Taman Wisata Alam Sibolangit

Kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Sibolangit  Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara,  merupakan kawasan hutan hujan tropis di mana dari sejarah pembentukannya sebagai kawasan ekosistem buatan hasil dari penanaman pohon pada awal abad ke-20 (tahun 1914) sejak Kebun Raya Sibolangit dirintis.

Tanah di TWA rata-rata termasuk jenis Andosol dan asosiasi Andosol dengan Podsolik merah kuning yang tertutup oleh humus tebal sehingga memudahkan air untuk meresap ke dalamnya. Bahan induk tanah ini berasal dari letusan gunung berapi berupa tuff intermedier. Kondisi tanah bersifat asam dengan pH antara 4,5 – 5,6.

Kelompok Hutan Sibolangit terletak diantara jalan raya Medan Brastagi, sekitar 40 km dari kota Medan dengan waktu tempuh lebih kurang 1 jam. Sebagai jalur wisata, kondisi jalan sangat mulus sehingga dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan bermotor roda 2 dan 4. Selain dari kendaraan pribadi, hutan Sibolangit ini juga dapat ditempuh melalui pengangkutan umum, baik jurusan (trayek) Medan-Brastagi maupun Medan-Sidikalang.

Untuk dapat lebih menikmati keindahan alam selama perjalanan, banyak pula diantara para wisatawan lokal dan mancanegara yang mengendarai sepeda . Walaupun sedikit letih mengayuh sepeda, namun perjalanan dirasakan sangat menyenangkan dan sudah barang tentu lebih bebas, karena dapat berhenti ditempat yang diinginkan guna melepaskan rasa letih (beristirahat).

Sejarah

Bermula pada tahun 1914 atas prakarsa DR. J.C. Koningsberger Direktur Kebun Raya Bogor ketika itu didirikan Kebun Raya (Botanical Garden) Sibolangit oleh Tuan J.A. Lorzing sebagai cabang dari Kebun Raya Bogor. Selanjutnya pada tanggal 10 Maret 1938 dengan Surat Keputusan Z.B. No. 37/PK, Kebun Raya diubah Statusnya menjadi Cagar Alam.

Mengingat Cagar Alam ini kaya akan berbagai jenis tumbuh-tumbuhan (flora) yang bukan hanya sekedar untuk koleksi, melainkan juga memberikan kontribusi yang sangat penting bagi keperluan ilmu pengetahuan dan pendidikan (sebagai laboratorium alam) serta pengembangan pariwisata (rekreasi), maka pada tahun 1980 berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pertanian No. 636/Kpts/Um/9/1980 sebagai Cagar Alam Sibolangit (seluas lebih kurang 24,85 Ha.) dialih fungsikan menjadi kawasan Taman Wisata Sibolangit.

Flora dan Fauna

Kawasan tersebut umumnya ditumbuhi pepohonan yang besar dengan diameter lebih dari satu meter, diantaranya pepohonan Sono Kembang (Dalbergia latifolia), pepohonan Angsana (Ptrocarpus indicus), Sungkai Khihujan, ada juga jenis pohonan palm dan pinang. Disamping itu terdapat pula tumbuhan yang merambat seperti Philodendron sp. Adanya tumbuhan ini dikarenakan jumlah curah hujan yang cukup tinggi (diperkirakan antara 3000 sampai dengan 4000 mm/tahun). Sedangkan tanaman bawah atau ground cover yang dipakai sebagai pembatas jalan setapak pada umumnya didominasi jenis Anthurium dari famili Araceae.

Di kawasan Taman Wisata Sibolangit juga ditemukan salah satu tumbuhan yang tergolong langka dan mempunyai daya tarik tersendiri yaitu Bunga Bangkai (Amorphophallus titanum). Sehingga banyak dikunjungi oleh wisatawan mancanegara dan nusantara.  Tumbuhan ini sering juga disebut sebagai suweg raksasa.

Sedangkan jenis fauna yang sering dijumpai adalah kera (Macaca fascicularis), lutung (Presbytis sp) yang senang bermain-main di pohon dan trenggiling (Manis javanica). Sedangkan jenis burung yang hidup di kawasan itu antara lain Rangkong (Buceros bicornis), Enggang (Anthracocerus malayanus) dan Elang (Hawk galge).

Wisata

Banyak pengunjung yang datang hanya menikmati keindahan, ketenangan dan kesejukan alam Sibolangit sambil melepaskan rasa penat/letih setelah melaksanakan pekerjaan/tugas-tugas rutin sehari-hari. Namun banyak pula pengunjung yang datang disamping untuk menikmati keindahan Taman Wisata Sibolangit juga mempelajari dan meneliti aneka koleksi vegetasi yang ada di kawasan tersebut. Sehingga tidak berlebihan kalau dikatakan kawasan ini memiliki dwi fungsi yaitu sarana rekreasi serta sekaligus pendidikan dan penelitian.

Fasilitas wisata pendukung yang telah tersedia seperti : jalan setapak mengelilingi kawasan, pondok tedung (shelter), guest house dan pusat informasi (Kantor Resort KSDA Sibolangit atau Sub Seksi KSDA Deli Serdang). Bagi yang ingin mempelajari dan meneliti vegetasi yang ada, pada masing-masing pohon telah diberi nama (Daerah, Indonesia dan Ilmiah) yang ditulis pada lempengan kaleng dan ditempelkan di pohon-pohon tersebut. Disamping itu petugas-petugas KSDA setempat sebagai petugas pengelola juga akan memandu para pengunjung yang memerlukan penjelasan tentang kawasan Taman Wisata Sibolangit.

(Berbagai sumber)