• -6.153636, 106.792756

Taman Purbakala Cipari

Taman Purbakala Cipari

Taman Purbakala Cipari terletak di Kelurahan Cipari, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, Propinsi Jawa Barat. Ketinggian dari permukaan laut 661 meter, berada di kaki Gunung Ciremai dan jaraknya dari Ibu Kota Kuningan sekitar 4 km. Taman purbakala Cipari di Kab. Kuningan merupakan salah satu obyek wisata yang memiliki nilai sejarah. Sebuah museum tempat penyimpanan benda-benda terbuat dari batu yang diresmikan oleh Menteri P dan K RI Prof. Dr. Syarif Tayeb 23 Pebruari 1978.

Luas Taman Purbakala Cipari adalah 7.000 meter persegi dan terdiri dari taman luas yang dikelilingi oleh tembok batu setinggi 2 meter. Luas tamannya sendiri adalah 2.500 meter persegi. Sisanya dijadikan tempat parkir, halaman lainnya, gedung yang memuat diorama-diorama proses penemuan kapak batu pertama, sakrofafus, hingga yang paling akhir sebuah guci yang ditemukan tahun 2008.

Keadaan lingkungannya memang romantis, sunyi sepi, tenang dan mengasikan cocok bagi kaum wisata untuk bersantai. Jelas walau situasinya sepi hening jauh dari keramaian kota namun sangat berarti bagi mereka yang akan meneliti benda- benda peninggalan bersejarah. Di zaman yang disebut zaman batu, di kawasan tersebut telah ada kehidupan.

Kabupaten Kuningan yang berbatasan dengan daerah Cirebon, memang banyak ditemukan tanda- tanda pemukiman kuno. Berdasarkan penelitian sekitar tahun 3500 Sebelum Masehi telah ada kehidupan. Bukti sejarah adanya kehidupan manusia primitif (purba) banyak diketemukan dikaki lereng- lereng gunung Ciremai sebelah timur, termasuk dusun Cipari. Di dusun inilah dibangun sebuah museum berciri khas arsitektur lama menghiasi areal Taman Purbakala Cipari seluas 7000 M2 yang dikelilinggi tembok batu setinggi 2 Meter, menambah indahnya kawasan sejuk dan tenang di kaki Gunung Ciremay ini.

Sejarah
Semula, kawasan taman ini milik bapak Wijaya yang secara kebetulan beberapa waktu lalu menemukan batu. Batu peti zenasah yang dipamerkan pada kegiatan pameran kepurbakalaan yang diselenggarakan oleh P. Djatikusumah sebagai Ketua Team Survey Sejarah Kepurbakalaan Kab. Kuningan, berlangsung digedung Tri Panca Tunggal tahun 1971. Kegiatan ini mendapat dukungan budayawan seperti Drs. Uka Candrasasmita dan Teguh Asmar, MA seorang arkeolog dari Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional.

Berdasarkan hasil survey ternyata dikawasan tersebut banyak benda-benda peningalan purba.

Proses penggalian dilokasi dilakukan di sebuah kebun milik Wijaya, penduduk setempat. Penggalian dilakukan terus menerus dibantu masarakat setempat. Usaha keras tersebut berhasil menemukan benda-benda purbakala yang unik dan antik antara lain peti kubur batu, artepak berupa kapak batu, gelang batu dan gerabah serta kapak terbuat dari perunggu. Hasil penelitian Teguh Asmar, MA menyimpulkan dari analisa typolog stratigrafi, situs Cipari pernah menggalami dua kali masa pemukiman yakni akhir zaman neolitik dan awal zaman perunggu sekitar 1000 sampai 500 sebelum masehi

Pada saat itulah masarakatnya telah mengenal organisasi yang baik, selain itu telah memiliki suatu kepercayaan pemujaan terhadap nenek moyang terbukti adanya bangunan dari batu-batu besar yang dinamakan Megalit. Hal ini menggambarkan kepercayaan mereka akan adanya hidup dan kematian. Ditempat tersebut terdapat monumen-monumen sebagai medium penghormatan menjadi tahta dan lambang kematian.

Museum Taman Purbakala Cipari
Di museum ini terdapat pula gerabah misalnya kendi, kendil, jembaran tempat sayur, kekep, buli- buli, batu obsidian, bokor dan lain- lain disimpan tertata rapi dan aman. Kini dilengkapi benda-benda hasil temuan dari tempat lain yang sengaja ditampung di Museum Purbakala Cipari Kuningan. Dari bukti bukti sejarah bahwa sejak zaman batu sudah ada kehidupan. maka masarakat Kuningan umumnya telah berbudaya tinggi sejak dulu.

Selain di kawasan kebun Wijaya, ditemukan pula benda-benda purbakala di beberapa daerah lain di Kuningan seperti desa Cibuntu Kec. Pasawahan, dari Cangkuang dan Bungkirit Kec Kuningan, Panawarbeas, Ciacra, Sagarahiang, dan Mayasih Cipari Cigugur. Semuanya ini telah ditampung di museum tersebut.

Benda-benda kebudayaan neolitik dan megalitik hasil temuan tersebut menunjukan peri kehidupannya yang sudah agak maju serta mencapai tingkat kebudayaan yang relatif tinggi. Peradapan dan kebudayaan ini berkembang terus dan diresapi kebudayaan india. Hal ini terlihat dari bekas- bekas peninggalan di bukit Sagarahian.

Dari data grafik pengunjung ke musium purbakala Cipari menunjukan animo masarakat baik domestik termasuk pelajar maupun turis mancanegara, terhadap benda-benda kepurbakalaan sangatlah besar. Dari tahun ke tahun pengunjung selalu bertambah naik. Hal ini berarti taman museum purbakala Cipari sangat berarti bagi dunia pengetahuan khususnya dan umumnya bagi yang ada kaitannya dengan peningkatan kepariwisataa

Pengunjung dapat melihat-lihat benda peninggalan sejarah kepurbakalaan dan juga dapat menikmati udara segar dikawasan kaki Gunung Ceremay (cereme) yang didukung panorama indah disekitarnya.

(Berbagai Sumber)

One thought on “Taman Purbakala Cipari

  1. atlantean

    menarik, nampaknya mungkin berhubungan dengan sisa-sisa budaya atlantis yg sekarang terkubur di laut Jawa. Bukan tidak mungkin wilayah Kuningan dan Gunung Ciremai merupakan salah satu lokasi pengungsian purba ketika bencana banjir besar terjadi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>