• -6.153636, 106.792756

Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia adalah sebuah museum di Jakarta, Indonesia  yang terletak di Jl. Pintu Besar Utara No.3, Jakarta Barat (depan stasiun Beos Kota), dengan menempati area bekas gedung Bank Indonesia Kota yang merupakan cagar budaya peninggalan De Javasche Bank yang beraliran neo-klasikal, dipadu dengan pengaruh lokal, dan dibangun pertama kali pada tahun 1828. Museum ini menyajikan informasi peran Bank Indonesia dalam perjalanan sejarah bangsa yang dimulai sejak sebelum kedatangan bangsa barat di Nusantara hingga terbentuknya Bank Indonesia pada tahun 1953 dan kebijakan-kebijakan Bank Indonesia, meliputi pula latar belakang dan dampak kebijakan Bank Indonesia bagi masyarakat sampai dengan tahun 2005. Penyajiannya dikemas sedemikian rupa dengan memanfaatkan teknologi modern dan multi media, seperti display elektronik, panel statik, televisi plasma, dan diorama sehingga menciptakan kenyamanan pengunjung dalam menikmati Museum Bank Indonesia.

Museum Bank Indonesia adalah sebuah museum yang memang di sengaja didirikan untuk memberikan informasi kepada masyarakat tentang sejarah dan peran sentral Bank Indonesia (BI) dalam dunia perbankan di negri ini. Museum ini menempati gedung tua yang didirikan oleh Pemerintah Belanda pada tanggal 8 April 1828 M dengan luas bangunan sekitar 14.000 meter persegi. Semula gedung ini merupakan sebuah rumah sakit dengan nama Binnen Hospital, namun kemudian dialihfungsikan menjadi sebuah Bank dengan nama De Javasche Bank. Dalam sejarahnya, De Javasche Bank adalh sebuah bank sirkulasi yang didirikan Pemerintah Belanda pada tanggal 24 Januari 1882 M. Selama bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun, bank ini beroperasi dan berkembang berdasarkan suatu Oktroi (hak cipta) dari penguasaan Kerajaan Belanda untuk mengatur sistem moneter di tanah jajahannya. Namun, sejak pendudukan Jepang di Nusantara, Bank ini praktis tidak beroprasi lagi.

Selain itu terdapat pula fakta dan koleksi benda bersejarah pada masa sebelum terbentuknya Bank Indonesia, seperti pada masa kerajaan-kerajaan Nusantara, antara lain berupa koleksi uang numismatik yang ditampilkan juga secara menarik. Peresmian Museum Bank Indonesia dilakukan melalui dua tahap, yaitu peresmian tahap I dan mulai dibuka untuk masyarakat (soft opening) pada tanggal 15 Desember 2006 oleh Gubernur Bank Indonesia saat itu, Burhanuddin Abdullah, dan peresmian tahap II (grand opening) oleh Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, pada tanggal 21 Juli 2009.

Museum Bank Indonesia memiliki banyak koleksi, baik dalam bentuk benda sejarah, dokumen, informasi, dan lain-lain yang terkait dengan sistem moneter dan kebijakan yang dilakukan oleh BI dari masa berdirinya hingga sekarang. Di antara koleksi benda bersejarah museum ini adalh perforator manual, pintu khazanah, mesin hitung ontel REMINGTON 77, lemari brankas, lemari besi LAMPERTZ, Alat pelubang kupon/deviden, kapstok gantung, fragment neraca, timbangan emas, mesin penghitung uang Elektronik, prasati pendirian gedung De Javasche Bank, alat press kertas, mesin hitung NASIONAL dan sebuah meja kerja gaya Belanda lama.

Hingga saat ini Museum Bank Indonesia telah memiliki berbagai fasilitas, antara lain :

  • Ruang Penitipan Barang : Ruang ini disediakan bagi pengunjung untuk menitipkan barang-barang selama berkunjung ke museum.
  • Ruang Auditorium : Ruangan ini terletak di lantai dua dan berdekatan dengan ruang Pusat Informasi Bank Indonesia. Ruangan ini digunakan sebagai tempat penyelenggaraan kegiatan-kegiatan seperti diskusi, seminar, ceramah, simposium dan lain-lain.
  • Kios Buku dan Cinderamata : Di ruangan ini pengunjung dapat membeli buku-buku yang berkaitan dengan Bank Indonesia, dan dapat meminta berbagai hasil publikasi terkait kegiatan-kegiatan museum, serta dapat membeli cinderamata yang berkaitan dengan museum.
  • Ruang Banking Expo : Di ruangan ini, bank-bank dari dalam negri maupun luar negri, dapat mempromosikan produk-produk terbarunya, sehingga para pengunjung dapat membandingkan keunggulan masing-masing bank.
  • Ruang Serbaguna : Ruangan yang terdapat di lantai satu ini disediakan bagi pengunjung untuk berbagai keperluan, antara lain pernikahan, rapat besar, pesta, dan acara-acara besar lainnya.
  • Kafe Museum : Di ruangan ini pengunjung dapat beristirahat dan sekaligus menikmati makanan dan minuman disertai suguhan koleksi bacaan koran dan majalah yang khusus membahas masalah ekonomi, bisnis, dan keuangan. Selain itu di ruangan ini juga terdapat televisi dengan chanel khusus yang menayangkan program-program yang berkaitan dengan ekonomi, bisnis dan keuangan.
  • Fine Dinning Restaurant : Berbeda dengan kafe museum, Fine Dinning Restaurant menawarkan suasana ruang makan yang lebih ekslusif.
  • Perpustakaan : Di Museum Bank Indonesia terdapat dua perpustakaan, yang pertama adalah perpustakaan untuk masyarakat umum, sedangkan yang kedua adalah khusus untuk para peneliti museum. Dua perpustakaan tersebut mempunyai koleksi cukup lengkap.
  • Pertokoan : Di museum ini juga terdapat beberapa pertokoan yang menjual barang-barang dagangan seperti pakaian dan barang-barang kelontong.
  • Masjid : Museum ini juga menyediakan fasilitas tempat ibadah yaitu Masjid Sjafruddin.

Wisatawan yang berkunjung ke museum ini tidak di pungut biaya. Museum ini buka pada hari Selasa hingga Minggu, sedangkan untuk hari Senin dan hari besar tutup. Pada hari Selasa hingga Kamis, museum ini buka pada pukul 08.00-14.30 WIB, untuk hari jum’at pada pukul 08.30-11.00 WIB, sedangkan pada hari Sabtu dan Minggu dari pukul 09.00-16.00 WIB.

Alamat : Jl. Pintu Besar Utara No.3 Jakarta Barat
Telp : 2600158 Ext : 8100, 8111

(berbagai sumber)

One thought on “Museum Bank Indonesia

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>