• -6.153636, 106.792756

Taman Laut Banda

Taman Laut Banda

Taman Laut Banda terletak di antara gugusan pulau Neira, pulau Gunung Api, pulau Ai, pulau Sjahrir dan pulau Hatta yang terletak di kabupaten Maluku Tengah, merupakan salah satu taman laut terindah di dunia.

Kegiatan wisata bahari di perairan Banda beraneka ragam, seperti melihat taman laut dari atas perahu, menyelam, memancing ikan tuna dan cakalang, melihat ikan paus, lumba-lumba, burung laut dan menyaksikan Arombai Manggurebe (Lomba Belang atau balap perahu).

Para wisatawan dapat mencoba sendiri menggunakan alat pancing untuk menangkap ikan tuna dan cakalang. Taman laut Banda juga memiliki 350 spesies biota laut, termasuk berbagai jenis kerang purba yang saat ini hampir punah. Keindahan taman laut yang di dalamnya terdapat berbagai macam ikan, akan semakin memanjakan para penyelam.

Jasa pelayanan guide dapat membantu wisatawan untuk menggunakan alat pancing, sekaligus menjelaskan proses penangkapan ikan cakalang yang dilakukan oleh nelayan.

Indahnya proses penangkapan ikan cakalang dan indahnya puluhan burung laut berebut makanan dengan ikan tuna, mengingatkan kita pada indahnya gerombolan burung merpati di taman kota Paris. Bersamaan dengan acara pancing, wisatawan juga dapat menikmati keindahan ikan paus dan lumba-lumba yang jinak serta burung laut yang berenang dan terbang dekat dengan wisatawan.

Di Pulau Banda juga terdapat banyak toko yang menjual berbagai souvenir, seperti miniatur kapal dalam botol, anyaman bambu alat memetik pala dan benda-benda replika peninggalan Belanda dan Portugis. Terdapat pula beberapa guest house yang disewakan untuk menginap.

Wisata bahari juga dapat dinikmati oleh wisatawan dari pesisir pantai ketika dilakukan acara timba uli yang bisa disaksikan dua kali dalam setiap tahun yaitu pada bulan Maret dan April pada menjelang malam bulan 15 hari (dilangit) pukul 17.00 sampai dengan 20.00 WIT. Timba uli adalah “pesta laut” masyarakat Banda untuk menangkap hewan laut sejenis ulat laut berwarna hijau yang panjang (menyerupai benang) dan berbulu. Pada acara ini, berhamburan masyarakat Banda ke pantai, baik laki-laki ataupun perempuan, tua maupun muda.

Dengan membawa alat tangkapan uli menyerupai serok terbuat dari kain halus dan berbagai jenis lampu, menunggu keluarnya uli dari dasar pantai pesisir laut kemudian ditangkap. Hasil tangkapan uli kemudian dimasak dengan bumbu khusus kemudian menjadi sajian khas, lezat dan bergizi tinggi yang dimakan dengan sagu atau singkong rebus.

Pada tahun 2001 dan 2002, The Conservancy melakukan Kajian Ekologis di Kepulauan Banda, tujuannya untuk mengumpulkan informasi mengenai sumber daya lautnya. Penelitian awal saat itu menunjukkan bahwa terumbu karang di Banda memiliki keragaman hayati yang luar biasa, dengan adanya 310 jenis karang pembentuk terumbu, sekitar 871 spesies ikan, serta populasi hiu dan kerapu yang sangat tinggi. Kepulauan Banda kemudian diajukan sebagai Kawasan Warisan Dunia.

Karena keindahan karang dan biota lautnya, pada sekitar tahun 2006 laut Banda dipilih menjadi Kawasan Warisan Dunia untuk surga bawah laut di Indonesia, mengalahkan taman laut di kepulauan Raja Ampat (Papua Barat), Bunaken (Sulawesi Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara) dan Berau (Kalimantan Timur).

Akses dan Kunjungan Terbaik
Untuk menuju lokasi tersebut, dapat ditempuh dengan menumpang kapal feri dari kota Ambon selama satu malam. Musim kunjungan sebaiknya dilakukan pada musim teduh (musim laut tidak berombak) yaitu pada bulan Maret, April, Mei, September, Oktober dan Nopember.

Meyelam di Kepulauan Banda
Kepulauan Banda adalah salah satu tempat yang paling indah untuk menyelam di Indonesia. Baik yang sudah ahli menyelam maupun pemula, menyelam mulai dari Banda Neira ke tembok vertikal di Pulau Hatta. Ketika menyelam kadang-kadang terlihat ikan hiu, penyu, ikan tuna, lobster dan baraccuda besar. Pulau Banda merupakan grup pulau-pulau vulkanik kecil di Laut Banda, sekitar 140km sebelah selatan Pulau Seram dan sekitar 2000km timur Jawa, dan merupakan bagian dari provinsi Maluku. Pusat administratif Bandanaira, terletak di Pulau Banda.

Tempat untuk Menyelam di Pulau Banda

1. Sonegat: Ini adalah tempat terdekat untuk menyelam. Sekitar 5 menit dari pantai. Lokasi Sonegat yaitu laut antara Banda Neira dan Gunung (Gunung Api).

2. Keraka Island: Keraka Island atau beberapa orang mengatakan pulau Kepiting. Ibarat sebuah karpet pasir terhampar di pantai utara sebuah tempat yang sangat indah untuk piknik. Di bagian selatan pantai ada beberapa dinding setinggi 18 meter yang ditutupi oleh tunicata biru dan kuning. Di sebelah timur pantai, Anda bisa melihat di kedalaman 10 meter, berbagai ikan batu karang dan sekelompok barracuda.

3. Sjahrir Island dan The Kapal Stone: Sjahrir Island dan The Kapal Stone atau yang sebelumnya dikenal sebagai Pulau pisang dan Batu Kapal hanya 20 menit dari Banda-Neira dengan menggunakan perahu. Ini dua tempat yang baik untuk kegiatan menyelam di pagi hari, dan kegiatan menyelam di sore hari.

4. Lontar Island: Semacam pagar paling luar dari Pulau-pulau, bagian pinggiran kaldera cekung, tempat yang baik untuk merpati.

5. Batu Belanda: Di tempat ini, Anda akan menemukan beragam barrel dan tube sponge, dan gua-gua kecil dan celah. Ikan yang berada di daerah ini sangat bervariasi dan beragam: sekelompok snappers, besar Kaisar, dan biru-girdled angelfish, wrasses.

6. A i Island: Pulau ini menawarkan tempat menyelam terbaik di Pulau Banda. Baik di pantai utara dan selatan dan barat dari Pulau Ai, dikelilingi dengan tembok karang yang sempurna.

7. Hatta Island: Pulau Hatta hanya 25 Km Pulau Banda-Neira. Sebuah karang bisa berada di bawah permukaan air laut yang ditemukan beberapa ratus meter dari sebelah selatan Pulau Hatta. Untuk sebuah karang yang muncul ke permukaan bumi, Anda dapat melihat parade dari unicornfish, Fusiliersm Jack Fish, dan Rainbow Runners, sering tampak Whitetip Sharks.


2 thoughts on “Taman Laut Banda

  1. grace

    wah betapa indahnya pulau banda aku pengen kesana melihat betapa indahnya pulau banda kebangaan indinesia semoga pulau banda tetap dilestarikan dan tetap dijaga.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>