perawat yang sangat judes dan kurang sopan …