Pulau Tunda

Keindahan alam Pulau Tunda di Banten terbentang di kehidupan bawah lautnya. Namun sayang sepertinya, belum banyak wisatawan yang mengetahui keberadaan Pulau Tunda di Kecamatan Tirtayasa, Serang, Banten. Hal ini terlihat dari keadaan alamnya yang masih alami. Pulau Tunda juga memiliki kelebihan keindahan alam yang mempesona. Keindahan bawah lautnya masih alami. Terumbu karang dan biota lautnya sangat beragam. Bahkan lumba-lumba pun siap menghampiri dermaga Pulau Tunda di pagi hari.

Kurangnya pengelolaan Pulau Tunda menjadi salah satu penyebab wisatawan kurang mengenal pulau ini. Sarana listrik yang masih terbatas. Karena disini, listrik hanya nyala pada malam hari. Setiap rumah dipungut biaya Rp 3000 per malam. Sebab sumber listri berasal mesin diesel yang dimiliki seseorang warga. Sebenarnya, penduduk setempat pernah mendapat bantuan solar panel dari pemerintah. Namun karena alat yang diberi merupakan spesifikasi terendah, mulai dari aki hingga panelnya, alat itu tak bertahan lama. Warga pun tak mau mengganti dengan membeli yang baru dengan alasan mahal. sinyal ponsel yang susah, dan transportasi yang terbatas juga menjadi sebagian kesulitan fasilitas yang ada di tempat ini.

Untuk mencapai Pulau Tunda, wisatawan bisa melakukan perjalanan melalui Tol Kebon Jeruk-Merak dan keluar di pintu Tol Serang Timur. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke dermaga kecil bernama Karang Hantu. Dari Karang Hantu, wisatawan bisa menggunakan perahu kayu milik nelayan setempat untuk menuju ke Pulau Tunda. Panorama laut nan biru dan alunan ombak yang mengayun menemani perjalanan pelancong. Lama perjalanan mengarungi lautan sekitar 2 jam karena kapal yang agak lambat.

Selain menyewa kapal untuk ke Pulau Tunda, wisatawan juga bisa menggunakan KMP Tunda yang melayani transportasi untuk masyarakat setempat dengan tarif Rp 15.000 untuk orang dewasa dan Rp 10.000 untuk pelajar. Jadwal kapal dari Pelabuhan Karang Hantu ke Pulau Tunda, sekitar pukul 13.00 WIB, sedangkan jadwal kapal dari Pulau Tunda ke Pelabuhan Karang Hantu, pukul 07.00 WIB.

Setibanya di Pulau Tunda, wisatawan bisa menyewa rumah penduduk sekitar untuk menjadi tempat tinggal sementara. Lokasi atau spot wisata bahari untuk snorkeling dan diving, terdapat disekeliling pulau yang berukuran sekitar 240 hektar dan dihuni sekitar 300 kepala keluarga ini.

Mata pencaharian penduduk setempat selain melaut, ada beberapa yang bercocok tanam palawija. Tapi, pekerjaan jenis yang satu ini hanya dilakukan mereka yang sudah sepuh, yang tak sanggup lagi melaut. Selain tergantung guyuran hujan, warga tak ingin bercocok tanam, karena tak ingin menunggu hasilnya berlama-lama. Sebagian besar penduduk disini berprofesi sebagai TKI (tenaga kerja Indonesia) di luar negeri.

Uniknya, air sumur di Pulau Tunda tidak asin dan dapat digunakan untuk konsumsi sehari-hari, Selain diving dan snorkeling, aktifitas memancing di Pulau Tunda juga tidak kalah menarik. Jangan lupa bila Anda ingin menginap, harus terlebih dahulu melapor di Pos Polisi Laut setempat. Peraturan ini diberlakukan agar tercipta kenyamanan semua pihak.

2 Responses

  1. moe2 says:

    sekarang wisata bahari pulau tunda ada websitenya, menyediakan snorkeling juga dll..

    ini websitenya: wisatabaharipulautunda.com

  2. akank yanto says:

    utk sema rumahnya per malam brp bro ?