Gili Ketapang

Jawa Timur juga punya Gili bernama Gili Ketapang. Perairannya cantik, biru, dan jernih. Namun, sayang pulaunya agak kotor, dikarenakan penduduknya yang kurang sadar akan kebersihan. Mungkin selama ini yang sering kita dengar adalah Gili Trawangan atau Gili Nanggu yang terletak di Lombok, NTB. Namun, siapa sangka Jawa Timur juga punya Gili, alias pulau kecil. Ya, Gili Ketapang ini memang belum terkenal. Masih belum banyak wistawan yang mengunjunginya.

Pulau Gili Ketapang hanya berjarak 5 Mil dari Pelabuhan Ujung Tembaga, perjalanan menuju pulau ini sekitar 30 menit dengan naik perahu motor. Luas pulaunya sekitar 68 hektar dengan jumlah penduduk 7.600 jiwa, sebagian besar adalah suku Madura mayoritas beragama Islam dan hampir 90 persen terdiri dari para nelayan yang menggantungkan hidupnya dari hasil tangkapan ikan di laut. Karena jumlah penduduknya yang begitu banyak, menjadikan pulau ini sangat padat.

Untitled-7Pulau kecil yang terletak di utara Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur ini bisa dicapai dengan menyeberang menggunakan kapal umum dari Pelabuhan Tanjung Tembaga. Pelabuhan ini letaknya 15 menit dari Kota Probolinggo, yaitu di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan. Sedangkan dari Dermaga Gili Ketapang Perjalanan laut menuju Gili Ketapang membutuhkan waktu tempuh sekitar 40 menit. Menggunakan kapal umum  dengan kapasitas kapal bisa menampung sekitar 30 orang. Tarif penyeberangan sekali jalan pun sekitar Rp 4.000 per orang. Anda pasti langsung dibuat kagum akan kejernihan airnya. Dasar lautnya begitu jelas terlihat dari permukaan. Meskipun tidak ada terumbu karangnya, ikan-ikan yang berenang di dekat dermaga ini banyak sekali.

Di timur Pulau Gili Ketapang, terdapat bibir pantai dengan hamparan batu karang. Meskipun terdiri dari hamparan batu karang, perairan pantainya cukup bagus karena berwarna biru dan jernih. Di dekat pantai ini juga terdapat tanah kosong dengan deretan pohon yang sedang meranggas. Pada dasarnya, Gili Ketapang merupakan pulau karang yang gersang dan minim vegetasi.

Gili Ketapang ini sebenarnya bukanlah pulau wisata. Tidak ada fasilitas yang mendukung tempat ini sebagai tempat wisata, seperti penginapan, rumah makan, kafe, restoran, tempat penyewaan alat-alat snorkeling, dan lain-lain. Jadi, bila ingin menginap, wistawan bisa bersosialisasi dengan penduduk sekitar. Semoga ke depannya potensi Gili Ketapang ini bisa dikembangkan oleh pemerintah Probolinggo menjadi salah satu objek wisata unggulan daerah.

Disamping keindahan alamnya, di pulau ini juga terdapat Goa Kucing yang dikeramatkan. Konon tempat ini merupakan petilasan Syech Ishaq seorang penyebar agama Islam dalam perjalanannya dari Gresik menuju Blambangan, Banyuwangi. Pada waktu itu terdapat puluhan ribu ekor kucing dan juga terdapat kucing yang kepalanya bertuliskan bahasa Arab. Ketika tokoh penyebar Agama Islam tersebut meninggalkan pulau ini, kucing-kucing tersebut ditinggalkan begitu saja sehingga hilang tak tentu arah. Tetapi anehnya setiap malam Jumat Legi suara “meong”  kucing-kucing itu terdengar bergantian disela-sela goa yang gelap gulita dan jika suara tadi dikejar, hilang tak terdengar lagi, sedang kucingnya tidak juga tampak. Hingga kini, banyak orang mengharapkan berkah dari Goa Kucing tersebut, terutama pada malam Jumat Legi.

Keunikan lain adalah kepercayaan masyarakat setempat tentang asal usul nama Gili Ketapan, bahwa pulau ini memiliki tenaga gaib yang dapat bergerak lamban di tengah laut. Semula pulau ini menjadi satu dengan daratan Desa Ketapang, ketika Gunung Semeru meletus, terjadilah gempa bumi yang dahsyat sehingga sebagian daratan Desa Ketapang terpisah ke tengah laut sekitar 5 Mil dari Kota Probolinggo Sebagian daratan itu menjadi sebuah pulau yang bergerak. Oleh sebab itu masyarakat setempat menyebut pulau tersebut dengan nama Gili Ketapang yang berasal dari Bahasa Madura yang artinya “mengalir” sedangkan Ketapang adalah nama asal desanya. (berbagai sumber)