Pulau Natuna

Natuna seperti pulau tersendiri yang terpencil jauh dari pulau-pulau lain. Letaknya di antara Kalimantan dan Sumatera, tetapi jauh di utara. Berbagai cerita tentang pulau ini melintas di berbagai zaman, mulai dari kisahnya diakui sebagai wilayah Indonesia, minyak dan gas alam yang berlimpah, hingga cita-cita negara asing untuk bercokol di sana. Belakangan saya tahu, Natuna ternyata sebuah kepulauan. Jumlah pulaunya ada 272. Bayangkan, ada berapa kemungkinan pantai eksotis di tengah Laut China Selatan ini.

Di perairan lautnya yang dalam terkandung kekayaan alam berwujud ikan dan biota laut lainnya. Belum lagi keelokan pantai dan keindahan terumbu karang yang sangat menawan. Bagi warga Natuna, Pulau Natuna Besar dan pulau-pulau kecil di sekitarnya lebih sering disebut sebagai Bunguran.

Kebanyakan warga Natuna adalah orang Melayu. Salah satu makanan yang khas adalah kerang yang dimakan dengan sambal calok-cabai dan irisan udang yang superpedas. Uniknya, ada beberapa angkringan ala Jawa di Ranai. Malam-malam, orang-orang banyak berkumpul di warung dan disko dangdut.

Sepanjang jalan banyak batu-batu andesit superbesar. Beberapa bahkan lebih tinggi dari 4 meter. Berbagai bentuk batu andesit memberikan keindahan yang tak biasa. Dengan latar air yang bening, matahari yang cerah, pemandangan batu andesit berbentuk jamur, beberapa puluh meter ke arah laut menjadi latar foto yang diperebutkan. Ada juga jembatan kayu yang menghubungkan tiga batu besar yang berpusat di satu gundukan kecil di tengah. Ibarat, berada di pusat semesta. (berbagai sumber)