Kue Leker

Kue Leker merupakan salah satu jajanan tradisional dari kota Solo. Kue leker ini memiliki cita rasa manis layaknya kuliner khas Solo lainnya. Bentuk kue ini mirip seperti crepes, oleh sebab itu kue leker disebut sebagai crepesnya kota Solo. Kue leker merupakan salah satu jajanan tradisional khas Solo yang cukup terkenal dengan harga yang sangat terjangkau. Harga untuk sebuah kue leker biasanya berkisar antara Rp 500 – Rp 1.000.

Asal mula dinamakan Kue Leker ini karena pada zaman dahulu orang-orang Belanda yang berada di Solo sangat gemar memakan kue ini. Dan karena rasanya yang enak, maka mereka menyebutnya sebagai Kue Lekker / Kue Lecker. Kata “Lekker” berasal dari bahasa Belanda yang berarti “enak”. Selanjutnya karena orang-orang Belanda sering menyebutnya dengan Lekker, maka orang-orang pribumi pun menamainya Kue Leker (Kue Enak) sampai saat ini.

Kue leker merupakan kue sejenis panekuk yang adonanya terbuat dari bahan baku tepung terigu, telur ayam, gula pasir, gula Jawa dan perasa vanili. Di atas permukaan leker biasanya ditaburi gula, coklat, pisang atau susu. Kue leker memang termasuk kue yang sulit dijumpai kecuali di kota asalnya yakni Solo. Kue leker tergolong cemilan yang enak dan murah meriah.

Proses pembuatannya cukup mudah dan alat yang digunakan pun sederhana, hanya membutuhkan kompor, wajan kecil, dan sotil. Biasanya bahan isi yang digunakan untuk membuat kue leker berupa pisang raja, coklat atau cincangan kacang tanah dan dilengakpi dengan susu kental manis. Kue leker nikmat dimakan selagi hangat. Proses pembuatannya mirip seperti martabak, yang membedakan adalah bentuk akhir dari kue leker ini yang lebih tipis.

Sebenarnya leker bisa diolah dengan banyak variasi rasa seperti kue crepes yang sudah banyak dijumpai di mal-mal. Ada rasa caramel, keju, hingga mayonaise dan sosis mozzarella yang biasa ditambahkan pada pizza. Boleh dibilang crepes adalah leker versi modern. Kue leker memang mirip crepes namun kue leker lebih lembut di bagian dalamnya. Dengan membuat leker yang beraneka rasa maka akan lebih menarik banyak konsumen, sehingga tidak mustahil jika kue leker bisa ngetop juga seperti crepes. Perancis boleh punya crepes sebagai ikon kulinernya, tapi Solo juga punya kue leker yang tidak kalah rasanya.

Kue Leker merupakan jajanan tradisional yang sangat digemari oleh masyarakat Solo. Saat mengunjungi kota Solo anda akan dapat menjumpai banyak pedagang yang menjajakan kue leker, terutama di daerah Manahan. Kawasan ini merupakan salah satu kawasan yang paling banyak penjual kue lekernya.