Gua Cerme

Sebagai daerah tujuan wisata, kemashuran pariwisata Yogyakarta dan sekitarnya sudah terkenal hingga ke seantero penjuru dunia. Maka tidak heran baik turis mancanegara maupun turis dalam negeri selalu memadati tempat-tempat wisata yang jadi andalan Yogyakarta, sebut saja misalnya Keraton Yogyakarta, kawasan Malioboro, Candi Borobudur, Candi Prambanan. Parangtritis dan sejumlah tempat-tempat lainnya. Selain beragam tempat, jenis pariwisata yang disajikan di Yogyakarta dan sekitarnya juga beragam. Sebut saja misalnya wisata pantai, wisata pendakian gunung, wisata budaya, wisata kuliner, wisata rohani dan berbagai wisata petualangan lainnya.

Bagi anda yang kebetulan suka dengan wisata petualangan, tidak ada salahnya menjatuhkan pilihan ke Yogyakarta, untuk menelusuri dan menikmati eksotisnya pemandangan di Gua Cerme yang terdapat di Dusun Srunggo, Desa Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Bantul, Yogyakarta.  Atau sekitar 20 km selatan Yogyakarta, Gua Cerme memiliki panjang 1,5 km yang tembus hingga sendang di wilayah Panggang, Desa Ploso, Giritirto, Kabupaten Gunung kidul. Di samping Gua Cerme, disekitarnya terdapat gua lain yang lebih kecil seperti Gua Dalang, Gua Ledek, Gua Badut dan Gua Kaum.

Menurut cerita, dulunya Gua Cerme ini merupakan tempat berkumpulnya para Walisongo yang merupakan penyebar agama Islam di wilayah Jawa. Dalam salah satu ekspedisi mereka ke berbagai daerah untuk menyebarkan keyakinan Islam, mereka menemukan sebuah gua yang digunakan sebagai lokasi pertemuan untuk membahas rencana mereka dalam mengembangkan kepercayaan Islam, di antaranya adalah rencana mendirikan Masjid Agung Demak, sebuah kota di bagian utara Propinsi Jawa Tengah. gua itu dikenal sebagai Gua Cerme. Cerme itu sendiri diambil dari kata “Ceramah”.

Untuk mencapai depan gerbang Goa, pengunjung harus mendaki bukit menaiki sekitar 759 anak tangga. Pada malam harinya pemandangan kota di sebelah utaranya terlihat indah dengan gemerlap lampu. Dikelilingi oleh pepohonan yang tinggi, Gua Cerme tampak asri. Di dalamnya, gua alami ini mempunyai banyak stalagtit dan stalagmit yang memukau. Dengan adanya aliran sungai kecil di sepanjang gua, para pengunjung pun harus rela berbasah-basahan. Sungai kecil tersebut mempunyai nilai historis tersendiri. Pada masa penjajahan, rupanya sungai kecil di dalam Gua Cerme pernah digunakan oleh Belanda untuk mengaktifkan pembangkit tenaga listrik. Bekas-bekasnya pun hingga saat ini masih terlihat.

Untuk menelusurinya, para pengunjung harus membiasakan diri untuk terendam air, karena tak ada bagian yang berupa tanah lembab sekalipun. Kedalaman air memang tak terlalu dalam, hanya sekitar 0,5-1 meter saja. Namun di beberapa tempat, atap gua sedemikian dekatnya dengan permukaan air sehingga para pengunjung pun diharapkan sudah siap secara fisik dan mental saat memutuskan untuk menelusuri gua ini. Walau kondisinya yang menantang, sebenarnya Gua Cerme sudah kerap dilalui oleh penduduk sekitar maupun pengunjung hingga tembus ke ujung satunya. Karenanya, Gua Cerme dapat dibilang cukup aman bagi pemula yang berniat caving.

Dengan banyaknya persimpangan dan lorong yang dapat menyesatkan, para pengunjung sebaiknya ditemani oleh seorang penunjuk jalan yang telah biasa menelusurinya agar aman. Jangan sampai anda tersesat dan tak dapat mencapai mulut gua. Senter, obor, petromaks atau penerangan lain pun wajib dibawa. Gua yang tak tersentuh sinar matahari ini tentu saja akan gelap. Goa ini terdiri dari banyak ruangan, seperti panggung pertemuan, air zam zam, mustoko, air suci, watu kaji, pelungguhan / paseban, kahyangan, grojogan sewu, air penguripan, gamelan, batu gilang, lumbung padi, gedung sekakap, kraton, panggung, goa lawa dan watu gantung.

Karena beberapa jenis proses pembentukan air, stalaktit dan stalagmit di dalam gua tersebut mungkin memiliki bentuk yang berbeda satu sama lain. Ada bentuk gorden (tirai berbentuk batu), bentuk Shield (perisai berbentuk batu) dan bentuk Canopy (kubah berbentuk batu). Semuanya tampak indah menyatu di alam gua.

Gua Cerme termasuk ke dalam goa yang masih aktif, maksud aktif disini dikarenakan ornamen yang ada di dalam gua akan dan dapat terus berkembang. Gua crème ini termasuk gua basah, karena sepanjang jalur gua dipenuhi air sungai dengan debit yang rendah namun tetap harus diwaspadai jika musim hujan tiba. Ornament yang terdapat di Goa Cermai ini bisa dibilang tergolong lengkap, mulai dari stalaktit, stalakmit, gourdam, gordin, flowstone, Canopy dan beragam keindahan alam dunia bawah tanah selalu di janjikan gua. Di samping memiliki keindahan, gua yang mempunyai ketinggian langit-langit yang rata-rata lima meter dan mempunyai dua gerbang yaitu gerbang masuk dan keluar ini sangat mudah di jangkau dan di telusuri.

Seperti halnya gua di tempat-tempat lain, mungkin karena kebudayaan nenek moyang kita yang masih melekat dan dipercaya oleh penduduk sekitar wilayah gua, pada bulan-bulan tertentu seperti bulan muharram selalu diadakan ritual peletakan sesajian di gua oleh penduduk sekitar maupun oleh pengunjung.   (Berbagai sumber)

4 Responses

  1. Pharma949 says:

    Very nice site!

  2. Pharmg133 says:

    Hello! acadbbf interesting acadbbf site! I’m really like it! Very, very acadbbf good!

  3. Pharmb883 says:

    Very nice site!

  4. Pharmb598 says:

    Hello! bkegegc interesting bkegegc site! I’m really like it! Very, very bkegegc good!