Museum Taman Prasasti

Museum Taman Prasasti adalah sebuah museum cagar budaya peninggalan masa kolonial Belanda yang berada di Jalan Tanah Abang No. 1, Jakarta Pusat. Museum ini memiliki koleksi prasasti  nisan kuno serta miniatur makam khas dari 27 propinsi di Indonesia, beserta koleksi kereta jenazah antik. Museum seluas 1,2 ha ini merupakan museum terbuka yang menampilkan karya seni dari masa lampau tentang kecanggihan para pematung, pemahat, kaligrafer dan sastrawan yang menyatu. Museum Taman Prasasti diresmikan pada tanggal 9 Juli 1977 oleh gubernur saat itu, Ali Sadikin, setelah selama 2 tahun jenazah-jenazah yang ada di makam ini direlokasi pada tahun 1975-1977. Sejak Agustus 2003, pengelolaan museum yang terletak persis di sebelah kantor Walikota Jakarta Pusat ini, bergabung dengan manajemen Museum Sejarah Jakarta.

Semula Museum Taman Prasasti yang terletak di Jl. Tanah Abang I ini adalah pemakaman umum bernama Kebon Jahe Kober seluas 5,5 ha dan dibangun tahun 1795 untuk menggantikan kuburan lain di samping gereja Nieuw Hollandsche Kerk, sekarang Museum Wayang, yang sudah penuh. Namun kita bisa menyaksikan koleksi nisan dari tahun sebelumnya karena sebagian besar dipindahkan dari pemakaman Nieuw Hollandse Kerk pada awal abad 19. Nisan yang dipindahkan ini ditandai dengan tulisan HK, Hollandsche Kerk. Pada tanggal 9 Juli 1977 pemakaman Kebon Jahe Kober dijadikan museum dan dibuka untuk umum dengan koleksi prasasti, nisan, dan makam sebanyak 1.372 yang terbuat dari batu alam, marmer, dan perunggu. Karena perkembangan kota, luas museum ini kini menyusut tinggal 1,3 ha saja.

Keistimewaan
Nisan-nisan yang terdapat di sini beraneka rupa bentuk dan bahannya. Dari angka tahun yang tertulis di nisan, rata-rata berangka tahun wafat 1800-1900-an. Yang dimakamkan di sini pun beragam, awalnya hanya diperuntukkan oleh kaum bangsawan dan pejabat VOC/Batavia, namun seiring waktu masyarakat umum pun diterima, tentunya dengan membayar sejumlah tertentu. Museum Taman Prasati adalah satu-satunya museum dengan konsep outdoor, hampir seluruh prasastinya tidak terlindungi dari pengaruh cuaca. Terdapat berbagai prasasti serta patung dengan gaya arsitektur Belanda. Saat memasuki gerbang museum kita akan mendapatkan empat pilar bulat pada setiap sudut bangunan. Biasanya pada dindingnya tergantung berbagai prasasti besar dari batu pualam, tetapi setelah pemugaran gerbang, prasasti-prasasti tersebut disimpan di gudang.

Memasuki Museum Taman Prasasti, kita akan disambut oleh taman yang besih dengan pohon tinggi yang rindang. Tidak terasa akan keangkeran dari bekas lokasi pemakaman umum disana kita dapat menemukan patung-patung artistik ini, antara lain patung batu marmer “Gadis Berduka” yang menggambarkan seorang gadis sedang menagis dengan duka yang mendalam di wajahnya. Ada pula patung malaikat yang sedang berdoa. Bahkan di tengah Museum Taman Prasasti terdapat bangunan berbentuk seperti Gereja Katedral yang terbuat dari bahan perunggu berwarna kehijauan.

Di tempat ini terdapat prasasti dari beberapa tokoh Belanda :

  • AV. Michiels (tokoh perang buleleng)
  • Dr. WF Stutter Heim (Arkeolog)
  • Dr. HF Roll (Pendiri Sekolah Kedokteran Stovia-cikal bakal Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia)
  • Mayor Jendral JHR Kohler (tokoh perang Aceh)
  • Pieter Erbeveld (tokoh peristiwa Petjah Koelit)

Prasasti dari Tokoh Inggris adalah Olivia Marianne Raffles (istri dari Thomas Stanford Raffles). Tidak ketinggalan pula ada prasasti dari Tokoh Bangsa Indonesia, antara lain tokoh sandiwara Miss Riboet alias Miss Tjitjih (1900-1965) dan tokoh Mahasiswa Soe Hok Gie (1942-1969). Selain itu juga terdapat prasasti dari 38 tentara kerajaan Jepang yang gugur pada saat merebut kekuasaan indonesia dari kekuasaan tentara sekutu. Setiap dua kali dalam setahun diadakan upacara ritual keagamaan oleh komunitas Jepang di Jakarta.

Selain Peninggalan prasasti, terdapat pula kereta kuda pengangkut peti jenazah yang digunakan sejak tahun 1825. Selain itu, ada pula peti jenazah Presiden RI pertama Ir. Soekarno dan Wapres RI pertama Mohammad Hatta. Koleksi Museum Taman Prasasti juga memiliki miniatur makam khas dari 33 Provinsi di Indonesia. Museum Taman Prasasti ini merupakan Taman Pemakaman Umum resmi tertua di dunia. Oleh karenanya museum ini tergolong sebagai warisan budaya Indonesia.

Gubernur Ali Sadikin yang saat itu mempunyai ide untuk menata prasasti-prasasti tersebut ke dalam pilar-pilar sehingga lebih rapi dan tertata, namun rupanya pemerintah Belanda tidak menyetujui ide ini, sehingga terkesan pembangunan pilar-pilar ini belum rampung. Tempat ini merupakan salah satu tempat artistik yang langka di tengah hiruk-pikuk kepadatan penduduk kota Jakarta. Bagi penggemar fotografi, Museum Taman Prasasti ini menjadi surga di tengah hutan beton untuk menyalurkan bakat dan kreatifitas seni fotografi anda. Bahkan pembuatan video klip musik dibuat di museum ini dengan memanfaatkan nilai artistik tempat tersebut.

Lokasi Museum Taman Prasasti
Jalan Tanah Abang 1, Kelurahan Petojo Selatan, Kecamatan Gambir-Jakarta Pusat
Telp : 021-3854060

(berbagai sumber)

1 Response

  1. Ryhar says:

    Bagus…….Sekali..trima kasih