Pulau Dodola

Pulau Dodola terletak di bagian barat Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara, Indonesia. Pantainya yang indah menghadap langsung ke Samudra Pasifik yang luas, keadaan alamnya yang begitu indah membuat pulau ini dijuluki “mutiara di bibir Pasifik”.

Pulau Dodola terbagi menjadi dua. Namanya masing-masing adalah Dodola Besar dan Dodola Kecil. Dodola Besar ditandai dengan dermaga kayu yang menjorok ke laut. Keduanya terpisah kala permukaan air laut sedang pasang. Jembatan pasir yang menghubungkannya bisa diseberangi saat air laut sedang surut. Panjangnya pantai diantara kedua pulau ini hanya sekitar 500 meter, jadi saat air sedang surut anda dapat menyeberang dengan berjalan kaki saja. Waktu yang paling tepat untuk menyeberang adalah pukul 10 pagi hingga 7 malam. Jika ingin menyeberang, biasanya memerlukan waktu sekitar 10 menit dengan kecepatan berjalan normal.

Hamparan luas pasir putih yang menghubungkan Pulau Dodola besar dan kecil ditambah dengan keheningan suasana menciptakan kesan damai dihati setiap para pengunjung. Di pulau ini pengunjung juga dapat menemukan pasir putih dengan dua tipe berbeda yaitu kasar dan halus. Panorama alam sekitar dengan airnya yang jernih sangat cocok untuk bersantai, berenang dan menyelam. Apalagi ketika sore hari, siluet-siluet pemandangan tercipta dari rona merah jingga akibat tenggelamnya matahari di ufuk barat pulau Dodola. Sebuah tempat yang sempurna untuk menghilangkan penat dari kesibukan dan rutinitas sehari-hari.

Menurut para saksi sejarah, Pulau Dodola pernah menjadi tempat peristirahatan tentara sekutu pada Perang Dunia II di bawah pimpinan Jendral McArthur untuk berwisata. Pulau Dodola hanya berjarak 5 mil dari Daruba, ibukota kecamatan Morotai Selatan. Jadi pulau ini selain menawarkan keindahan panorama pantai dan bawah laut, juga menawarkan wisata sejarah.

Mencapai Pulau Dodola tidaklah sulit. Namun satu-satunya cara adalah melalui jalur laut. Hal ini dikarenakan Pulau Dodola adalah sebuah pulau kecil di bagian barat Kepulauan Morotai. Bagi anda yang ingin mengunjungi tempat ini, anda harus terbang dulu ke Ternate (Maluku Utara) kemudian dari sana, anda bisa menumpang pesawat lagi ke Morotai dengan jadwal penerbangan setiap hari. Setelah sampai di Morotai, anda harus menyeberang laut dengan menyewa perahu dengan jenis yang beragam.  Pemda setempat kini sudah memfasilitasi para pengunjung dengan 2 unit speedboat yang bisa di sewa dengan tariff 50 ribu per-penumpangnya untuk sekali jalan. Khusus speedboat milik Pemda bisa dinaiki dari dermaga terapung MS. Lastori.

Kalau tertarik juga untuk menikmati kegiatan para nelayan lokal yang sedang memancing atau menebar jala di perairan Morotai, anda bisa menggunakan katinting dengan biaya yang lebih murah. Perjalanan ke pulau indah yang sudah terjangkau oleh sinyal handphone ini akan memakan waktu 10 menit bila menggunakan speedboat dan 2 kali lebih lama bila menaiki katinting. Sayangnya penginapan yang ada di pulau Dodola kurang nyaman untuk dipergunakan sebagai tempat bermalam. Bila ingin menginap, ada beberapa tempat di Daruba yang bisa di jadikan pilihan, diantaranya Morotai Inn, Sinar Mas dan Pasific Inn. Tarif per-kamar nya bervariasi, dari 50 ribu hingga 250 ribu per-malam.

Untuk berkeliling mencari penginapan di Morotai, ada beberapa moda transportasi yang bisa dipilih. Buat yang berbudget lebih bisa menyewa mobil yang banyak di rentalkan di kawasan pelabuhan. Rata-rata harga sewa mobilnya 500 ribu per-hari. Pilihan lain yang lebih terjangkau adalah ojek. Morotai juga punya transportasi umum bernama bentor yang sering di gunakan para pelancong untuk berkeliling ke beragam destinasi wisata nya. Baik bentor, ojek dan mobil sewaan (warga Morotai menyebutnya oto penumpang) bisa di dapatkan di kawasan pelabuhan.

Selain keindahan alam milik pantai Dodola dan pantai-pantai lainnya, Morotai juga memiliki beragam kearifan lokal yang bisa melengkapi pengalaman berwisata. Diantaranya Buka Panen Wangongira (bulan Juni), Gelaran Timba Laor (sesudah bulan purnama) dan perayaan ulang tahun Hibua Lamo pada tanggal 19 April setiap tahunnya. (jalan2)