Sate Kakul Pan Putu

Anda mau mencoba menu masakan yang berbeda di pulau yang indah dan cantik ini, di Bali? Ayam, bosan? Ikan, sering sekali? Makanan Seafood, apalagi? Kini ada yang baru dan mungkin anda belum pernah mencoba sama sekali. Untuk mengobati rasa penasaran akan citarasa baru di Bali, olahan masakan berbahan kakul seperti sate kakul, ares kakul, oseng-oseng kakul, penyon kakul, tum kakul, dan krupuk kakul buatan Pan Putu bisa menjadi alternatif untuk pilihan kuliner di Bali.

Mungkin kuliner yang satu ini tergolong ekstrim bagi beberapa orang. Karena bahan dasarnya adalah “kakul” sejenis keong yang biasanya hidup di sawah – sawah. Dagingnya agak kenyal, lebih kenyal dari kerang laut, rasanya sangat gurih dengan aroma khas. Tidak banyak yang menjual kuliner seperti ini di Bali, salah satunya dapat ditemui di seputaran Jalan A. Yani. Tempatnya pun Sangat nyaman, sederhana dengan alunan musik tradisional.

Dari luar, warung Pan Putu tampak sederhana dengan latar belakang pertanian dan terbuat dari bambu-bambu sehingga mengesankan suasana desa sesuai dengan menu kakul yang disediakan. Setelah masuk, kita sudah disajikan box penyimpanan kakul mentah yang siap diolah menjadi berbagai macam hidangan. Warung milik Putu Suastika ini sudah berdiri sejak 2 tahun yang lalu dan mengawalinya dengan melakukan riset terhadap kakul.

Dan didapatkan data berupa zat-zat yang terkandung di dalam kakul yaitu:

  1. Kadar Air = 81 gram
  2. Energi = 64 k.kal
  3. Protein = 12 gram
  4. Lemak = 1 gram
  5. Kalsium = 217 m.gram
  6. Pospor = 78 m.gram

Menurut Pak Putu, kakul bermanfaat untuk menurunkan tensi bagi yang memiliki hypertensi. Bagi yang mempunyai tekanan darah rendah diperbolehkan mengkonsumsi kakul dengan batas tertentu. kandungan protein dari kakul ini lumayan tinggi dan bebas kolesterol, Perpaduan kakul dan bumbu – bumbu khas bali, menghasilkan suatu cita rasa unik yang memanjakan lidah.

Di Warung Pan (Bapak) Putu di Jl. Ahmad Yani, Denpasar, kita bisa mencoba satu set menu dari keong sawah yang gurih ini. Jika kita memesan paket menu ini, kita mendapatkan satu mangkuk gule, sepuluh tusuk sate, pepes, nasi, dan aneka sambal khas Bali. Semuanya diolah dari bekicot atau keong sawah, kecuali sambalnya. Melihat harganya, sekitar Rp 10.000 per set, bukan tak mungkin turis Perancis akan berbondong-bondong ke warung Pan Putu ini. Rasa rempah khas masakan Bali akan memberikan cita rasa berbeda pada olahan keong sawah ini.(berbagai sumber)

Alamat : Jl. Ahmad Yani No.187-Denpasar
Telepon : 0361-7934248

1 Response

  1. ryan says:

    di daerah saya banyak kakul,