Rumah Makan Mba Harni

Warung makan sederhana atau biasa disebut warteg sangat banyak ditemui di sekitar perkantoran. Tapi bagaimana jika warteg itu terletak di kawasan elit Jakarta dengan pemandangan beberapa bule yang sedang menikmati nasi rames. Wah, rasanya makan siang di sini patut dicoba.

Warung Makan Mba Harni menjadi pilihan tepat di akhir bulan, karena harga makanan di warung ini terbilang murah, cocok untuk kondisi kantong yang mulai menipis di akhir bulan. Disarankan untuk mampir ke warung nasi yang berlokasi di sudut Kemang ini. Puluhan sajian hidangan ala rumahan bisa dipilih. Makanannya sedap dan mantap. Harganya juga bersahabat dan dijamin perut kenyang!

Sudah agak lama halaman depan Bank Commonwelth, Kemang berubah. Beberapa jajaran penjaja makanan berkumpul di halaman ini. Ada tukang sate Padang, nasi goreng, batagor Bandung, juga penjual nasi rames. Yang paling banyak dikerumuni orang si penjual nasi rames.

Gerobak penjual nasi rames yang belakangan saya ketahui bernama Mba Harni ini dijejali puluhan piring berisi lauk pauk. Wah, sampai bingung saya dibuatnya. Mas pelayan berbaju oranye pun bersliweran melayani pembeli. Pembeli tinggal antri, kemudian diambilkan nasi putih dan tinggal pilih lauknya langsung.

Hmm.. ada sambal goreng kentang, balado ikan tongkol, tumis petai utuh, balado udang, tumis daun pepaya, urap, bacem tempe tahu, perkedel, oseng-oseng teri, tumis cumi kering, ayam goreng, emapal, pesmol ikan mas, dan lain-lain. Kira-kira hampir sekitar dua puluh menu disajikan dalam gerobak nasinya.

Tempat makan ini sederhana saja, tenda seadanya dengan bangku plastik dan meja kayu tempat pengunjung bersantap berbaur dengan yang lainnya. Saya dan beberapa pengunjung langsung antri menunggu giliran dilayani oleh penjual. Piring anyaman lidi dialasi daun pisang jadi wadah nasi serta lauk pauk.

Setelah bingung menentukan pilihan jatuh pada balado udang, tumis daun pepaya, tempe bacem, dan perkedel kentang. Nasi putihnya kemepul hangat harum menggelitik. Rasanya pulen, enak disantap dengan balado udang yang pedas menggigit. Tumis daun pepaya nya krenyes-krenyes renyah, gurih-gurih pedas, sedikit pahit. Gigitan pedas dari potongan cabai rawit merah yang bikin tambah nikmat!.

Belum lagi hidangan di dalam piring saya tandas, penjual yang baru mengisi ulang baskom berisi urap langsung saya serbu, takut kehabisan. Sayuran berupa kacang panjang, tauge, kol, dan juga bayam jadi campuran urap yang pas. Bumbu urapnya cukup pedas dengan semburat aroma kencur dan bawang yang enak.

Ah, perut pun terasa kenyang. Segelas es teh manis yang segar membilas tenggorokan. Pengunjung yang datang semakin banyak, tidak hanya orang kantoran sekitar tapi juga sekelompok anak muda bahkan para bule juga hobi makan di sini lho! Saat membayar, o la la.. lagi-lagi saya dibuat terkejut. Pasalnya, harga yang dibandrol untuk semua makanan yang saya makan plus dua gelas es teh manis ini hanya Rp 18.000 saja. Murah bukan?

Si penjual mengatakan kalau untuk tahu dan tempe bacem harganya berkisar Rp 3.000, untuk semua jenis sayuran Rp 2.000, sedangkan untuk hidangan berbahan dasar ikan harganya mulai dari Rp 3.000- Rp 5.000. Pantas saja kalau warung mbak Harni ini selalu ramai.

Warung Makan Mba Harni
Jl. Kemang Raya (Samping La Codefin, Pelataran parkir Bank Commonwelth)
Buka : 17.30 WIB
Cabang warung lesehan Mari Kangen, Poin Square.