• -6.153636, 106.792756

Kebun Raya Bogor

Kebun Raya Bogor

Sudah pernah ke Kebun Raya Bogor? Jika belum, sebaiknya anda jadwalkan segera untuk mengunjungi tempat yang bersejarah dan memiliki koleksi tanaman langka tersebut. Kebun Raya Bogor (KRB) merupakan tempat yang cocok untuk memenuhi kebutuhan pendidikan dan rekreasi sekaligus dalam satu tempat. Di sana juga terdapat perpustakaan, museum hewan, koleksi taman Anggrek, Istana Presiden dan pusat riset dan pengembangan biologi, serta ribuan koleksi spesies tanaman tropis yang dikelompokan sesuai dengan jenisnya, misalnya keluarga palem, bamboo, atau jahe yang jumlahnya sekitar 60 jenis dan juga pohon-pohon tua.

Kebun Raya Bogor pada mulanya merupakan bagian dari ‘samida’ (hutan buatan atau taman buatan) yang paling tidak telah ada pada pemerintahan Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi, 1474-1513) dari Kerajaan Sunda, sebagaimana tertulis dalam prasasti Batutulis. Hutan buatan itu ditujukan untuk keperluan menjaga kelestarian lingkungan sebagai tempat memelihara benih benih kayu yang langka. Di samping samida itu dibuat pula samida yang serupa di perbatasan Cianjur dengan Bogor (Hutan Ciung Wanara). Hutan ini kemudian dibiarkan setelah Kerajaan Sunda takluk dari Kesultanan Banten, hingga Gubernur Jenderal van der Capellen membangun rumah peristirahatan di salah satu sudutnya pada pertengahan abad ke-18.

Pada awal 1800-an Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles, yang mendiami Istana Bogor dan memiliki minat besar dalam botani, tertarik mengembangkan halaman Istana Bogor menjadi sebuah kebun yang cantik. Dengan bantuan para ahli botani, W. Kent, yang ikut membangun Kew Garden di London, Raffles menyulap halaman istana menjadi taman bergaya Inggris klasik. Inilah awal mula Kebun Raya Bogor dalam bentuknya sekarang. Pada tahun 1814  Olivia Raffles (istri dari Gubernur Jenderal Thomas Stamford Raffles) meninggal dunia karena sakit dan dimakamkan di Batavia. Sebagai pengabadian, monumen untuknya didirikan di Kebun Raya Bogor.

Ide pendirian Kebun Raya bermula dari seorang ahli biologi yaitu Abner yang menulis surat kepada Gubernur Jenderal G.A.G.Ph. van der Capellen. Dalam surat itu terungkap keinginannya untuk meminta sebidang tanah yang akan dijadikan kebun tumbuhan yang berguna, tempat pendidikan guru, dan koleksi tumbuhan bagi pengembangan kebun-kebun yang lain. Prof. Caspar Georg Karl Reinwardt adalah seseorang berkebangsaan Jerman yang berpindah ke Belanda dan menjadi ilmuwan botani dan kimia. Ia lalu diangkat menjadi menteri bidang pertanian, seni, dan ilmu pengetahuan di Jawa dan sekitarnya. Ia tertarik menyelidiki berbagai tanaman yang digunakan untuk pengobatan. Ia memutuskan untuk mengumpulkan semua tanaman ini di sebuah kebun botani di Kota Bogor, yang saat itu disebut Buitenzorg (dari bahasa Belanda yang berarti “tidak perlu khawatir”). Reinwardt juga menjadi perintis di bidang pembuatan herbarium. Ia kemudian dikenal sebagai seorang pendiri Herbarium Bogoriense.

Pada tahun 18 Mei 1817, Gubernur Jenderal Godert Alexander Gerard Philip van der Capellen secara resmi mendirikan Kebun Raya Bogor dengan nama s’Lands Plantentuinte Buitenzorg. Pendiriannya diawali dengan menancapkan ayunan cangkul pertama di bumi Pajajaran sebagai pertanda dibangunnya pembangunan kebun itu, yang pelaksanaannya dipimpin oleh Reinwardt sendiri, dibantu oleh James Hooper  dan W. Kent (dari Kebun Botani Kew yang terkenal di Richmond, Inggris).

Kawasan dengan luas 87 hektar ini telah didirikan sejak tahun 1817 atas prakarsa dari Sir Stamford Raffles, seorang kebangsaan Inggris yang menjabat sebagai gubernur Jawa. Pohon-pohon di kawasan ini sudah berumur ratusan tahun. Jadi tidak mengherankan bila pohon-pohon disini memiliki batang yang besar dan tingginya mencapai puluhan meter. Pada masing-masing pohon, ditempelkan label yang berisi nama pohon dan kapan pohon tersebut mulai ditanam. Maka, selain berwisata, kita dapat juga mengenal pohon-pohon yang mungkin tidak kita ketahui sebelumnya.

Begitu memasuki gerbang utama yang dijaga oleh dua patung Ganesha, dewa kebijaksanaan Hindu, pengunjung bisa memilih empat rute yang ditawarkan di kebun seluas 87 hektare itu. Memasuki rute satu, kita akan menyusuri Jalan Kenari, sesuai jenis pohon bernama latin Canarium commune yang banyak tumbuh di kawasan itu. Pohon ini ditanam Johannes Elias Teysmann pada 1832, penata taman dari Belanda yang saat itu menjabat kurator pertama Kebun Raya Bogor. Di persimpangan pepohonan besar dari jenis angsana atau sono kembang, terdapat Tugu Lady Raffles, isteri Thomas Stamford Rraffles, Gubernur Jawa pada 1811-1816. Tugu ini dibuat Raffles sebagai peringatan atas meninggalnya Lady Olivia Mariamne Raffles pada 1814, akibat penyakit malaria. Di rute ini pengunjung dapat melihat megahnya Istana Bogor dikelilingi Kolam Gunting yang dipenuhi bunga teratai. Di seberang kolam ada pohon tertua di Kebun Raya Bogor yang ditanam pada 1823. Yakni, pohon leci atau Litchi chinenis yang khusus didatangkan dari China.

Banyaknya pohon di Kebun Raya ini membuat udara sejuk dan kaya akan oksigen. Ada lebih dari 17.000 species termasuk jenis bunga anggrek yang langka. Pohon-pohon yang ada disini tidak hanya bersal dari dalam negeri tetapi banyak pula yang berasal dari luar negeri. Yang selalu menarik untuk disaksikan adalah saat berkembangnya bunga bangkai (Rafflesia Arnoldi). Bunga ini memang unik karena ukuran yang besar dan bila berbunga akan mengeluarkan bau busuk sehingga diberi nama bunga bangkai. Selain ditumbuhi ribuan species tanaman baik dalam maupun luar negeri, Kebun Raya juga merupakan “pulau” tempat berlindung bagi beraneka burung di tengah kota yang berkembang pesat, Tercatat lebih dari 50 jenis burung ada di sini, seperi kepodang, walik kembang, kutilang, kucica, kowak, kuntul, dan cinenen kelabu. Seperti yang terlihat sore itu, puluhan kuntul berseliweran di atas pohon yang tumbuh di tengah kolam, dengan suaranya yang khas.

Terdapat pula Museum Zoologi yang berisi replika dari binatang-binatang yang ada di Indonesia. Pada bagian depan museum ini Anda akan melihat kerangka buatan dari ikan paus yang pernah terdampar di Indonesia dengan ukuran yang luar biasa besar. Binatang yang ada disini merupakan binatang yang diawetkan. mulai dari jenis serangga, reptil, unggas, cacing, sampai mamalia. Semuanya dapat anda lihat dalam ukuran yang sebenarnya. Misalnya, banteng yang besar, badak, harimau, orang utan, dll. Semuanya dibuat dengan latar belakang habitat asli mereka. Museum ini dapat membantu mengenalkan jenis-jenis binatang pada anak anda.

Kebun Raya Bogor mempu menarik pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari kalangan muda-mudi, keluarga, bahkan wisatawan asing. Tidak jarang ada kelompok wisatawan dengan pemandu yang menjelaskan detail dari Kebun Raya ini. Hal ini disebabkan karena Kebun Raya Bogor merupakan salah satu botanical garden tertua di Asia dan memiliki keindahan tersendiri. Untuk menjaga agar Kebun raya Bogor tetap menjadi tempat wisata favorit, pihak pengelola perlu lebih memperhatikan kebersihan di tempat ini. Daun-daun yang berserakan, sampah yang dibuang sembarangan serta coretan pada batang pohon bila dibiarkan dapat merusak keindahan kawasan ini.

Alamat : Jl. Ir. H. Juanda-Bogor 16122
Telepon : 021-5225641
Fax : 021-5207226

(berbagai sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>