Pusat Primata Schmutzer

Pusat Primata Schmutzer di Kebun Binatang Ragunan adalah tempat pelestarian primata  dalam kebun binatang ragunan. Walaupun berada dalam kebun binatang ragunan, pengelolaannya tidak diserahkan pada kebun binatang ragunan, melainkan oleh swasta yang dananya pendiriannya berasal dari The Gibbon Foundation. Sebagai perbandingan, orang utan yang berada dalam pengelolaan Schmutzer terawat dengan baik, beberapa kandang ditutup oleh kaca dan memiliki pengatur suhu. Sedangkan orang utan yang berada dalam pengelolaan kebun binatang ragunan kandangnya tidak terlindungi dari lemparan makanan para pengunjung, bahkan pengunjung melempar rokok, dan orang utan di dalam kandang sudah belajar dan menjadi perokok.

Pusat Primata Schmutzer didirikan sebagai sarana pendidikan dan hiburan bagi pengunjungnya. Seperti juga Kebun Binatang San Diego, kehidupan primata di Schmutzer di rancang seperti kehidupan alam bebas binatangnya (tanpa kandang), contohnya kandang Gorila dan orang utan. Kandang seperti ini disebut enklosur. Tempat untuk pengunjung disediakan minimum, seperti jalan setapak, arena bermain dan belajar atau masuk gua, dan tempat tinggal binatang diusahakan maksimum (dalam luas). Pusat Primata Schmutzer juga memiliki musium, perpusatakaan dan teater bioskop kecil tentang primata di Indonesia dan dunia.

Karena pengunjung tidak diperbolehkan membawa makanan masuk, lingkungan Schmutzer sangat bersih. Pemeriksaan akan hal ini ketat, tepat penitipan barangnya aman dan rapi. Pengunjung diperiksa sebelum masuk, bahkan permen pun akan disita di tempat penitipan barang. Air minum disediakan gratis di dalam taman dengan adanya pancuran air minum di setiap titik titik tertentu di kebun binatang. Selain binatang yang terawat, semua tumbuhan di Schmutzer diberi papan nama berdasarkan nama latinnya untuk keterangan pengunjung.

Beberapa Jenis Primata
Di lahan seluas tiga hektar, Schmutzer adalah pusat primata terbesar di dunia. Kebanyakan satwa primata yang ada di Pusat Primata Schmutzer (PP Schmutzer) adalah satwa yang sudah terlanjur menjadi korban. Maksudnya, mereka diambil dari alam dan dipelhara manusia di kota. Kenapa mereka dianggap korban? Karena beberapa primata yang terlalu lama dipelihara manusia tidak bisa memanjat pohon. Bahkan ada yang tidak bisa mencari makanannya sendiri.

Primata tersebut akhirnya disita oleh pihak berwajib dan dititipkan di PP Schmutzer. Ada 23 jenis primata di Schmutzer. Primata yang menjadi primadona di Schmutzer adalah Gorila. Gorila ini datang dari jauh lho. Dari Inggris. Kandang si gorila dibuat menyerupai habitat aslinya. Tempatnya luas, ditumbuhi pepohonan rimbun, dan ada sungai buatannya juga. Pusat Primata ini masih dalam pengembangan dan beberapa bagian masih dalam penyelesaian.Contohnya pengembangan enklosur gorila 2 untuk gorila jantan tanpa pasangan.

Ibu Pauline Antoinette Schmutzer
Pusat Primata Schmutzer berdiri atas prakarsa dari mendiang ibu Puck Schmutzer. Beliau merupakan pencinta satwa yang sangat peduli dengan pelestarian satwa liar di Indonesia.Ibu Pauline Antoinette Schmutzer-versteegh merupakan perintis dibangunnya Pusat Primata Schmutzer. Ia adalah seorang pecinta hewan,pelukis dan dermawan. Ia mewariskan seluruh harta warisannya kepada The Gibbon Foundation yang diketuai oleh Willie Smith untuk dibuat sebuah fasilitas terbaru untuk primata di Kebun Binatang Ragunan. Ibu Puck juga ikut menghibahkan sebagian dananya untuk pembangunan Pusat Primata ini. Inisiatif pembangunan Pusat Primata kemudian dilanjutkan oleh rekan beliau, Dr. Ir. Willie Smits yang merupakan direktur The Gibbon Foundation. Willie Smits, yang kemudian memberi nama Pusat Primata Schmutzer.

Terdapat beberapa peraturan yang harus diikuti pengunjung saat akan memasuki area Pusat Primata Schmutzer, antara lain:

  • Tidak membawa masuk makanan, minuman
  • Rokok dan korek api
  • Tas berukuran besar
  • Jaket
  • Senjata api
  • Senjata tajam
  • Mainan anak dan benda-benda lain diluar barang-barang yang diperkenankan masuk.

Barang-barang yang dapat diperkenankan masuk antara lain :

  • Tas tangan
  • Dompet
  • Handphone
  • Kamera
  • Perlengkapan bayi
  • Obat-obatan pribadi

Pusat Primata Schmutzer dibuka setiap hari, Senin-Minggu, loket dibuka pada pukul 09.00-16.00WIB. Sebelum memasuki area ini para pengunjung harus mengikuti peraturan yang ada. Hal ini dilakukan untuk menjaga keselamatan satwa, serta kenyamanan pengunjung. Pengunjung dapat menitipkan barang bawaannya di tempat penitipan barang yang telah disediakan.

Alamat : Jl. Harsono RM No. 1 Ragunan, Pasar Minggu.
Jakarta Selatan
Telp. 021 7884 7105
Fax. 021 7884 7155

(berbagai sumber)