Agung Rai Museum of Art

ARMAAgung Rai Museum of Art (ARMA) dibuka secara resmi pada 9 Juni 1996 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. merupakan realisasi yang dicita-citakan oleh pendirinya yaitu Agung Rai, yang mencerminkan filosofi, suatu kecintaan terhadap seni, lebih lagi untuk pemeliharaan dan kepentingan masyarakat.

Agung Rai mencintai dunia seni yang telah tumbuh sehari-hari. Dedikasinya meningkat secara dramatis setelah melihat koleksi dua museum di Ubud yaitu Puri Lukisan Museum dan Neka Museum. Ciri khas dan identitas dari tiap museum ini dicerminkan di dalam pengaturan yang unik. Agung Rai mulai mengumpulkan lukisan dengan serius tahun 1980.

Museum ARMA di bawah Yayasan untuk urusan operasional. Museum Arma juga memelihara dan mempromosikan kultur dan seni tidak hanya Bali, tetapi juga Indonesia pada umumnya agar dapat dikenal ke seluruh dunia.

Museum Agung Rai bukan sekedar museum lukisan, namun museum ini merupakan tempat yang mempunyai keunikan tersendiri karena di tempat ini juga kita dapat mengetahui tentang seni budaya tradisional Bali serta segala aspek kehidupan masyarakatnya. Banyak hal bisa di dapat dari museum ini, antara lain tentang lukisan itu sendiri, gamelan Bali, seni memahat kayu, tarian Bali, sejarah Bali, batik Bali, serta makanan khas Bali. Di sini pengunjung dapat merasakan dan membuat langsung apa yang tersebut diatas bersama dengan pemandu yang telah disediakan.

Agung Rai museum berdiri diatas lahan seluas 5 Ha, atas keinginan seorang Agung Rai sendiri dimana beliau seorang pecinta seni khususnya seni budaya Bali. Museum ini diresmikan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, Prof.Dr.Ing Wardiman Djojonegoro pada tanggal 9 Juni 1996 dan dikelola langsung oleh yayasan ARMA (Agung Rai Museum of Art) yang didirikan pada tanggal 13 Mei 1996.

Koleksi
Koleksi museum berupa lukisan modern dan lukisan tradisional. Tidak hanya hasil karya seniman Bali, tetapi juga pelukis Indonesia, seperti Affandi, Sudjojono, Hendra Gunawan, Srihadi Soedarsono, Abas Alibasyah, dan yang lain. Ada juga hasil karya seniman asing yang menggambarkan inspirasi dari kultur dan kecantikan Bali yang alami, seperti Rudolf Bonet, Arie Smith, Le Mayeur de Merpres, Willem Hofker, Antonio Blanco, Theo Meier, Donald Friend, Hans Snel dan lainnya.

Fasilitas
Jika anda mengunjungi tempat ini, anda akan merasakan kenyamanan yang lebih karena museum ini telah dilengkapi dengan berbagai fasilitas seperti perpustakaan dan ruang baca, toko buku, resort hotel, ruang konferensi, panggung hiburan, restaurant, café, toilet  serta tempat parkir yang luas.

Lokasi
Agung Rai Museum berjarak kurang lebih 23 km dari arah Kota Denpasar Bali dan dalam waktu kira-kira 35 menit, anda tiba di museum ini.

Jam Kunjungan
Setiap hari: 09.00 – 18.00 WITA
Hari Raya Nyepi” Tutup

Karcis Masuk
Dewasa: Rp 25.000
TK – SLTA: Gratis

Agung Rai Museum of Art (ARMA)
Jalan Bima, Pengosekan,
Ubud – Gianyar
Telepon 62-361-974228
Faks.62-361-975332, 974229