Gereja Ayam

Natalan bersama keluarga sekaligus belajar sejarah, sepertinya sangat mengasyikkan. Di jakarta terdapat beberapa gereja yang sudah uzur usianya, sebutlah dari Gereja Kathedral, Gereja Sion, Gereja, Gereja Tugu, dan yang lainnya. Nah, di antara gereja-gereja itu ada satu gereja yang mempunyai nama unik, yaitu Gereja Ayam atau GPIB Pniel.

Dinamakan Gereja Ayam, karena di atas bangunan gereja terdapat petunjuk arah mata angin yang berbentuk ayam. Nama gereja, yang disebut Gereja Ayam, ini adalah Gereja Protestan di Indonesia Bagian Barat (GPIB). Gereja peninggalan zaman kolonial Belanda ini berada di Jl H Samanhudi No 12, di daerah Pasar Baru, Jakarta Pusat.

Ciri khas dari gereja ini jika dilihat sepintas bangunannya memiliki banyak pilar dan pada bagian ujung menaranya terpasang jam dan patung ayam. Pembuatan simbol ini diilhami oleh salah satu ayat dalam Injil yang mengisahkan penyangkalan Yesus sebagai Tuhan oleh muridnya, Petrus, sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok. Simbol ini juga untuk mengingatkan umat Kristen untuk tak menyangkal Tuhan. Bangunannya didominasi oleh cat berwarna putih dengan atap atau menara berbentuk piramida memanjang khas peninggalan kolonial Belanda. Gereja ini merupakan salah satu dari 53 gereja yang diserahkan Belanda ke pemerintah RI saat itu

Gereja GPIB Pniel atau lebih dikenal dengan Gereja Ayam ini dibangun antara tahun 1913 dan 1915 oleh Ed Cuypers dan Hulswit. Bangunan gereja ini perpaduan antara gaya arsitektur Italia dan Portugis. Begitu banyak peninggalan benda bersejarah yang memiliki nilai tinggi di gereja ini. Salah satunya adalah Alkitab tua cetakan tahun 1855 yang tebalnya lebih dari 20 sentimeter dan diperkirakan berumur satu abad. Alkitab bersampul kayu ini hanya ada dua di dunia dan didatangkan langsung dari Belanda.

Nama ayam ternyata mempunyai arti lain yang lebih dari sekedar penunjuk arah mata angin. Pembuatan simbol ini diambil dari salah satu ayat dalam Injil yang mengisahkan penyangkalan Yesus sebagai Tuhan oleh muridnya, Petrus, sebanyak tiga kali sebelum ayam berkokok. Simbol ini juga untuk mengingatkan umat Kristen untuk tidak menyangkal Tuhan.

Selain untuk tempat ibadat, gereja itu juga sering dikunjungi oleh wisatawan mancanegara, baik yang melakukan doa ataupun hanya sekedar berkunjung melihat-lihat dan mengangumi bangunan itu.