Pulau Maratua

Pulau Maratua
Kabupaten Berau terkenal dengan Wisata baharinya, salah satunya Pulau maratua. Tidak hanya wisatawan lokal, banyak pula wisatawan asing yang berkunjung ke pulau yang dikenal dengan sebutan “Paradise Island” ini. Pulau Maratua menjadi tujuan objek wisata favorit lantaran ke’elok’annya, airnya yang jernih, pantai pasir putihnya yang menawan, serta suasananya yang senantiasa menghangatkan setiap pengunjung.

Kondisi Umum
Pulau Maratua merupakan salah satu pulau terluar yang terletak di Laut Sulawesi. Pulau berpenghuni ini memiliki luas wilayah daratan sebesar 384,36 km2 dan wilayah perairan seluas 3.735,18 km2. Pulau ini mempunyai keanekaragaman hayati laut yang tinggi seperti terumbu karang, mangrove, padang lamun dan ikan-ikan karang. Pulau Maratua memiliki gugusan karang yang indah dan hamparan pasir luas yang berbentuk cincin.

Administratif
Secara administrasi, Pulau Maratua masuk ke dalam wilayah Kecamatan Maratua, Kabupaten Berau, Provinsi Kalimantan Timur. Kecamatan Maratua merupakan Kecamatan yang relative masih baru karena dibentuk secara definitive sejak tahun 2003. Di Pulau Maratua terdapat 4 kampung yaitu Kampung Bohe Silian, Payung-Payung, Teluk Harapan dan Teluk Alulu. Pusat pemerintahan Kecamtan Maratua sendiri terletak di Kampung Teluk Harapan atau Bohe Bukut.

Kondisi Geografis
Secara Geografis Pulau Maratua terletak di sebelah Timur dari Pulau Kalimantan dan sebelah Utara Tanjung Mangkalihat atau tepatnya pada titik koordinat 02o15’12” LU dan 118o38’41” BT. Di Pulau ini terletak Titik Dasar No. TD 039 dan Titik Referensi No. TR 039. Pulau Maratua terdiri dari pulau utama dengan nama Maratua dan gugusan pulau-pulau kecil di dalam teluknya seperti Pulau Sidau, Pulau Semut, Pulau Andongabu, Pulau Sangalan, Pulau Bulingisan, Pulau Nisakoh, pulau Bakungan, Pulau Nunukan dan gosong pasir serta Pulau Pabahanan.

Topografi
Pulau Maratua merupakan salah satu pulau dari gugusan kepulauan yang berdekatan dengan wilayah Pulau Derawan, Pulau samama, dan Pulau sangalaki. Pulau Maratua memiliki bentuk topografi bergelombang landai dengan tingkat kemiringan lereng yang bervariasi. Pulau ini memiliki tingkat kemiringan lereng berkisar antara 4-11o. Satuan morfologi yang terdapat di wilayah kepulauan umumnya berupa dataran pantai, perbukitan rendah dan tinggi. Di pulau Maratua terdapat 2 tipe pantai yaitu pantai berpasir dan pantai terjal. Pantai berpasir terbentuk dari pengendapan di pantai oleh gelombang, sedangkan tipe pantai terjal terbentuk oleh terumbu karang yang terangkat.

Klimatologi
Kondisi iklim di Pulau Maratua sangat dipengaruhi oleh kondisi iklim di Samudera Pasifik. Secara umum, iklim akan dipengaruhi oleh musim Barat dan musim Timur. Musim hujan berlangsung pada bulan Oktober-Mei dengan hari hujan rata-rata 15-20 hari perbulan dan curah hujan terbesar terjadi pada akhir atau awal musim hujan. Musim kemarau berlangsung pada bulan juli-September dengan curah hujan terendah pada bulan juli. Suhu udara rata-rata berkisar antara 24,8o-27,9o C. Suhu udara minimum berkisar antara 19o-23o C dan suhu udaramusiman berkisar antara 32o-35,6 o C. Suhu udara harian rata-rata tidak menunjukan fluktuasi yang signifikan antara siang dan malam hari. Perbedaan suhu udara maksimum dan minimum berkisar antara 10o-12o C.

Oseanografi
Faktor oseanografi di pulau ini dipengaruhi oleh pergerakan arus secara musiman dan arus lintas Indonesia (arlindo) dari Samudera Pasifik menuju Samudera Hindia yang melewati Selat Makasar. Arus dan pasang laut merupakan parameter oseanografi yang sangat mempengaruhi kondisi perairan di pulau ini. Pasang surut yang terjadi di pesisir pulau ini termasuk tipe pasang surut campuran (mix tide) cenderung harian ganda (mixed prevailing semi diurnal). Tunggang pasut maksimum adalah 2,7 meter dan tunggang pasut minimum adalah 1,1 meter. Kecepatan arus rata-rata di perairan dangkal di sekitar Pulau Maratua adalah 87,5-102 cm/detik dengan arah arus pada saat air pasang adalah 250o-333o dan arah saat air surut adalah 36o-130o. Secara umum pola dan kecepatan arus tahunan yang terjadi di perairan sekitar Pulau ini antara 2 m/detik hingga 5 m/detik (BPPT dan TNC, 2005).

Aksesibilitas
Pulau Maratua dapat dijangkau dengan menggunakan beberapa sarana transportasi yang ada. Awal perjalanan dapat dimulai dari kota Balikpapan yang merupakan salah satu pintu gerbang utama untuk mencapai wilayah-wilayah administrative di Provinsi Kalimantan Timur. Rute dari kota Balikpapan adalah melalui Kota Tanjung Redeb, Kabupaten Berau. Perjalanan menuju kota ini ditempuh menggunakan pesawat udara selama kurang lebih 1 jam.

Jalur transportasi air (sungai dan laut) merupakan sarana perhubungan yang paling penting di Pulau Maratua untuk mobilitas penduduk ke tempat lain, termasuk ke ibukota kabupaten di Tanjung Redeb. Selain laut, jalan desa yang menghubungkan kampong Bohe Silian, Payung-payung dan Teluk Harapan juga merupakan sarana transportasi yang penting. Sarana transportasi laut yang digunakan terdiri dari kapal motor dan perahu motor cepat (speedboat). Perahu motor atau speedboat ini merupakan pilihan utama untuk menjangkau Pulau Maratua, dengan lama perjalanan sekitar 3-4 jam dari Berau.

Sedangkan di darat masyarakat menggunakan sepeda atau sepeda motor sebagai sarana mobilisasi ke ketiga kampong. Semua kampong di Pulau Maratua telah memiliki dermaga yang merupakan akses menuju ke luar pulau.

(Berbagai Sumber)