Kepulauan Aru

Kepulauan Aru sejak dahulu dikenal sebagai penghasil mutiara berkualitas tinggi, dan dikenal sebagai “Mutiara Dobo”. Selain itu juga dikenal ketika terjadi pertempuran di Laut Aru, yang menyebabkan Komodor Yos Soedarso beserta RI Macan Tutul tenggelam pada pertempuran tersebut. Padahal masih banyak yang belum diketahui, bahwa Kepulauan Aru memiliki banyak potensi dan keunikan yang dapat menjadi kebanggaan masyarakat.

Sejak ditetapkannya Aru menjadi Kabupaten Kepulauan Aru, Pemerintah telah berusaha keras untuk selalu mempercantik diri di berbagai sektor untuk mendukung proses percepatan pembangunan setara dengan wilayah lainnya. Sebagai kabupaten baru, kami memiliki peluang yang sangat besar untuk mewujudkannya.

Kabupaten Kepulauan Aru memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat kaya dan belum diolah secara maksimal. Kekayaan alam tersebut tersebar merata di seluruh Kepulauan Aru, baik yang ada di daratan maupun lautan. Di daratan, Kabupaten Kepulauan Aru memiliki lahan luas untuk peternakan, perkebunan dan pertanian. Selain itu, Kekayaan Alam berupa Hutan dengan Flora dan Fauna yang sangat kaya. Di Lautan, Kabupaten Kepulauan Aru dikenal sebagai sumber penghasil komoditi berbagai jenis ikan.

Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Aru menyadari bahwa Kekayaan alam yang sangat melimpah akan dapat dimanfaatkan secara optimal jika terdapat kerjasama yang baik antara Pemerintah, sektor swasta dan masyarakat. Hanya dengan kerjasama itu, investasi atau penanaman modal yang masuk ke Kabupaten Kepulauan Aru akan dapat berguna untuk kesejahteraan masyarakat.

Transportasi

Untuk mencapai pulau terluar ini Anda membutuhkan waktu 5.5 jam perjalanan udara dari Jakarta ke kota Saumlaki. Rutenya adalah : Jakarta-Ujung Pandang-Ambon-Saumlaki.

Bandar Udara Olilit di Saumlaki memiliki ukuran landasan pacu 1.200 x 23 m. Letaknya dekat dengan kota Saumlaki sekitar 2 km. Rencana bandara ini akan dipindahkan ke Desa Lolurun di Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara.