3 Gili – Lombok

Di antara sekian banyak objek wisata bahari yang berada di Lombok, tampaknya wisatawan takkan melewatkan kawasan pantai barat Lombok. Selain Pantai Senggigi yang terkenal, ada pula tiga pulau di tengah lautan (yang disebut dengan nama gili) yang menjadi tempat favorit bagi wisatawan mancanegara dan nusantara untuk berakhir pekan. Pulau-pulau kecil itu bernama Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air. Ketiga pulau itu seakan mampu mewakili potret keindahan pantai-pantai di Lombok. Semuanya menyajikan kebeningan air laut, butiran pasir putih tanpa serakan sampah, serta terumbu karang dengan ikan hias yang menggemaskan. Dipagi hari kita dapat melihat kemegahan gunung Rinjani yang menjulang tinggi, penggila diving  bisa melihat keindahan alam bawah laut akan diselam pada pagi hingga siang, sementara sore hari kita bisa melihat keindahan matahari tenggelam.

3 Gili menawarkan hamparan pasir putih dengan garis pantai yang elok. Juga gradasi warna sempurna dari putih ke biru langit membuat ilusi optik terlihat sangat sempurna. Di bawah laut menyimpan pemandangan eksotis yang diburu penggila diving dan snorkling seluruh dunia. Pesona bawah laut 3 Gili mampu bersaing dengan Wakatobi dan Bunaken. Ke- 3 pulau mungil yang berada di tengah lautan itu memiliki perbedaan karakteristik yang unik. Masing-masing punya suasana alam dan ciri khas tersendiri. Bahkan, akhirnya perbedaan itu seakan memilah wisatawan sesuai dengan minat, sifat, dan kepribadiannya.

gili-trawanganGili Trawangan, dahulunya pulau ini pernah dijadikan tempat pembuangan narapidana. Pada waktu itu karena semua penjara sedang penuh, Raja yang waktu itu berkuasa membuang 350 orang pemberontak Sasak ke pulau ini. Baru sekitar tahun 1970-an pulau ini dikunjungi penduduk dari Sulawesi yang kemudian menetap di sini. Gili Trawang merupakan pulau terbesar, teramai sekaligus terjauh dari pulau utama Lombok. Gili Trawangan juga satu-satunya gili yang ketinggiannya di atas permukaan laut cukup signifikan. Dengan panjang 3 km dan lebar 2 km, Trawangan berpopulasi sekitar 800 jiwa. Diantara ketiga gili tersebut kebanyakan wisatawan yang mengunjunginya. biasanya wisatawanyang datangn terdiri dari orang-orang yang berjiwa muda dan penuh semangat untuk mengelilingi seluruh Pulau Gili Trawangan.

gili-menoGili Meno yang terletak di tengah-tengah antara Gili Trawangan dan Gili Air, lebih sesuai bagi wisatawan yang mengidamkan relaksasi di tengah kesunyian. Pengunjung benar-benar disuguhi nuansa alami pantai tropis yang tenang. Pepohonan bakau masih terlihat merimpun di sepanjang pesisir pantainya. Terdapat juga taman burung yang mempunyai koleksi burung-burung langka dari Indonesia dan mancanegara. Di Gili Meno kendaraan bermotor sangat dibatasi, demikian pula penggunaan listrik. Pendapatan utama penduduk berasal dari pariwisata, perkebunan kelapa dan perikanan. Di sisi barat pulau ada sebuah danau dangkal kecil yang menghasilkan garam pada musim kemarau.

gili trawanganGili Air, Pulau yang terdekat dari Lombok ini lebih sesuai bagi wisatawan yang berlibur bersama keluarga. Dihuni penduduk lokal paling banyak, pulau ini lebih menawarkan suasana pantai yang tidak ramai namun tidak terlalu sepi. Penduduk lokal: Sasak, Mandar, Bugis dan Makassar, anda dapat menemukan budaya mereka yang unik yang berbeda dari Lombok dan pantai yang indah. Dengan penduduk sekitar 1.000 jiwa. Pulau ini menawarkan snorkeling dan scuba diving sangat baik lepas pantai timurnya, dan kura-kura dapat dilihat di sepanjang terumbu karang.

Berbagai jenis ikan laut sering terlihat berenang secara bergerombol. Bergerak lincah di antara bebatuan, terumbu karang, dan rumput laut. Sementara itu, ikan hias mungil yang beraneka warna sering kali mengelilingi bahkan menciumi wajah wisatawan yang tengah asyik snorkeling.

Menuju 3 Gili, perjalanan yang ditempuh dari Pantai Senggigi menuju Pulau ini, kira2 15 menit, kemudian menggunakan perahu tempel motor dari Bangsal, Lombok menuju Gili lama perjalanan sekitar 30-40 menit, dengan biaya Rp 10.000. Sebelumnya, para turis perlu menempuh waktu sekitar 1 jam dari Bandara Internasional Lombok (BIL). Namun, lama perjalanan yang melelahkan terbayar lunas begitu menginjak kaki di Gili, bahkan enggan pulang. (berbagai sumber)