Museum Polri

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) terbentuk dari perjalanan sejarah yang panjang dari masa penjajahan kolonial dan masa perjuangan kemerdekaan Indonesia. Di awal kelahirannya, Polri tidak saja harus menjalankan tugas kepolisian sebagai pelindung dan penjaga ketertiban masyarakat tetapi juga mendapat tugas sebagai kekuatan perang dalam perjuangan bersenjata mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Ide pembangunan Museum Polri dicetuskan oleh Kapolri Jenderal Polisi Bambang Hendarso Danuri dengan tujuan melestarikan nilai-nilai kesejarahan Kepolisian Negara Republik Indonesia dan pewarisannya pada generasi mendatang. Melalui Museum Polri, diharapkan muncul gambaran tentang watak kelembagaan Polri yang semakin modern, profesional, dan mandiri sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.

Pada hari Rabu 1 Juli 2009 Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri HUT Kepolisian Negara Republik Indonesia atau yang lebih dikenal dengan hari Bhayangkara yang pada tahun ini sekaligus menjadi hari diresmikannya Museum Polri yang berlokasi di Jl. Trunojoyo No.3, Jakarta. Berdampingan dengan Markas Besar Kepolisian Republik
Indonesia.

Untuk mengelilingi museum ini diperkirakan sekitar 60 menit supaya bisa melihat seluruh diorama dan perlengkapan bersejarah Polri. Inilah bagian dari museum Polri yang bisa disaksikan : Tri Brata dan Catur Prasetya yang merupakan dasar dalam menjalankan tugas sebagai anggota Polri akan menyambut pengunjung museum Polri . Di Lantai dasar Pengunjung juga dapat melihat di dinding museum daftar nama Pejuang Polisi yang gugur saat menjalankan tugas, seperti perjuangan saat merebut Irian barat, Melindungi pahlawan revolusi, Korban tsunami, Korban dari Teroris, dan lain lain.

Masih dilantai dasar, pengunjung akan diperlihatkan sejarah patroli dari sepeda patroli berkembang menjadi sepeda motor patroli sampai motor patroli yang terbaru, yang menarik lagi dilantai dasar ada mobil patroli terkini yang dimiliki oleh Polri,didalamnya sudah dilengkapi perlengkapan IT untuk menyimpan data yang diperlukan oleh anggota untuk melaksanakan tugasnya.

Museum ini terdiri dari 3 lantai. Namun yang sudah dipenuhi oleh koleksinya adalah lantai 1 dan 2. Di lantai 1, kita bisa menyaksikan sejarah perjalanan kepolisian kita, mulai dari jaman awal kemerdekaan sampai sekarang. Beberapa kasus kriminal besar yang berhasil diungkap Polri, dipampangkan di salah satu dinding museum ini, seperti Kusni Kasdut, Jhonny Indo, Sum Kuning.

Di bagian lain, kita bisa juga menyaksikan senjata-senjata yang pernah digunakan Kepolisian RI. Kita bisa menyaksikan senjata buatan Ceko, Rusia, Amerika, Inggris, sampai produksi dalam negeri, Pindad. Di satu bagian, ada area yang dinamakan Hall Of Fame, dimana dipajang foto-foto Kapolri dari pertama sampai sekarang, berikut kata-kata mutiara dari masing-masing Kapolri, termasuk Kapolri Hoegeng sampai dengan kapolri Jenderal Sutanto. Banyak foto -foto yang mengambil momen yang menarik seperti  Kapolri Jenderal Purnawirawan Bimantoro dengan rekan-rekannya.

Di lantai 2, ada area untuk anak-anak. Di sini, anak-anak bisa bermain-main, tentu tidak lepas dari edukasi seputar polisi. Mulai dari disiplin lalu lintas, mencari penjahat dll. Ada juga miniatur tentang program Quick wins yang dilaksanakan oleh Polri di era Kepemimpina Kapolri Bambang Hendarso Danuri untuk meningkatkan kepercayaan
masyarakat sesuai dengan Grand Strategi Polri  untuk mendapatkan kepercayaan Publik.

Masih ada banyak materi yang dipertontonkan di sini. Kita bisa banyak tahu bagaimana cara kerja polisi, bagian-bagian apa dari kepolisian, sampai bentuk-bentuk seragamnya. Selain itu ada juga Tanda Jabatan, Tongkat komando, Pet dan tanda kepangkatan untuk polisi dari pangkat Bhayangkara sampai Jenderal. Dari kepangkatan yang digunakan pertama kali sampai dengan model kepangkatan yang digunakan saat ini.

Alamat:
Jl. Trunojoyo No. 3 – Kebayoran Baru
Jakarta, Indonesia, 12110
Terbuka untuk umum, Selasa s/d Minggu

(berbagai sumber)