Nasi Pedas Ibu Andhika

WARUNG makan biasa. Itulah awalnya Warung Ibu Andhika, yang menyediakan masakan rumahan, di tahun 2002. Lama-lama, dengan masakan khasnya berupa Nasi Pedas, warung makan yang tadinya biasa, kini jadi luar biasa. Ada tiga warung di Bali, yakni dua di Kuta dan satunya lagi di Jimbaran.

“Sebutan Nasi Pedas berasal dari para pelanggan yang makan di sini,” kata Ibu Andhika, menuturkan asal muasal warungnya. Nama warungnya pun, tidak neko-neko, sesuai dengan nama pemiliknya, yakni Warung Ibu Andhika. Kini, setiap orang mengenal Nasi Pedas itu pasti dari Warung Ibu Andhika.

Mengapa Nasi Pedas? Rasa pedas itu, berasal dari sambal yang menyertai nasi yang disajikan. Sambal khas buatan Ibu Andhika memang memiliki aroma kuat dan teramat pedas. Begitu disatupadukan dengan nasi, jadilah Nasi Pedas. Seperti apa sebenarnya Nasi Pedas ini? Sebenarnya menu Nasi Pedas sangat sederhana, yakni nasi yang disajikan dengan oseng sayuran, kulit ayam goreng pedas, tempe kering, dan sate sapi.

Tentu saja yang terpenting adalah sambal super pedas, yang warna merah menyala. Oleh sebagian pelanggan, malah khusus sambalnya dinamakan ‘Sambal Setan’. Di luar Nasi Pedas, tentu saja Warung Ibu Andhika menyediakan menu lain. Misalnya saja ayam bakar dan sambal goreng.

Warung Ibu Andhika yang buka sejak pukul 3 sore ini mempekerjakan 14 rata-rata 14 karyawan untuk setiap warungnya, dan baru tutup sekitar pukul 4 pagi. Bagi Anda yang gemar dengan masakan pedas, tak ada salahnya mencoba Nasi Pedas Ibu Andhika ini.

Alamat : Jl. Raya Tuban 118, Kuta, Bali

(sumber : portalbus)

1 Response

  1. amos musadi says:

    mendengar ceritanya, masakknya pasti enuk…banget. tlong beri alamat dan phone kalau2 pengin hubungan. trims