• -6.153636, 106.792756

Bir Pletok

Bir Pletok

Bir Pletok

Biasanya, bir itu identik dengan minuman keras (miras), memabukkan dan haram. Tapi tidak bagi minuman yang satu ini, Bir Pletok. Sebaliknya, minuman khas  Betawi ini punya manfaat positif bagi tubuh dan juga halal tentunya. Bir pletok diciptakan sejak Belanda masih bercokol di Indonesia. Orang-orang Belanda pada saat itu sangat gemar mengonsumsi bir, namun karena di Betawi waktu itu mayoritas masyarakat beragama Islam, maka meminum bir yang notabene mengandung alkohol harus dilarang. Di sanalah kreativitas kuliner ala Betawi dimulai.

Dinamakan bir pletok karena dulu diminum dengan batu es yang dimasukan ke dalam gelas bambu, jika di kocok atau goyang-goyang jadi berbusa dan menimbulkan bunyi “Pletak-Pletok”. Dahulu biasanya Bir Pletok hadir di acara hajatan orang betawi. Dihidangkan bersama kue khas dari betawi, seperti kue apem, talam, ketan bakar dan sebagainya.

Bahan-bahan yang digunakan untuk membuat bir pletok ini antara lain : jahe merah, kayu secang, kayu manis, kapulaga dan gula pasir. Proses pembuatannya juga cukup simple, semua bahan rempah-rempah kecuali secang direbus jadi satu selama lebih kurang 30 menit. kemudian baru dimasukkan secang dan di aduk rata selama sekitar lima menit. Setelah itu, ditambahkan gula dan garam secukupnya, diaduk hingga mendidih selama lebih kurang lima menit. Tidak sampai satu jam minuman berkhasiat ini siap disajikan. Rasanya tetap segar dan menghangatkan ketika diminum.

Namanya juga dibuat dari rempah-rempah, sudah pasti banyak khasiatnya. Contohnya kayu secang yang terkenal sebagai pengusir panas dalam, atau jahe yang bisa mengobati masuk angin. Bisa diminum kapan aja dan tidak tergantung cuaca,  Kalo cuaca lagi panas, kasih batu es sebagai pelepas dahaga yang sehat. Kalo cuaca lagi dingin, minum anget-anget. Dan biarpun tidak pakai pengawet, bir pletok ini cukup tahan lama.

Pembuat bir pletok cuma ada beberapa di Jakarta. Dan mereka berusaha membudidayakan minuman ini agar orang tidak melupakan minuman yang segar berkhasiat ini. Meski tiap pembuat bir pletok mempunyai ramuan yang khas untuk mencirikan daerah masing-masing, tapi tidak menjadi masalah karena bahan dasar tetap dipertahankan untuk menjaga rasa.

(berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>