Pasar Seni Sukawati

Bali, Pulau Dewata nan eksotik ini tak hanya memiliki Tanah Lot yang indah, atau Pantai Kuta yang sudah mendunia. Tetapi juga ada tempat lain yang tak kalah menarik,yaitu Pasar Seni Sukawati. Mau tau tempat belanja oleh-oleh selama ini? Mungkin anda juga sudah pernah ke sana. Apalagi kalau bukan Pasar Seni Sukawati. Dimana Pasar Seni Sukawati ini terletak di Daerah Tingkat II Gianyar, yang terkenal dengan keseniannya. Dari dulu hingga sekarang, pasar seni Sukawati telah menjadi pilihan favorit tempat belanja bagi wisata wan yang sedang liburan di pulau Bali. Dengan menempuh perjalanan kurang lebih 1 jam dari Kuta, anda akan sampai di pasar seni ini yang menawarkan berbagai barang seni dengan harga jauh lebih murah dibandingkan tempat lain. Mungkin bisa dibilang sebagai “malioboro”nya Bali.

Pasar ini terletak sekitar 30km arah timur Denpasar (40 menit drive dari Kuta), dipinggir jalan raya Sukawati. Kalau anda dari arah Denpasar, pasar seni ada di kiri jalan dan pasar tradisional ada dikanan jalan, Mudah sekali mencari lokasi Pasar Seni Sukawati. Disini ratusan pedagang seni berkumpul menjajakan barang-barang seni. Jika berlibur ke Bali, jangan lupa mampir ke Pasar Seni Sukawati. Saran itu sering diucapkan para pemandu wisata di Bali. Pasar yang terletak di daerah Sukawati, takjauh dari Ubud, terkenal sebagai pasar seni dengan harga murah.Barang-barang yang dijual cukup menarik dan harganya pun miring. Mulai dari sandal manik-manik, celana pendek khas Bali, pakaian, batik, tas,lukisan, patung kayu, bed cover, alat-alat rumah tangga sampai pernak-pernik dan perhiasaan dijual disini.

Cukup membuat kepala anda pusing kalau ke pasar ini, karena sangat ramai pembeli. Tapi kalau buat yg suka belanja terutama kaum hawa, Sukawati adalah surganya. Disini jangan takut untuk menawar, penjual tidak akan marah kalau kita menawar dengan harga rendah. Sepasang sandal manik-manik kalau kita pandai menawar bisa kita beli seharga sepuluh ribu rupiah. Bahkan dalam tawar menawar disarankan untuk menawar sepertiga dari harga jual. Bila merasa kurang puas dengan harga yang sedang dinegoisasi, jangan takut untuk meninggalkan si penjual. Selama harga tersebut masih menghasilkan untung bagi si penjual, pasti anda akan dipanggil kembali. Barang yang paling laku biasanya sandal, pakaian, dan barang-barang seni khas Bali.

Kalau ingin berbelanja, sebaiknya di pagi hari. Karena pada pagi hari sekitar pukul 8–10, para penjualnya baru selesai sembahyang. menurut kepercayaan mereka, apabila berhasil jualan di pagi hari, maka akan mendatangkan kelarisan untuk jam-jam kedepannya. Hal ini biasa disebut sebagai“penglaris”. Pasar Seni Sukawati telah berdiri dari tahun delapan puluhan. Buka jam delapan pagi sampai jam enam sore. Kecuali hari Galungan dan Nyepi, Pasar Sukawati buka setiap hari dan biasanya ramai pada hari Minggu atau hari libur. Dikarenakan banyak turis asing yang berbelanja di Pasar Seni ini.

Ada satu hal menarik yang tidak boleh dilewatkan di Pasar Seni Sukawati ini. Para perempuan penjual kerajinan di Pasar Seni Sukawati, biasanya selalu mengenakan selendang tipis yang diikatkan di pinggangnya. Konon, kita bisa mengenali status perkawinan mereka hanya dengan melihat ikatan selendang yang ada di pinggangnya itu. Selendang yang simpulnya di depan, berarti dia masih gadis. Selendang yang simpulnya ada di samping, berarti dia sudah menikah. Sedangkan selendang yang simpulnya ada di belakang, berarti dia janda.

Belanja disini juga harus memperhatikan kualitas. Periksalah kualitas barang, jangan sampai anda kecewa dengan barang yang dibeli. Seperti saran para pemandu wisata. Jika ke Bali, jangan lupa mampir ke Pasar Seni Sukawati. Menariknya, bagi yang hobby menawar, keahlian anda bisa diterapkan. Popularitas Pasar Seni Sukawati yang telah menjadi pusat belanja oleh-oleh terlengkap itu, bagai obyek wisata Pantai Kuta, yang juga dikenal dengan sebutan, “Belum ke Bali kalau tidak mengunjungi Pantai Kuta”.

(berbagai sumber)