Danau Poso

Danau Poso merupakan danau terbesar ketiga di Indonesia. Setelah Danau Toba di Sumatera Utara dan Danau Singkarak di Sumatera Barat. Danau Poso juga merupakan salah satu danau terdalam dan terindah di Indonesia. Danau ini memiliki kedalaman mencapai 360 meter di bagian utara dan 510 di bagian selatan, dengan luas 512 kilo meter persegi. Danau ini memiliki udara yang sangat sejuk, karena objek wisata ini berada di ketinggian 657 meter di atas permukaan laut.

Danau ini memiliki panorama alam yang sangat indah dan memesona, udara yang sejuk, hamparan pasir pantai putih yang berkilau, serta lereng gunung dan hutan yang “perawan” di sekitarnya. Keistimewaan yang dimiliki Danau Poso adalah airnya yang konstan dan sangat jernih. Uniknya, meskipun terjadi banjir pada beberapa anak sungai yang mengalir ke danau ini, airnya tetap jernih atau tidak keruh. Selain itu, hamparan pasir yang terdapat di tepi danau ini terdiri dari dua warna, yaitu putih dan kuning keemasan. Hamparan pasir tersebut tampak berkilauan saat matahari menyinari tepi Danau Poso.

Letaknya yang strategis, yaitu berada di lintasan perjalanan trans-Sulawesi antara Tana Toraja, Poso, Gorontalo dan Manado, membuat danau ini selalu disinggahi oleh wisatawan domestik maupun mancanegara. Saat berada di tepi Danau Poso, Anda akan merasakan suasana seperti berada pantai laut. Di tepian danau, warna airnya tampak jernih kehijau-hijauan, sedangkan di tengah danau airnya tampak berwarna biru karena airnya lebih dalam. Di tepian danau tampak ikan-ikan kecil berenang bergerombol di antara gulungan ombak yang menyapu tepian danau. Ombak yang terdorong oleh hembusan angin tersebut meninggalkankan buih putih di tepian danau, hampir sama dengan pantai laut. Bedanya, di sepanjang tepi danau ini tidak terdapat batu karang. Justru karena kondisi demikian, danau ini sangat cocok untuk berenang. Para wisatawan tidak perlu khawatir kakinya terkoyak oleh terumbu karang. Mereka juga tidak perlu takut mata perih atau tenggorokan menjadi serak, karena air danau ini tidak asin seperti air laut.

Selain mengundang wisatawan, danau ini juga telah menarik minat peneliti dan investor yang tertarik mengembangkan perikanan di tempat ini. Di Danau Poso hidup sejenis ikan sidat (sogili) yang terbesar di dunia. Di kawasan ini juga terdapat pelestarian tanaman anggrek terbesar di Indonesia dimana salah satunya adalah anggrek hitam. Anda bisa menyaksikan kemolekan bunga anggrek yang berada di Taman Anggrek Alami Bancea. Di kawasan seluas 5.000 hektar ini, terdapat 55 jenis anggrek langka.

Pesona Danau Poso tidak hanya sampai di situ, setiap minggu keempat pada bulan Agustus, para pengunjung dapat menyaksikan Festival Danau Poso. Dalam festival tersebut dipertontonkan berbagai macam perlombaan, seperti pagelaran tarian dan busana adat dari berbagai suku di Sulawesi Tengah, permainan tradisional, lomba lagu daerah, pemilihan Putri Danau Poso, pertandingan bola voly pasir, lomba perahu hias, perahu dayung, tarik tambang di atas perahu, serta pameran produk unggulan daerah Sulawesi Tengah.

Jika Anda seorang pecinta alam maka pastinya kunjungan ke Danau Poso menjadi pilihan yang menarik karena kawasan ini dikelilingi perbukitan yang ditumbuhi tanaman cengkeh. Saat cengkeh berbunga di bulan Juni hingga November maka akan mengeluarkan aroma harum bunga cengkeh yang khas.

Untuk mencapai danau ini dari Kota Palu, dapat ditempuh sekitar 8 jam dengan menggunakan kendaraan roda empat maupun roda dua. Sementara dari Kota Poso ke lokasi, dapat ditempuh sekitar 1,5 jam dengan kendaraan roda empat maupun roda dua. (berbagai sumber)