Pink Beach (Pantai Merah)

Pink Beach, juga disebut Pantai Merah oleh penduduk setempat, jelas termasuk dalam daftar pantai-pantai papan atas diIndonesiayang tidak dapat dilewati. Disebut-sebut sebagai salah satu dari tujuh pantai di dunia yang dilapisi pasir pink, pantai ini pun memberikan pengalaman unik tersendiri bagi setiap pengunjungnya.

Konon, hanya ada tujuh pantai berpasir warna merah jambu di dunia, salah satunya berada di kawasan Taman nasional komodo, Nusa Tenggara Timur. Dunia Internasional menyebutnya “Pink Beach”, tapi masyarakat setempat memilih nama “Pantai Merah”. Warna merah dihasilkan dari pecahan sejenis karang berwarna merah yang terbawa ombak, kemudian bercampur pasir di pesisir. Karena warnanya yang unik, pantai ini berkembang sebagai salah satu tujuan bulan madu. Selain itu, Pantai Merah juga menjadi destinasi favorit turis untuk snorkeling dan menyelam berkat permukaan airnya yang jernih dan alam bawah lautnya yang menawan.

Terletak di Taman Nasional Komodo yang sudah terkenal di seluruh penjuru dunia, Pantai Merah tak ayal menjadi titik yang harus dikunjungi dalam setiap rencana perjalanan wisata ke kepulauan kecil tersebut. Akses menuju Pantai Merah pun kerap ditingkatkan tiap tahunnya, walaupun perjalanan kesana dapat memakan lebih dari satu jam dari kota-kota terdekat dan pemilihan waktu harus benar-benar dipertimbangkan mengingat cuaca yang dapat berubah-ubah pula sifat alami kelautan. Cara-cara yang lebih nyaman untuk mencapainya pun belum tentu sesuai untuk para pelancong yang tidak memiliki anggaran yang tinggi. Meskipun begitu, hampir semua pengunjung yang datang kesini menyatakan bahwa semua rintangan untuk datang ke Pantai Merah itu layak dilalui dan sepadan dengan apa yang didapat.

Pantai Merah masih sangat terpencil, yang akhirnya pun menghasilkan keistimewaan-keistimewaannya: hamparan terumbu karang yang sangat terpelihara dan dilindungi bersama dengan ikan-ikan cantik yang jumlahnya nyaris tak terhitung, tepat di pinggiran pantai berwarna merah jambu yang benar-benar bersih dan tenang. Pulau kecil yang kering ini tidak memiliki satupun penghuni manusia karena tanaman susah tumbuh disini; yang kemudian menjadikan waktu santai di tepian pantai yang unik dan masih sangat asli ini benar-benar menyenangkan. Kehidupan bawah lautnya juga sangat menakjubkan, penuh warna, dan masih murni; menjadikannya tempat yang sempurna untuk snorkelling dan menyelam. Kepuasan setiap pengunjung Pantai Merah tak ayal terjamin hingga memberi tempat ini rekomendasi yang luar biasa, namun terlebih dari semua itu, pengunjung pasti selalu jadi ingin kembali.

Semua wilayah di kawasan Pinky Beach merupakan spot-spot yang indah dan menarik untuk kita foto. Sebelum merapat, dari atas kapal kita dapat memotret bagian ujung atau tanjung yang dibawahnya terdapat batu-batu karang. Bagian depan sendiri kita dapat melihat hamparan pantai berwarna kemerahan dengan ombak kecil dari air laut yang berwarna hijau dan biru. Jika kita sudah merapat ke pantai, Dua sisi bukit yang tidak terlalu tinggi dapat kita daki untuk mendapatkan view yang menarik. Tentunya saat Sunrise dan Sunset merupakan waktu terbaik untuk memotret di sana.

Kita tinggal menentukan bukit yang mana untuk kita daki sesuai dengan gambar yang akan kita inginkan. Tidak hanya pemandangan dari atas saja yang dapat kita abadikan. Jika teman-teman suka snorkeling, kita dapat berenang di Pantai Merah sambil memotret ikan-ikan dan terumbu karang yang ada di sekitar pantai tersebut. Di Pantai Merah sendiri, kapal tidak bisa merapat dan biasanya kalau ingin turun ke pantai harus mengggunakan speed boat kecil. Pastikan kapal yang anda sewa memiliki speed kecil untuk merapat di pulau-pulau