Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) adalah sebuah perguruan tinggi di Surabaya. Institut Teknologi Sepuluh Nopember merupakan salah satu perguruan tinggi teknik terbesar di Indonesia, yang merupakan pusat unggulan sains dan teknologi di Indonesia. ITS terkenal dengan keunggulan di bidang teknologi perkapalan dan robotika. Saat ini ITS sedang dalam proses untuk mendapatkan international recognition sehingga mulai tahun akademik 2005/2006 ITS tidak hanya menerima lulusan SLTA Indonesia, tapi juga pelajar lulusan luar negeri.

Kampus ITS Sukolilo menempati areal seluas 180 hektare dengan luas bangunan seluruhnya kurang lebih 150.000 m2. Selain itu terdapat Kampus Manyar yang dipergunakan oleh Program D-3 Teknik Sipil dengan luas bangunan 5.176 m2 dan Kampus ITS Cokroaminoto yang dipergunakan untuk magister manejemen serta beberapa lembaga kerjasama dengan luas bangunan 4.000 m2.

SARANA DAN FASILITAS

Sarana Pendidikan Jumlah Ruang Luas (m2)
Ruang Kelas/Kuliah 73 5743.88
Laboratorium/Workshop/Studio 117 9682.21
Ruang Dosen 127 1977.45
Ruang Administrasi 3 288.00
Ruang Seminar/lokakarya 14 1826.43
Ruang Kegiatan Mahasiswa 17 425.00
Ruang Pusat Komputer 8 995.35
Ruang Baca 9 758.64
Ruang Bidang Studi 30 2026.00
Ruang Gudang 17 839.51
Jumlah Judul Buku (tidak termasuk perpustakaan) 8248
Jumlah Buku 12849

FAKULTAS DAN JURUSAN

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA)

  • S1 Fisika
  • S1 Matematika
  • S1 Statistika
  • S1 Kimia
  • S1 Biologi
  • D3 Statistika

Fakultas Teknologi Industri (FTI)
Fakultas Teknologi Industri sebagai fakultas terbesar di ITS yang meliputi 6 jurusan dengan luas total bangunan 27.160 m2 dari total 188 hektare luas kampus, didukung oleh 321 orang Tenaga Akademik dan 196 Tenaga Kependidikan, dengan jumlah mahasiswa sebanyak 6.161 (Bulan Oktober 2007) yang tersebar dalam 18 Program Studi yang terdiri dari :

Teknik Mesin

  • Program Sarjana (S1)
  • Program Magister (S2)
  • Program Diploma III (D3)

Teknik Elektro

  • Program Sarjana (S1)
  • Program Magister (S2)
  • Program Doktoral (S3)
  • Program DIII Computer Control

Teknik Kimia

  • Program Sarjana (S1)
  • Program Magister (S2)
  • Program Doktoral (S3)
  • Program Diploma III (D3)

Teknik Fisika

  • Program Sarjana (S1)
  • Program Magister (S2)
  • Program DIII Teknik Instrumentasi

Teknik Industri

  • Program Sarjana (S1)
  • Program Magister (S2)
  • Teknik Material & Metalurgi
  • Program Sarjana (S1)

Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP)

Teknik Sipil

  • Program Sarjana (S1)
  • Program Magister (S2)
  • Program Doktoral (S3)
  • Diploma III (D3)

Teknik Arsitektur

  • Program Sarjana (S1)
  • Program Magister (S2)
  • Program Doktoral (S3)

Teknik Lingkungan

  • Program Sarjana (S1)
  • Program Magister (S2)
  • Program Doktoral (S3)

Desain Produk Industri

  • Program Sarjana (S1)
  • Program Magister (S2)

Teknik Geomatika

  • Program Sarjana (S1)
  • Program Magister (S2)

Perencanaan Wilayah dan Kota

  • Program Sarjana (S1)

Fakultas Teknologi Kelautan (FTK)

  • S1 Teknik Perkapalan
  • S1 Teknik Sistem Perkapalan
  • S1 Teknik Kelautan

Fakultas Teknologi Informasi (FTIf)

  • S1 Teknik Informatika
  • S1 Sistem Informasi

Program Pasca Sarjana (PPS)

  • S2 Fisika
  • S2 Statistika
  • S2 Teknik Mesin
  • S2 Teknik Elektro
  • S2 Teknik Industri
  • S2 Teknik Informatika
  • S2 Teknik Sipil
  • S2 Arsitektur
  • S2 Teknik Lingkungan
  • S2 Teknologi Kelautan
  • S2 Magister Manajemen Teknologi
  • S3 Teknik Kimia
  • S3 Teknik Sipil
  • S3 Arsitektur
  • S3 Teknik Elektro
  • S3 Teknologi Kelautan

Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)

Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS)
Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, adalah perguruan tinggi negeri yang terdapat di Kota Surabaya, Provinsi Jawa Timur, Indonesia.

Sejak didirikan pada tahun 1987, PPNS ITS merupakan satu-satunya politeknik negeri di bidang pendidikan vokasional perkapalan dan berorientasi pada marine manufacture. Dalam Melaksanakan program link & match dengan industri, PPNS menjalin hubungan kerjasama yang kuat dengan pihak industri dan terlibat langsung dalam penyusunan enam standar kompetensi nasional serta mengembangkan pola pendidikan teaching factory melalui produksi kapal-kapal kecil, jasa desain, inspeksi, pengujian bahan DT & NDT, fabrikasi, konstruksi, dll PPNS ITS senantiasa meningkatkan kualitas pendidikan antara lain dengan menjalankan program Award dari Ditjen Dikti berupa Grant Due Like, dua Grant TPSDP dan Grant INHERENT.

Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Kota Surabaya 60111, Jawa Timur, Indonesia
Kampus I: Kampus ITS Keputih, Sukolilo, Surabaya 60111, Jawa Timur
Kampus II: Jl. Cokroaminoto 12 A, Surabaya, Jawa Timur
Kampus III: Jl. Manyar 8, Surabaya, Jawa Timur
Telp. (031) 5994251/ 5947264
Fax. (031) 5923465

1 Response

  1. Eky says:

    While 18 hr test with 15kW output from a 30kg dviece would almostcertainly exclude any chemical sources including NiMH battery self-discharge, we must be careful to verify the validity of the power numbers. Low power over long period of time can also be easily explained by chemical sources. In fact my proposed mechanism of NiMH thermal induced self-discharge would behave this way produce lower amount of power for longer period of time if higher continuous water flow suggested by Levi lowers the temperature of the reactor. So it comes down to how high was the power .Power numbers are coming from measurements of water flow and temperature, that was done off-site from university (e.g. using equipment provided by Rossi). To exclude possibility of foul play, all metrology needs to be done by equipment provided and calibrated by University or company that specializes in dviece calibration.To give example how easy it is to be mistaken in the favorable direction, in this particular case it takes only +2.5oC error in input temperature of 15C and -2.5 oC error in output temperature of 20C to make a difference between 15kW and 0kW power. 2.5oC is typical error range for off-the shelf thermometers. It takes a scientific grade calibrated thermocouples to get to 0.1oC accuracy.Also water flow measurement can be similarly mis-calibrated and it is difficult to intuitively estimate its correctness (300 l/h or 30 l/h??) unless you have lots of experience measuring such things which industrial thermal engineers have but nuclear physicists lack.The bottom line is if we are dealing with black box demonstration, we should treat it with complete mistrust and assure that _nothing_ is left open to possible manipulations. Metrology is the first place to require 100% independent external control.Regards,Yevgen