Pantai Tablolong

Pantai Tablolong: Surga Para Pemancing
Kabupaten Kupang merupakan sebuah kabupaten yang terletak di sebelah paling selatan pulau Nusa Tenggara Timur. Ketika berada di Kabupaten Kupang, Anda dapat berkunjung ke Pantai Tablolong. Pantai ini terletak di kecamatan Kupang Barat. Dari pusat kota Kupang, pantai ini terletak 30 kilometer atau lebih kurang 45 menit perjalanan menggunakan kendaraan bermotor. Desiran ombak yang seakan menyapu hamparan pasir putih menjadi ciri khas tersendiri dari Pantai Tablolong. Anda dapat menjadikan pantai berpasir putih ini untuk berjemur ataupun bermain voly pantai.

Bagi anda yang hobi memancing, pantai ini dapat juga menjadi alternatif baru. Bahkan karena ikan yang hidup di laut Tablolong jenisnya beragam dan jumlahnya tak terhitung, pantai ini disebut juga surga bagi para pemancing. Kejernihan air lautnya juga dinilai sangat cocok bagi anda yang gemar berenang di laut.

Perairan sejauh 10 mil dari garis pantai Tablolong di kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang itu merupakan jalur migrasi ikan cukup ramai dari laut Timor menuju laut Sawu. Pesisir ujung selatan pulau Timor memang menyuguhkan panorama pantai yang indah dan panorama bawah laut yang elok. Keindahan juga dihiasai dengan pepohonan pantai, seperti pohon Centigi yang tumbuh menyebar di bebatuan karang. Sayang, pohon Centigi mulai terancam karena ulah tangan-tangan jahil yang mengambil pohon tersebut untuk dijual ke pulau Jawa.

Keindahan bawah laut karang beatrix yang berjarak sekitar 5 mil dari pantai. Dijuluki karang beatrix sebagai ‘supermarket ikan’ karena semua jenis ikan dapat ditemukan di lokasi itu. Dua karang lainnya yang tak kalah menarik adalah karang Dalam dan karang Tabui. Di tiga karang ini hidup jenis ikan yang sering dilombakan dalam berbagai turnamen memancing seperti jenis Marlin, Layaran, Tenggiri, Wahui, Kuwe, Barakuda, Lemadang, dan Tuna. Makanya, tidak heran sejumlah warga kota Kupang pecinta wisata bahari menggunakan perahu motor untuk memancing di kawasan itu sekitar setengah jam dari daratan.

Selain memancing pengunjung juga menikmati beragam spesies ikan secara berkelompok tampak seperti dalam akuarium raksasa. Meski demikian, para nelayan dan pemancing dilarang menangkap ikan menggunakan potas yaitu zat kimia yang dapat memabukkan ikan, namun dapat membunuh ikan kecil dan merusak karang. Terumbu karang di perairan ini juga dilarang untuk diambil. Untuk maksud itu, di dekat pantai telah dipajang sebuah papan bertuliskan ‘pusat olahraga memancing Tablolong’.

Papan itu dipajang pada pintu masuk menuju pantai sehingga dapat dilihat dari arah laut. Karena itu, anda jangan sampai melempar bekas bungkusan makanan ke laut. Tetapi jika ingin menarik perhatian ikan-ikan berenang di samping perahu, buanglah makanan pada pagi hari dan anda akan menyaksikan ribuan ikan warna-warni berebutan makanan.

Saat ini seorang pria Kanada membangun tiga unit homestay di lahan seluas dua hektare sekitar satu kilometer dari pemukiman warga. Puluhan warga kota Kupang biasa menginap di homestay tersebut yang dibangun di pinggir pantai. Harga sewa homestay per malam berbeda untuk wisatawan asing sebesar Rp 100 ribu per malam plus tiga kali makan dan wisawatan lokal sebesar Rp 50 ribu plus tiga kali makan.

Selain tidak tersedia jaringan listrik, lingkungan homestay masih sepi, terutama pada malam hari hanya terdengar deburan ombak memecah karang. Di pagi hari jika mendengar kicauan burung sangat terasa kehidupan desa terpencil di pulau Timor. Tidak kalah dengan suguhan pemandangan di petang hari. Ketika malam menjelang, menyaksikan ribuan sinar lampu yang dipancarkan dari di rumah-rumah penduduk di desa Tablolong dan di pulau Semau merupakan pengalaman yang tak terlupakan.

Lokasi ini dapat ditempuh dari kota Kupang dengan mobil dan sepeda motor dengan perjalanan selama satu jam. Jalanan yang berkelok-kelok dengan rumah-rumah penduduk yang masih tradisional juga merupakan sensasi sendiri. Umumnya penduduk Tablolong merupakan keturunan asal pulau Rote yang dibawa Belanda di zaman penjajahan.