TNL Taka Bonerate

Taman Nasional Laut (TNL) Taka Bonerate terletak di kabupaten Selayar, provinsi Sulawesi Selatan (sulsel). TNL Taka Bonerate ditunjuk sebagai salah satu kawasan pelestarian alam di Kawasan Indonesia Timur berdasarkan surat keputusan menteri kehutanan No. 280/Kpts-11/1992 tanggal 26 Februari 1992.

TNL Taka Bonerate terdiri dari Kep. Macan (14 pulau) dan Kep. Passi Tallu (7 pulau), yang sebagian besar dari pulau-pulau tersebut merupakan atol dengan konfigurasi pasir putih. Pada air laut surut terendah akan tampak seperti daratan kering yang diselingi oleh genangan yang membentuk kolam-kolam kecil.

TNL Taka Bonerate mempunyai terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km2 dengan kedalaman dataran tersebut berbeda-beda mulai dari yang tampak di permukaan air saat air surut sampai kedalaman tiga meter.

Taman Nasional Taka Bonerate memiliki karang atol terbesar ketiga di dunia yaitu setelah Kwajifein di Kepulauan Marshal dan Suvadiva di Kepulauan Moldiva. Luas atol tersebut sekitar 220.000 hektar, dengan terumbu karang yang tersebar datar seluas 500 km².

Topografi kawasan sangat unik dan menarik, dimana atol yang terdiri dari gugusan pulau-pulau gosong karang dan rataan terumbu yang luas dan tenggelam, membentuk pulau-pulau dengan jumlah yang cukup banyak. Diantara pulau-pulau gosong karang, terdapat selat-selat sempit yang dalam dan terjal. Sedangkan pada bagian permukaan rataan terumbu, banyak terdapat kolam-kolam kecil yang dalam dan dikelilingi oleh terumbu karang. Pada saat air surut terendah, terlihat dengan jelas daratan kering dan diselingi genangan air yang membentuk kolam-kolam kecil.

Flora dan Fauna
Tumbuhan yang terdapat di daerah pantai didominasi oleh kelapa (Cocos nucifera), pandan laut (Pandanus sp.), cemara laut (Casuarina equisetifolia), dan ketapang (Terminalia catappa).

Terumbu karang yang sudah teridentifikasi sebanyak 261 jenis dari 17 famili diantaranya Pocillopora eydouxi, Montipora danae, Acropora palifera, Porites cylindrica, Pavona clavus, Fungia concinna, dan lain-lain. Sebagian besar jenis-jenis karang tersebut telah membentuk terumbu karang atol (barrier reef) dan terumbu tepi (fringing reef). Semuanya merupakan terumbu karang yang indah dan relatif masih utuh.

Terdapat sekitar 295 jenis ikan karang dan berbagai jenis ikan konsumsi yang bernilai ekonomis tinggi seperti kerapu (Epinephelus spp.), cakalang (Katsuwonus spp.), napoleon wrasse (Cheilinus undulatus), dan baronang (Siganus sp.).

Sebanyak 244 jenis moluska diantaranya lola (Trochus niloticus), kerang kepala kambing (Cassis cornuta), triton (Charonia tritonis), batulaga (Turbo spp.), kima sisik (Tridacna squamosa), kerang mutiara (Pinctada spp.), dan nautilus berongga (Nautilus pompillius).

Jenis-jenis penyu yang tercatat termasuk penyu sisik (Eretmochelys imbricata), penyu hijau (Chelonia mydas), dan penyu lekang (Dermochelys coriacea).

Legenda
Menurut cerita, bahwa penduduk yang bermukim di dalam kawasan Taman Nasional Taka Bonerate (Suku Bajoe dan Suku Bugis) berasal dari para awak kapal layar dan nelayan yang menyelamatkan diri dari gangguan para bajak laut maupun dari ganasnya gelombang laut Banda (di musim barat). Memang kepulauan Taka Bonerate yang terdiri dari 21 buah pulau termasuk gosong dan rengat sangat ideal untuk tempat berlindung.

Dewasa ini kepulauan tersebut telah berubah menjadi tempat tinggal/pemukiman. Hal ini disebabkan karena daerah ini kaya akan sumber daya alam laut. Penduduk yang menetap di kawasan ini terutama di Pulau Rajuni, Pulau Tarupa, Pulau Latondu, Pulau Jinato, Pulau Passitalu Tengah, Pulau Passitalu Timur.

Musim kunjungan terbaik: bulan April s/d Juni dan Oktober s/d Desember setiap tahunnya.

Cara pencapaian lokasi: Menggunakan bis dari Makassar ke Bulukumba (153 km) dengan waktu tempuh lima jam, kemudian ke pelabuhan Pamatata Selayar dengan ferry sekitar dua jam, yang dilanjutkan ke Benteng sekitar 1,5 jam. Dari Benteng ke pulau terdekat yaitu Rajuni Kecil menggunakan kapal motor sekitar lima jam.

Catatan: Rute Ujung Pandang – Bulukumba – Benteng Selayar telah ada layanan dan jadwal yang tetap. Sedangkan dari Benteng Selayar – Taman Nasional belum ada (harus menggunakan kapal motor carteran).

(Berbagai sumber)

1 Response

  1. numpang lewat yaa… mau jalan-jalan ke medan? atau mau wisata kuliner di medan? jangan lupa mampir di blog http://www.indrahalim.com ya. Blog kuliner top kota medan. Situs yang lengkap reviewnya tuk resto or kedai yg menyediakan makanan enak di medan.