Pulau Gangga

Pulau Gangga dapat dicapai dengan menggunakan speed boat dari Desa Likupan selama 30 menit. Sepanjang perjalanan Anda akan disajikan dengan birunya laut yang seakan transparan. Kealamian Pulau Gangga sendiri masih sangat terjaga. Sekitar hampir 80 persen alam yang ada di daerah ini belum terjamah sedikitpun. Sebagian besar masyarakat juga berprofesi sebagai nelayan yang turut menjaga pulau tersebut.

Pulau Gangga merupakan salah satu pulau yang terdapat di Sulawesi Utara yang berjarak sekitar 6,1 km dari Kepulauan Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Pulau yang belum banyak terekspos ini menjadi batas Indonesia dengan Filipina.

Keindahan Pulau Gangga menjanjikan pengalaman diving yang tidak akan terlupakan. Kekayaan biota laut yang bervariasi dari terumbu karang warna-warni sampai berbagai jenis ikan khas Samudera Indonesia dan Pasifik juga menjadi favorit untuk fotografi bawah laut. Pulau Gangga juga menjadi starting point ideal bagi siapapun yang akan melakukan kegiatan diving di tempat lain, seperti Bangka, Bunaken, dan Selat Lembeh.

Tak ada yang tahu persis apakah nama ‘Gangga’ memiliki keterkaitan dengan sungai terkenal yang ada di negara India, tapi yang pasti pulau ini menggenggam keindahan yang sungguh menawan. Di pulau Gangga terdapat dua desa yang yang di diami oleh para warganya.

Yang pertama terbangun di sana adalah desa Gangga I. Desa ini adalah desa yang terbesar. Penduduknya terbanyak dan wilayahnya lebih luas dari desa lainnya. Warga desa Gangga I mayoritas di huni oleh etnis sangihe. Sementara tetangganya desa Gangga II etnis Gorontalo sebagian besar menjadi penghuni rumah-rumah sederhana yang terbangun di sana.

Meski memiliki perbedaan keyakinan dan etnis, aktivitas kehidupan mereka sehari-hari di penuhi oleh keharmonisan. Bahkan menurut informasi terbaru, tak lama lagi sebuah kecamatan baru yang terdiri dari pulau Gangga, Talise dan Kinabuhutan akan terbentuk di sana. Desa Gangga I nantinya akan ‘di daulat’ menjadi ibukota kecamatannya. Karena lokasi desa ini berada di pertengahan kawasan tersebut.

Selain diving dan snorkeling, sunrise dan sunset dari Pulau Gangga juga tidak boleh dilewatkan. Mengabadikan momen indah tersebut sambil mendengarkan deburan ombak tentu membuat kita semakin menghargai indahnya alam Indonesia.

Bagi para traveler, tidak usah khawatir akan soal penginapan. Gaya Minahasa menjadi arsitektur yang menghiasi bangunan bungalownya. Teras-terasnya langsung berhadapan dengan perairan di lepas pantai dan pulau-pulau yang cantik di sekitarnya. Kamar-kamarnya terlengkapi dengan AC atau fan, mini bar lengkap dengan tea dan coffee makernya, TV dengan channel-channel Internasional dan kamar mandi yang sudah dilengkapi dengan shower. Dijamin membuat liburan Anda makin nyaman. Segala keindahan dan kealamian Pulau Gangga dapat menjadi alternatif favorit liburan di samping Taman Laut Bunaken.