• -6.153636, 106.792756

Pulau Siberut

Pulau Siberut

Pulau Siberut adalah pulau terbesar di Kepulauan Mentawai dan berada di lepas pantai Sumatera Barat yang dipisahkan oleh Selat Mentawai. Pulau Siberut berjarak sekira 155 km dari kota Padang. Perjalanan ke Siberut memakan waktu belasan jam dengan perahu, perjalanan yang cukup jauh untuk mencapai pulau ini. Akan tetapi petualangan dan pengalaman serta keindahan alamnya mengundang mereka yang haus petualangan untuk menyambangi dan menjelajahi segala kekayaan yang dimilikinya, termasuk kekayaan budaya, adat dan alam tropis yang memesona.

Siberut adalah rumah bagi sekira 30.000 suku Mentawai yang hidup terisolasi dari modernitas. Konon suku Mentawai bermigrasi dari Nias ke pulau-pulau di kawasanKepulauan Mentawai dan hidup terisolasi selama berabad-abad hingga ditemukan oleh Belanda tahun 1621. Melihat lebih dekat kehidupan suku pedalaman Mentawai adalah salah satu daya tarik utama mengunjungi Pulau Siberut. Mereka masih mempertahankan tradisi dan gaya hidup leluhur yang diwariskan turun temurun selama ribuan tahun. Mereka tinggal di rumah-rumah panggung terbuat dari kayu disebut dengan uma yang dihuni beberapa kepala keluarga.

Pulau-Siberut1Mereka memiliki bahasa, budaya, adat sendiri dan sebagian masih menganut kepercayaan animisme. Pakaian yang mereka kenakan pun sangatlah sederhana, lelaki Mentawai hanya mengenakan cawat yang terbuat dari kulit pohon sukun, sementara kaum wanitanya hanya memakai semacam rok yang terbuat dari daun kelapa/pisang. Selain pakaian ini, mereka juga mengenal “pakaian abadi” yaitu tato khas Mentawai yang dirajah memenuhi sekujur tubuh dengan cara tradisional dan meliputi berbagai ritual. Makanan utama mereka adalah sagu dan mereka beternak babi serta berburu monyet sebagai bahan makanan sehari-hari.

Selain menyaksikan sendiri kehidupan terasing suku Mentawai, trekking di hutan tropis yang masih terjaga serta menikmati pemandangan alam di sekitar pulau adalah petualangan lain yang menarik dilakukan. Sekira 2/3 pulau ini ditutupi  hutan hujan yang menawarkan petualangan trekking yang tidak mudah namun sekaligus menantang.

Sebagian dari pulau ini telah dilindungi dan ditetapkan menjadi taman nasional sejak tahun 1993, dikenal dengan nama Taman Nasional Siberut. Taman Nasional Siberut adalah salah satu cagar biosfer menurut ketetapan UNESCO dalam Program Man and the Biosphere (MAB). Taman Nasional Siberut adalah rumah bagi 4 jenis satwa primata yang hanya ditemukan di Siberut saja (endemik), yaitu bokkoi (Macaca pagensis), lutung mentawai/joja (Presbytis potenziani siberu), bilou (Hylobates klossii), dan simakobu (Nasalis concolor siberu). Selain primata endemik, ditemukan pula 4 jenis bajing endemik, 17 jenis satwa mamalia, dan 130 jenis burung (4 diantaranya adalah endemik).

Mengunjungi Taman Nasional Siberut adalah paket petualangan yang merupakan kombinasi dari beragam kegiatan, yaitu berperahu, mendayung, berjalan kaki di jalur berlumpur, menikmati keindahan hutan tropis, dan juga pengamatan tumbuhan/satwa. Untuk menjelajahi pesona Siberut, terdapat sejumlah jasa biro perjalanan dan pemandu wisata yang dapat ditemukan di Padang atau pun di Bukit Tinggi.

Transportasi

Berjarak sekira 155 km dari Padang, Sumatera Barat, perjalanan menuju Pulau Siberut menghabiskan waktu sekira 12 jam perjalanan dengan kapal ferry. Kapal ferry akan mengantar Anda langsung ke Muara Siberut, pelabuhan di Pulau Siberut, satu-satunya pulau di Kepulauan Mentawai yang memiliki pelayaran regular ke Padang, Sumatera Barat. Dari bandara internasional Minangkabau, Anda harus ke pelabuhan Muara Padang dengan menggunakan bus. Dari sana, pengunjung menggunakan kapal ferry atau kapal motor untuk menyeberang Samudera Hindia menuju Pulau Siberut.

Jadwal kapal dari Padang ke Siberut hanya dua kali seminggu; minggu malam (kapal Sumber Rezeki Baru) dan kamis malam (kapal Simasin). Perjalanan ini sekitar satu hari dan kapal kembali ke Padang pada Selasa dan Jumat malam. Harga tikenya Rp105.000,- sampai Rp125.000,-. Selain itu, ada kapal tambahan beroperasi pada Minggu pertama dan kedua setiap bulan. Kapal Ambu-Ambu berangkat pada Sabtu malam dari Muara Padang dan kembali dari Siberut ke Padang pada Minggu malam.

Apabila Anda berangkat dari Bandara Internasional Minangkabau maka dapat menyewa pesawat kecil seperti Tiger Air atau SMAC ke Tuapejat di Pulau Sipora. Setelah itu, bisa menyewa kapal untuk perjalanan sekitar 3 sampai 4 jam ke Muara Siberut. (indonesiatravel)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>